Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 958


__ADS_3

Ye Wushuang menatap sekilas dengan dingin dan segera memanggil Yangui.


Hello! Im an artic!


Yangui sedang mengambil air di luar dan langsung bergegas masuk ke dalam. Melihat Ye Wushuang sedang menatap pot bunga itu, dia lalu berkata: “Selir Ye, kamu kenapa?”


“Siapa yang mengirim bunga ini?”


Hello! Im an artic!


“Oh, itu dikirim oleh pelayan bunga di Istana di pagi hari.”


“Bunga ini tidak ditanam di taman istana bukan?”


“Ya, aku juga penasaran pada waktu itu. Aku tidak pernah melihatnya di istana, jadi aku bertanya. Mereka berkata mereka juga tidak tahu, sepertinya dikirim oleh orang Selir Chang. Tapi kulihat bunga ini tampak segar dan cerah, jadi aku membiarkan mereka meninggalkannya.”


Ye Wushuang sudah memiliki perhitungan dalam hatinya, wajahnya yang cantik seketika menggelap: “Bunga ini beracun.” Ini adalah bunga poppy, benda yang digunakan oleh orang-di zaman modern untuk membuat opium dan ganja.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Meskipun memakannya berbahaya bagi tubuh manusia, tapi sangat tidak pantas juga jika sering mencium aroma bunga ini.


Dulu ketika berada di kediaman Pangeran Ping di Pingzhou, Putri Yongping berulang kali mencelakainya, pada saat itu Putri Yongping tiba-tiba menjadi gila, itu karena dirinya menggunakan jenis bunga ini untuk menghadapinya.


Tidak disangka Zhao Xueyan dan yang lainnya hari ini malah menggunakan cara yang pernah digunakannya untuk mencelakai dirinya lagi!


Haha, ide ini cukup bagus.


Tepat ketika semua orang menggelengkan kepala mereka, kebetulan Kaisar Qi dan para Kasim lewat, melihat tampilan Yangui yang terlihat sedikit cemas, Kaisar Qi melipat tangannya ke belakang dan berteriak dengan lantang: “Yangui, apa yang kamu lakukan?”


Yangui menoleh, ketika melihat Kaisar Qi yang mengenakan jubah kekaisarannya, Yangui segera membungkuk untuk memberi hormat dan berkata: “Aku memberi hormat pada Kaisar.”


“Bangunlah.” Kaisar Qi melambaikan lengan pakaiannya, tatapannya malah melirik ke arah bunga layu yang ada di tangan Yangui, Kaisar Qi mengangkat alisnya dan berkata dengan bingung: “Ini…”


Yangui menunduk dan melirik bunga yang ada di tangannya, Yangui lalu menjawab dengan hormat: “Menjawab Kaisar, ini adalah bunga yang dikirim oleh pelayan bunga ke Paviliun Xuanyi pagi hari ini, karena bunga ini mekar dengan begitu indah jadi Selir Ye sangat menyukainya. Tapi entah kenapa, entah karena bunganya terlalu lemah atau penempatannya yang tidak tepat, bunga yang baru dikirim tadi pagi ini malah sudah layu. Karena itu Selir Ye sangat sedih, jadi dia memintaku untuk mencari orang dan bertanya apa ada orang yang familiar dengan sifat bunga ini, kemudian meresepkan obat yang tepat agar bunga ini bisa mekar lagi.”

__ADS_1


Mendengar Yangui berkata bahwa Ye Wushuang sangat menyukai bunga ini, Kaisar Qi tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat bunga itu, bunga itu memang jarang terlihat, bahkan di Taman Bunga Kerajaannya sendiri pun tidak memiliki varietas bunga seperti ini. Tidak heran Ye Wushuang sangat menghargainya. Pada saat itu juga Kaisar Qi berkata: “Lalu apa kamu sudah menanyakan sesuatu?”


Yangui menggelengkan kepalanya dengan sedih dan berkata: “Belum, aku sudah bertanya pada para pelayan dan Kasim di Istana, tapi tidak ada yang berkata bahwa mereka pernah melihat bunga seperti ini.”


“Jika tidak ada yang pernah melihatnya, lalu siapa yang memasukkan bunga ini ke Istana?”


“Menjawab Kaisar, sepertinya Selir Chang yang mengatur orang untuk mengirimnya…”


Raut wajah Kaisar Qi sedikit menggelap, Kaisar Qi memberi isyarat pada Kasim yang ada di belakangnya, dia lalu berkata: “Yangui, aku bawa dulu bunga ini, setelah aku menyelidiki dengan jelas asal dan jenis bunga ini, aku akan membawakan yang paling baik ke Paviliun Xuanyi.”


Yangui sangat gembira ketika mendengarnya, Yangui menundukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih: “Terima kasih Kaisar…”


“Sudah, di mana Selir Ye?” Raut wajah Kaisar Qi melunak dan bertanya dengan datar.


“Selir Ye ada di Paviliun Xuanyi.”


Kaisar Qi mengangguk puas, melambaikan tangannya untuk mengusir para pelayan dan Kasim yang mengikutinya, kemudian melangkah perlahan dan berjalan masuk ke dalam seorang diri.

__ADS_1


__ADS_2