
Pikirannya pun kembali dipenuhi dengan wanita yang ada di dalam lukisan itu. Wajah senyuman wanita yang ada di dalam lukisan itu kembali muncul di dalam benaknya.
Setelah lewat beberapa saat, dia baru menghela nafas. Wanita itu sepertinya adalah wanita yang selalu dipikirkan Kaisar. Kalau dia tidak salah tebak, wanita itu bernama Li Qing. Qin Ruojiu sama sekali tidak pernah kepikiran kalau wanita cantik yang selalu ada di dalam imajinasinya itu ternyata benar-benar muncul di dunia nyata. Tetapi, kali ini dia juga hanya melihat lukisannya, tetapi hanya dengan lukisan saja dia sudah membuat Kaisar begitu terobsesi dengannya. Kali ini dia benar-benar tidak bisa membodohi dirinya sendiri lagi.
Berpikir sampai di sana, tiba-tiba mata Qin Ruojiu pun terasa perih dan ada air mata yang berlinangan di matanya.
Qin Ruojiu mengangkat tangannya yang ramping dan mengusap air matanya. Tetapi tiba-tiba dari belakang terdengar suara seorang pria yang sinis dan sedikit menggoda.
“Ratu, kenapa anda menangis sendirian di sini, apakah anda kepikiran hal yang tidak anda inginkan? Bagaimana kalau anda menceritakannya sama Pangeran, hamba bersedia menemani anda dan menyelesaikan kesedihan itu.”
__ADS_1
Kata-kata menyelesaikan kesedihan yang dikatakan pria ini terdengar rendah dan sedikit mengejek.
Qin Ruojiu sama sekali tidak menyangka di belakangnya ada orang lain. Dia pun terkejut sampai tubuhnya mulai bergetar, kemudian dia langsung berbalik dan hendak meninggalkan tempat itu. Bola matanya itu tampak seperti bola kristal yang begitu jernih dan berkilau. Qin Ruojiu melihat ke arah pangeran dari negara lain itu dan berkata dengan nada sedikit terkejut dan tidak habis pikir.
“Kenapa anda bisa ada di sini?” Qin Ruojiu mengerutkan keningnya dan menunjukkan tatapan tidak begitu senang dengan kedatangan pria ini.
Beifeng Funing tersenyum tipis dan terlihat sedikit puas. Dia melihat Qin Ruojiu dengan tatapan menggoda dan berkata, “Saya datang kemari karena saya tahu Ratu terluka. Setelah tahu hal itu, hati saya tidak bisa tenang, maka dari itu saya sengaja datang kemari untuk menjumpai Ratu. Saya mau lihat apakah luka Ratu itu parah atau tidak.”
Melihat Qin Ruojiu berbicara dengan nada dingin padanya, Beifeng Funing bukan hanya tidak merasa marah, tetapi dia malah tertawa. Kemudian dari tatapan matanya terlihat kalau niatnya untuk melecehkan Qin Ruojiu itu menjadi semakin kuat. Kemudian, dia sengaja melangkah ke depan, lalu membungkukkan badannya dan menghela nafas di telinga Qin Ruojiu dengan suara yang dalam dan lembut, “Kenapa Ratu begitu menolak kedatangan Pangeran. Pangeran datang kemari dengan maksud baik!”
__ADS_1
Qin Ruojiu tidak menyangka pria ini akan melakukan tindakan seperti itu. Qin Ruojiu pun mundur beberapa langkah untuk bersembunyi darinya, kemudian dia berkata dengan nada terkejut dan marah, “Anda mau ngapain?”
Mendengar pertanyaan itu, Pangeran Funing pun menaikkan alisnya dan ekspresi wajahnya tampak berubah. Dia menyipitkan matanya dan melihat tajam ke dalam mata Qin Ruojiu dan berkata, “Ratu, Pangeran datang dengan maksud baik, kenapa anda memperlakukan Pangeran dengan sikap seperti itu?”
Qin Ruojiu juga tampak kesal dan langsung menatap wajahnya yang terlihat kesal itu dengan tatapan tajam. Qin Ruojiu tersenyum sinis dan berkata, “Ratu tidak perlu maksud baik darimu. Sikap kamu yang tidak sopan seperti ini menandakan anda tidak hormat dengan Kaisar.”
Mendengar hal itu, Beifeng Funing bukannya marah tetapi dia malah tersenyum sinis lalu melangkah maju untuk mendekati Qin Ruojiu. Setelah itu dia membungkukan badannya, “Heng, mau ngancam aku pakai Kaisar? Menurut kamu apa hal itu ada gunanya?”
Meskipun Qin Ruojiu tidak tahu apa yang mau dilakukan pria itu, tetapi dari mau arak yang tercium dari tubuh pria ini, Qin Ruojiu bisa menebak kalau pria ini sengaja datang untuk mencari masalah dan balas dendam dengannya. Sejak pertama kali pria ini muncul di hadapannya, di dalam tatapan mata pria ini terdapat rasa benci yang terpendam di dalam hatinya.
__ADS_1
Melihat itu, Qin Ruojiu pun langsung mundur beberapa langkah. Meskipun di dalam hatinya dia merasa takut, tetapi dia tetap berusaha untuk menunjukkan ekspresi wajahnya yang tenang dan berkata, “Pangeran harap anda pikirkan baik-baik. Jika anda berbuat seperti ini padaku, memangnya anda tidak takut Kaisar akan ….”