Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 807 Apa Kamu Masih Tertarik Padanya?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Melihat sosok bayangan Ye Wushuang yang berangsur-angsur menjauh, pria yang menggoda itu akhirnya kembali ke akal sehatnya, dia lalu sedikit bertanya-tanya: “Sejak kapan Lushang berganti nama menjadi Yuya?”


Ji Xingfeng melipat kedua tangannya, melihat ke kejauhan dengan raut datar lalu berkata dengan tatapan mata yang dalam: “Aku baru saja mengubahnya.”


Hello! Im an artic!


“Kenapa tiba-tiba kamu mengubah namanya?”


“Kamu tidak perlu bertanya lebih banyak mengenai hal ini.”


Su Qianhua menjilat bibirnya dengan jenaka, tahu jika Pangeran berwajah dingin ini tidak ingin mengatakannya maka biasanya dia tidak akan mengatakannya bahkan meski dipukuli sampai mati. Su Qianhua juga tidak bermaksud untuk mengetahui sesuatu, jadi hanya berkata dengan santai: “Benar juga, dari mana kamu mendapatkan wanita cantik yang menakjubkan itu?”


“Dia adalah gadis suci yang kubawa pergi dari Shengdu.”


Hello! Im an artic!


“Apa? Gadis suci?” Su Qianhua sangat terkejut hingga membuka bibir merahnya yang indah itu lebar-lebar.


“Ya.”


“Pantas saja dia terlihat begitu cantik, ternyata adalah gadis suci. Tapi, Pangeran Ping, setelah masalah Selir Mulia Zhao, bukankah kamu sudah tidak tertarik pada wanita cantik? Lalu apa maksudnya dengan gadis suci ini?”

__ADS_1


“Aku tidak menginginkan kecantikannya.”


Mendengar jawaban Ji Xingfeng yang dingin, mata hitam Su Qianhua berbinar dan langsung berkata: “Karena Pangeran tidak menginginkan kecantikannya, maka itu mudah saja. Aku sangat menyukai hal-hal yang indah, terutama wanita cantik. Jika Pangeran Ping tidak memiliki pemikiran seperti itu, maka lebih baik…… ”


“Jangan harap!”


Sebelum Su Qianhua selesai berbicara, dirinya sudah diinterupsi, Su Qianhua merasa sedikit sedih dan bertanya-tanya: “Pangeran Ping, kenapa kamu begitu pelit?”


Alis Ji Xingfeng berkerut, cahaya dingin terlintas di tatapan matanya: “Bukannya aku pelit, tapi wanita itu bukan untukmu.”


“Kalau begitu ……”


“Kaisar Qi!”


Ji Xingfeng masih begitu datar dan memasang sikap acuh: “Lagipula, apa kamu tahu paras wanita ini mirip siapa?”


“Siapa?” Apa mungkin mirip dengan Selir Mulia Zhao? Su Qianhua awalnya ingin bertanya, tapi karena Selir Mulia Zhao memberikan rasa sakit abadi di hati Pangeran Ping, jadi dirinya tidak berani berbicara.


“Ratu Qin.”


“Dia?” Tidak disangka pihak lain malah mengatakan sesuatu seperti ini, benar-benar di luar dugaannya.


“Persis sama dengan paras Ratu Qin sebelum parasnya itu cacat.”

__ADS_1


“Apa orang yang kamu maksud itu adalah Ratu Qin yang berhati licik dan juga yang bertindak kejam, orang yang tidak ragu untuk menjebakmu demi membantu Kaisar Qi merebut takhta?”


Menghadapi pertanyaan Su Qianhua, Ji Xingfeng tidak lagi berbicara, tapi hanya diam sambil mengangguk, tatapan matanya begitu dalam seperti laut, menatap ke kejauhan seolah dia ingin melampiaskan kebencian yang ada di dalam hatinya.


“Ternyata dia…” Su Qianhua masih tidak paham mengapa orang itu bukan Zhao Xueyan, melainkan Ratu Qin.


“Sekarang, apa kamu masih tertarik padanya?”


Su Qianhua menggelengkan kepalanya dengan refleks, kemudian menjawab dengan suara dan nada yang dingin: “Hal-hal yang indah tentu saja bagus, tapi aku tidak akan menyentuhnya jika hal itu tercemar dengan racun.”


Melihat tampilan tegas pihak lain, beberapa saat kemudian Ji Xingfeng baru menunjukkan senyum sarkastik.



Di sini lain, Yuya yang membawa Ye Wushuang ke ruangannya untuk beristirahat, diam-diam menatap Ye Wushuang di sepanjang jalan, ada tatapan iri dan juga keterkejutan di matanya.


Ye Wushuang merasa gadis kecil ini ingin melihatnya tapi malah tidak berani, karena itu Ye Wushuang berkata dengan canggung: “Yuya, apa ada sesuatu di wajahku?”


Gadis kecil itu panik dan buru-buru menggelengkan kepalanya lalu berkata: “Tidak ada, tidak ada, benar-benar sangat bersih.”


Ye Wushuang tersenyum tidak berdaya: “Lalu mengapa kamu terus menerus menatapku?”


Yuya menundukkan kepalanya karena malu, sepasang tangannya meremas pakaiannya sendiri lalu berkata: “Karena Nona sangat cantik, aku tidak bisa mengalihkan pandangan ketika menatap Nona, aku ingin terus menatapnya.”

__ADS_1


__ADS_2