Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 61 Tidak Pantas Aku Diperlakukan Seperti Ini


__ADS_3

Setelah mereka berdua pergi, Zhuo Ying pun melihat ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan penuh kasihan. Ia tidak bisa menjelaskan apa yang ia rasakan. Meskipun dia tidak sempat melihat wajahnya dengan jelas, tetapi tatapan mata Permaisuri ini saja, sudah cukup untuk membuat jantungnya berdebar kencang.


Dia ingat jelas malam ketika wanita cantik ini hadir di depannya. Sejak saat itu, gadis itu selalu muncul di dalam benaknya. Wanita ini sangat lembut dan tatapan matanya sangat jernih bagaikan bola kristal. Sosok wanita ini terlihat seperti wanita dalam sebuah lukisan cantik yang hadir di depannya. Bayangan dan suara wanita itu tidak bisa ia hapus dari benaknya, bayangan itu terus muncul di dalam kepalanya.


“Permaisuri, apa kamu baik-baik saja?” Zhuo Ying melangkah maju lalu menyentuh wanita yang diikat itu dengan penuh kekhawatiran.


Qin Ruoqin hanya tersenyum dingin, matanya terlihat kosong dan penuh rasa kecewa. Rambut hitamnya yang terurai panjang itu membuatnya terlihat cantik tetapi penuh dengan misteri.


Qin Ruoqin pun menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, “Aku tidak apa-apa.”


“Aku segera menurunkanmu, tahan sebentar ya.”


Melihat wajah Qin Ruoqin yang sepertinya tidak bisa lagi menahan rasa sakit itu, Zhuo Ying pun berusaha untuk membantunya.

__ADS_1


Qin Ruojiu terus menggelengkan kepalanya dan berkata dengan lembut, “Jangan … jangan … aku ini orang jahat, kalau kamu melepaskanku, kamu yang akan dihukum.” Suaranya terdengar sangat kecil dan lemah. Seperti seseorang yang sudah kehabisan tenaga.


Setelah mendengar kata-kata itu, Zhuo Ying pun menghentikan gerakannya lalu berkata, “Permaisuri, kamu tunggu aku sebentar. Aku segera meminta pertolongan pada Kaisar.”


“Tidak perlu, hukuman untuk kesalahan yang aku buat ini adalah hukuman mati. Terima kasih karena kamu sudah mau membantuku. Kita selalu bertemu di saat diriku tidak berdaya seperti ini , aku benar-benar merasa malu.” Teringat malam itu, dia juga disiksa oleh Kang Yong seolah dirinya ini bukan manusia. Kalau bukan karena Zhou Ying, mungkin ia sudah mati waktu itu. Dia tidak menyangka, kali ini dia akan bertemu lagi dengan Zhou Ying si keadaan yang tidak berdaya seperti waktu itu. Walau, Zhou Ying adalah orang yang paling rela berkorban untuk membantunya. Ini sungguh ironis.


“Permaisuri, kamu tidak perlu bicara lagi, Aku pergi menemui Kaisar sekarang juga dan mengusut kejadian ini sampai semuanya jelas. Aku yakin kita pasti bisa membuktikan kalau Permaisuri tidak bersalah.” Meskipun Zhou Ying sudah sering mendengar kabar buruk tentang Permaisuri, tetapi sejak pertama kali dia bertemu dengannya, Zhou Ying percaya Permaisuri bukanlah wanita seperti itu.


Tatapan matanya itu sangat polos, jernih dan tidak berdosa. Suci seperti salju di musim dingin, hangat seperti matahari di musim semi.


Di dalam benak Kangyong, dia sudah membuat keputusan untuk memberinya hukuman mati. Sekarang, tidak ada gunanya lagi meminta bantuan siapapun.


“Bisa, Permaisuri, tunggu aku sebentar….”

__ADS_1


Zhuo Ying benar-benar ingin menyelamatkannya.


Setelah mengatakan ini, dia pun berbalik dan berjalan pergi. Tetapi tanpa diduga, ketika dia menoleh ke belakang, dia melihat Kang Yong yang sedang berjalan ke arahnya dengan ekspresi yang sangat marah.


Kang Yong berjalan ke arahnya dengan secepat kilat. Ketika dia melihat ke arah Zhuo Ying, tatapan matanya itu tampak sangat dingin lalu dia berkata dengan nada marah, “Zhuo Ying kamu bilang kamu mau ketemu Kaisar, buat apa kamu mau bertemu Kaisar?”


Melihat Kaisar yang berjalan begitu cepat ke arahnya, Zhuo Ying pun langsung berlutut dan berkata, “Kaisar, masalah Permaisuri ….”


“Lancang, kamu tidak perlu ikut campur mengenai masalah ini, keluar!” Zhuo Ying adalah rekan kepercayaannya, selain menganggapnya sebagai komandan di dalam istana, dia juga menganggapnya sebagai teman yang paling bisa dipercayai. Dia selalu mengabulkan semua permintaan yang dia minta, tetapi tidak untuk masalah Qin Ruojiu. Walaupun Tuhan yang datang memohon padanya sekalipun, dia juga tidak akan mengabulkan permintaan itu.


“Kaisar ….”


“Aku menyuruhmu keluar!”

__ADS_1


“Komandan, kamu keluar saja, ada beberapa hal yang ingin aku katakan pada Kaisar!” Karena tidak ingin menyusahkan Zhuo Ying, Qin Ruojiu hanya bisa membohonginya untuk menyuruhnya pergi. Qin Ruojiu takut kalau Zhuo Ying tetap berada di sini, dia bukan hanya tidak dapat menyelamatkannya, tetapi dia mungkin akan terluka.


__ADS_2