Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 6 Ditinggalkan Dalam Malam Pernikahan


__ADS_3

Jika bukan karena wanita ini, dia bisa menganugerahkan gelar permaisuri kepada Tuan Putri Liqing, wanita yang paling ia cintai, jika bukan karena wanita ini, dia tidak akan menjadi bahan lelucon seluruh negara, tapi ia harus menikahi wanita paling jelek dan paling jahat di Negeri Kangqing.


Pada detik berikutnya, pandangan yang membawa kebencian itu terjatuh pada tubuh yang putih bagaikan giok.


Haha, ini semua karena salah wanita ini. Beraninya menikah dan ingin menjadi permaisuri, kalau begitu, dia harus menerima semua malapetaka ini.


Posisi permaisuri tidak akan boleh direbut oleh perempuan yang bisa ilmu sihir dan penuh siasat ini.


Tidak tahu berapa lama kemudian, Qin Ruojiu merasa kedinginan, kemudian dia membuka matanya perlahan-lahan. Saat ini, pikirannya menjadi kacau, dia tidak tahu dia sedang ada di mana. Setelah melihat sekeliling, ternyata dia dilemparkan di salah satu sudut gelap yang disekat.


Angin malam bertiup, tubuhnya gemetar karena dingin. Dia mengambil kain putih dari lantai untuk menutupi tubuhnya yang tidak memakai pakaian sehelai pun.


Di saat ini juga, ada suara****** yang tidak jauh, yang bergema hingga ke telinganya, kemudian dia membalikkan kepala untuk mencari sumber suara.


Suara******* wanita itu, seperti sedang menikmati dunia yang bahagia.


Di atas ranjang kaisar itu, Qin Ruojiu melihat suaminya yang diselimuti cahaya lilin, rambut hitamnya terurai.

__ADS_1


Di atas ranjang, juga ada seorang wanita lain.


Ini adalah malam pernikahannya, setelah dipermalukan oleh sang suami, dia pun dilempar ke tempat lain seperti barang tidak berguna, kemudian suaminya bercinta dengan wanita lain.


Saat itu juga, wajah di bawah cadar hitam itu memucat seperti kertas.


Wanita itu tiba-tiba berteriak pelan karena ingin menolak.


Kaisar Zhaolie pun mengendus dan berhenti, pandangannya dingin seperti gunung es, "Kamu berani membantahku?"


Wanita itu pun manjadi kaku, kemudian dia melirik ke arah Qin Ruojiu dan berkata dengan hati-hati, "Yang Mulia, bukan aku mau melawanmu, tetapi kalau ada yang melihat, aku akan merasa malu, takutnya Yang Mulia tidak puas dengan pelayananku."


"Permaisuriku, apakah kamu masih tidak mau pergi? Apakah kamu mau menonton sampai selesai?" Suaranya sangat dingin, seperti datang dari neraka yang paling dalam. Pandangan mata yang dingin itu seperti bisa menembus jantungnya.


Qin Ruojiu pun terkejut, begitu dia sadar kembali, dia pun segera mendekatkan kain sutra ke tubuhnya dan bangkit untuk pergi. Tapi tubuhnya sakit, bagai ada jarum yang menusuk ke seluruh tubuhnya, kemudian dia terjatuh lagi. Wanita yang di atas kasur pun tertawa dengan bangga, sedangkan Kang Yong terlihat sangat marah.


Bagaikan kelinci yang sedang ketakutan, dia pun tidak bisa mempedulikan rasa sakit itu dan segera bangkit. Sambil memegang tiang yang ada di sampingnya, dia menginjak jubah merah yang berserakan di lantai dan berjalan dengan pelan untuk keluar dari ruangan.

__ADS_1


Telinganya mendengar******* manja dari wanita dan******* berat dari pria itu lagi.


Pria itu adalah suaminya, ini adalah malam pernikahannya.......


Di malam yang dingin, hatinya dipenuhi rasa sakit yang tak berujung.


End


End


End


End


End


End

__ADS_1


End


__ADS_2