
Setelah sampai di Istana Fengyi, Kaisar Zhaolie yang sedang memeluknya itu langsung mendudukkannya di atas kasur dan duduk di sampingnya. Lalu dia melihat ke arah Qin Ruojiu sambil tersenyum.
Melihat Kaisar Zhaolie yang begitu perhatian padanya, Qin Ruojiu malah merasa tegang dan gugup. Dia menundukkan kepalanya dan di dalam hatinya dia merasa khawatir.
“Kenapa? Kamu takut sama Kaisar?” Sambil berbicara dengan nada rendah, Kasiar Zhaolie melihat lurus ke dalam matanya.
Pada saat itu hati Qin Ruojiu tetap merasa tidak bisa tenang, besok dia sudah mau meninggalkan istana ini dengan Kang Yin, dia ….
Apakah dia akan menemukan rahasia di antara mereka berdua? Kalau saja waktu itu dia tahu, dirinya bekerja sama dengan Kang Yin untuk membohonginya, apa yang akan dia lakukan? Qin Ruojiu yang tidak berani lanjut memikirkan hal itu pun membalas melihat lurus ke dalam mata Kaisar Zhaolie dengan tatapan dingin. Lalu Kaisar Zhaolie malah tersenyum padanya.
Hanya dalam waktu beberapa saat, Kaisar Zhaolie yang peka itu seolah sudah bisa menyadari ada yang berbeda dari Qin Ruojiu. Dia mengerutkan keningnya dan bertanya, “Ruojiu, ada yang kamu sembunyikan dari Kasiar yah?”
__ADS_1
Ditanya seperti itu, hati Qin Ruojiu yang tadinya sudah tidak tenang itu pun menjadi semakin bergejolak.
Agar bisa menutupi kebohongannya, Qin Ruojiu berusaha untuk tersenyum dan berkata, “Kaisar, bagaimana mungkin hamba berani menyembunyikan sesuatu darimu. Hamba hanya teringat dengan kejadian kemarin malam. Aku tidak seharusnya salah paham dengan anda, aku tidak seharusnya menganggap seperti itu pada Kaisar ….”
“Oh? Begitu?” Kaisar Zhaolie menaikkan alisnya dan melihat ke arah Qin Ruojiu dari samping. Dia melihat wajah cantiknya yang terlihat sedikit gelisah.
Qin Ruojiu menganggukkan kepalanya dan duduk tenang di sampingnya. Lalu dia mengangkat kepalanya dan berkata, “Kaisar, maaf …. maaf!”
Qin Ruojiu pun tercengang lalu melihat ke arah wajahnya yang tampan itu dari samping. Ketika melihat wajahnya yang tampan itu, hatinya mulai merasa sedih. Qin Ruojiu bersandar di bahunya dan berkata, “Apa yang aku katakan itu beneran tulus dari dalam hatiku.” Ini adalah pertama kalinya Qin Ruojiu mendekatinya. Selama ini, perasaan yang diberikan Kaisar padanya adalah perasaan sulit didekati. Temperamen Kaisar sangat tidak bagus, kadang senang kadang marah. Pokoknya asal Qin Ruojiu tidak hati-hati, temperamen Kaisar yang tadinya sedang memanjakanmu itu bisa langsung berubah menjadi ingin membunuhmu.
Qin Ruojiu selalu berhati-hati setiap kali berhadapan dengannya, dia tidak berani melakukan kesalahan sedikit pun. Tetapi kali ini dia malah memberanikan diri untuk bersandar di bahunya dan melepaskan semua perasaan takutnya.
__ADS_1
Karena besok dia sudah mau meninggalkan tempat ini. Qin Ruojiu berpikir perlakuannya kali ini bisa membuat Kasiar merasa lebih senang sedikit. Ini juga bisa dianggap sebagai balasan terakhir untuknya. Meskipun dulu pria ini pernah memberikan begitu banyak penderitaan untuknya. Tetapi pada akhirnya, pria ini sangat perhatian padanya. Dan Qin Ruojiu juga tidak berani menyangkal kalau di dalam hatinya ada bayangin pria ini.
Dia tidak menyangka ternyata wanita ini juga bisa begitu perhatian padanya. Ini adalah pertama kalinya dia merasakan hati wanita ini. Sekarang hati dia dan wanita ini seolah sudah mulai terikat menjadi satu.
Wanita ini bersandar di bahunya, perasaan itu adalah perasaan dekat yang tidak tergantikan. Bahkan perasaan ini terasa lebih dekat daripada saat dia memeluknya.
Hati Kaisar Zhaolie jelas sedikit tergerak. Kaisar Zhaolie langsung mengeluarkan tangannya dan mengusap pinggangnya yang ramping itu. Kemudian Kaisar bertanya dengan suara serak yang lembut, “Ruojiu, kamu hanya milik Kaisar seorang kan?”
Nada suaranya yang begitu lembut itu tetap saja menyimpan perasaan mendominasi yang membuat Qin Ruojiu yang mendengarkannya itu merasa sedikit ketakutan sampai tubuhnya bergetar. Setelah lewat beberapa saat, dia baru menjawab, “Benar!”
Pada saat itu, Kasiar Zhaolie pun tersenyum bahagia dan langsung memeluknya dengan erat. Senyumannya itu terasa lebih hangat daripada sinar matahari ….
__ADS_1
Dalam seketika wanita itu langsung memabukkan Kasiar … tetapi wanita ini masih tetap menganggapnya sebagai seorang iblis dan binatang buas. Tetapi saat ini dia baru sadar ternyata pria ini juga memiliki sisi lembutnya. Kalau pria ini bisa menghadapinya dengan sikap selembut ini dan senyuman sehangat ini untuk selamanya, dia yakin, dia pasti akan jatuh ke dalam senyumannya itu.