Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 62 Ternyata Kamu Begitu Ingin Mati


__ADS_3

Melihat mereka berdua yang begitu serius, Zhuo Ying pun tidak bisa berbuat apa-apa. Dia benar-benar tidak bisa mengatakan apa-apa Dia hanya bisa menundukkan kepalanya dan berjalan keluar dari sana.


Setelah Zhuo Ying pergi, Kang Yong pun menatap Qin Ruojiu dengan tatapan yang sangat tajam lalu tersenyum dingin dan berkata, “Bagus! Sejak kapan kamu mulai memanfaatkan komandanku untuk membantumu?! Sampai-sampai dia bisa langsung berbalik dan meminta bantuan untukmu?!”


Qin Ruojiu yang masih diikat di atas kayu eksekusi itu pun tersenyum dingin dan menjawab, “Bukannya kamu mau membunuhku? bBnuh saja sekarang, kenapa masih bicara omong kosong?”


Kang Yong yang mendengar itu pun menaikkan bibirnya lalu berjalan beberapa langkah ke depan dan berkata, “Oh? Ternyata kamu sebegitu ingin mati? Yakin? Kalau begitu Kaisar tidak akan melakukan apa yang kamu mau inginkan.”


Selesai bicara, Kang Yong pun menarik rambut Qin Ruijiu ke belakang dan bertanya dengan nada kejam, “Katakan, sebenarnya apa yang kamu lakukan pada Yuanran?”


Qin Ruojiu pun mengeluarkan suara “Shh …”, menahan rasa sakit karena rambutnya yang dijambak Kang Yong. Mulutnya itu pun terbuka dan ia berusaha untuk bernafas.


“Aku tidak melakukan apa-apa.” Qin Ruojiu menjawab dengan nada dingin, menatap Kang Yong dengan tatapan tidak berdaya sambil menahan rasa sakit.


Kang Yong marah besar mendengar jawaban itu dan menarik rambutnya lebih keras lagi, “Sampah, sudah sampai seperti ini pun, masih tidak mau mengaku?”


“Aku sudah bilang, bukan aku yang melakukan ini!” Qin Ruojiu menjawab dengan suara dingin dan tatapan matanya itu dipenuhi dengan amarah.

__ADS_1


“Kamu ….” Saat itu Kaisar Zhaolie marah besar sampai tidak bisa berkata apa-apa. Dua bola matanya itu pun melihat tajam ke arah Qin Ruojiu. Setelah itu dia melepaskan rambut Qin Ruojiu dengan kasar dan mendorongnya.


“Sampah, berani-beraninya kamu mencelakai Yuanran! Kamu bahkan rela mempertaruhkan hidupmu demi mencelakainya! Baiklah akan aku buat kamu lebih menderita dan membuatmu berharap kamu cepat-cepat mati!”


Qin Ruojiu yang dipukul itu pun merasakan rasa sakit di kepalanya dan telinganya berdengung sejenak. Lalu beberapa detik kemudian, pandangan matanya pun mulai buram.


Tak lama kemudian dia pun kehilangan kesadarannya dan tidak lagi berusaha untuk menyelamatkan dirinya.


Kaisar Zhaolie tampaknya masih belum puas melampiaskan amarahnya. Melihat Qin Ruojiu yang tiba-tiba pingsan, wajahnya sekarang menjadi lebih kejam dari sebelumnya dan langsung memerintahkan petugas yang ada di sampingnya dengan marah, “Cepat kemari, tarik dia ke sel, lalu siram dia dengan air dingin sampai ia sadar. Aku akan datang lagi.”


Selesai bicara, Kaisar Zhaolie pun berjalan pergi dengan wajah masam.


Selain simpati, ia juga kasihan. Wanita ini datang untuk memperjuangkan cintanya, karena dirinya yang lemah, dia pun mudah dipermainkan dan dijebak orang lain. Ini benar-benar sangat kejam.


“Ah ….”


Hanya terdengar suara teriakan di dalam Pavilion Xiaoyang. Kaisar Zhaolie yang tidak berperasaan itu sudah berjalan sampai di luar, tetapi dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menoleh ke belakang.

__ADS_1


Tadi Tabib Liu memberitahukannya kalau penyakit Yuanran itu bukan hanya tidak bisa disembuhkan, tetapi mungkin bisa semakin parah. Mengingat itu, hati Kang Yong pun terasa suram.


Suara meringis kesakitan itu membuat Kang Yong merasa semakin tidak tenang. Mengapa sulit sekali baginya untuk memiliki seorang keturunan?


Dia terus mendengar suara wanita yang menjerit keras itu di telinganya. Kaisar Zhaolie yang sudah berada di luar Pavilion itu pun tidak bisa menahan diri lagi. Dia pun mengepalkan tangannya dan langsung meninju tembok yang ada di sampingnya. Para pelayan yang berada di sampingnya itu pun terkejut dan langsung berlutut dan berteriak, “Kaisar jangan marah, Kaisar jangan marah ….”


“Biarkan aku masuk, sebenarnya apa yang terjadi dengan Yuanran?! Aku ingin tahu!”


“Kaisar ….”


Awalnya pelayan yang ada di sana ingin menghentikan Kang Yong, tetapi ketika melihat tatapan mata Kang Yong yang begitu kejam dan sinis seolah bisa menghancurkan seluruh Pavilion Xiaoyang itu, para pelayan itu pun tidak berani melangkah maju dan menghalanginya.


“Peng ….” Suara pintu terbuka karena didorong kuat oleh Kang Yong.


Dia berdiri dengan penuh kharisma dan amarah di depan pintu itu. Dia terlihat seperti seorang dewa neraka yang baru turun ke dunia.


Saat melihat keadaan di kamar itu, semua orang pun tercengang.

__ADS_1


Kang Yong pun berjalan terhuyung-huyung karena melihat di lantai kamar itu, sudah berserakan kain putih yang dipenuhi dengan darah.


__ADS_2