Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 76 Adik Yang Paling Disayangi


__ADS_3

Setelah mendengar itu, Kang Yong pun melihat ke arah adik ke sembilannya yang masih mabuk asmara itu. Kemudian dia pun mengerutkan alisnya dan berkata, “Kalau, aku membuat wanita itu hidup bersamamu, apa kamu akan mau?”


Kang Yin pun tertawa dan berkata, “Kakak, bahkan sampai sekarang aku tidak tahu dimana dirinya, bagaimana bisa hidup bersama dengannya?”


“Heng, semua wanita yang ada di sini itu milikku, asalkan aku suka, wanita manapun bisa jadi milikkur. Adik kesembilan, kamu adalah orang yang paling aku sayangi, asalkan kamu menyukai wanita itu, aku akan memberikan wanita itu padamu.” Benar, kalau dengan cara menemukan seseorang yang mengerti tentang arti musik yang ada di dalam hati adiknya itu adalah satu-satunya cara untuk membuat Kang Yin bahagia, Tidak peduli seberapa besar pengorbanan yang harus dikeluarkan juga pasti akan ia lakukan untuk adiknya ini. Karena dia benar-benar sayang dengan adiknya.


“Kakak, kamu tahu, aku tidak suka memaksakan sesuatu untuk menjadi milikku. Karena ada beberapa hal yang memang bukan seharusnya menjadi milik kita!”


Pada saat itu, Kang Yong pun menatap ke arah Kang Yin dengan tatapan matanya yang sangat dalam. Lalu dia berkata dengan lembut, “Aku tidak akan memaksakannya, tetapi aku yakin, jika wanita itu bisa menjadi pengerti musik yang dimainkan oleh dirimu, aku yakin , tanpa dipaksa juga dia pasti akan bersedia untuk hidup bersamamu.”

__ADS_1


Setelah mendengar hal itu, Kang Yin pun terlihat sedikit kecewa. Lalu dia bertanya dengan sedikit penasaran, “Kakak apakah wanita itu benar-benar seperti yang kamu katakan?” Kenapa, Kang Yin merasa wanita itu bukan orang seperti itu?


“Heh, kalau tidak percaya, biar aku pergi mencari wanita itu.”


“Bagaimana mencarinya?”


“Mudah, adikku, sekarang kamu tiup seruling kamu dulu. Nanti kalau ada suara orang bermain guqin, Kaisar akan pergi mencari asal suara alat musik itu dan pergi mencari wanita itu.”


Kaisar Zhaolie pun mengerutkan keningnya lalu berkata dengan nada tidak senang, “Kalau dia tidak muncul, aku akan mengumpulkan semua wanita di istanaini, lalu menyuruh mereka satu persatu memainkan guqin. Dengan begitu, kamu pasti bisa menemukanwanita itu.”

__ADS_1


“Kakak… sepertinya ini bukan ide yang bagus …” Meskipun dia merasa berterima kasih kepada kakaknya ini, tetapi dia tahu, cara ini bukanlah sebuah cara yang bijaksana. Karena dengan cara ini dia akan menakuti wanita cantik itu. Kalau itu benar-benar terjadi, kedekatan mereka lewat musik yang begitu indah itu pasti akan hancur.


“Kalau tidak mau begitu, hari ini wanita itu harus muncul di depanku, kalau tidak bagaimana bisa aku hanya duduk diam berpangku tangan begitu saja.”


“Kakak….” Awalnya Kang Yin cuman mau meminta kakaknya untuk memikirkan jalan keluar untuknya. Tetapi setelah mengetahui karakter kakaknya yang seperti itu, Kang Yin tahu kakaknya pasti akan melakukan apa yang dia katakan. Asalkan dia sudah memutuskan sesuatu, tidak peduli apakah hal itu akan melukai banyak orang, ia pasti akan tetap dia lakukan.


“Adikku, kamu tenang saja. Apa yang aku lakukan ini, semua demi kebaikanmu. Sekarang, kamu tiup serulingmu, aku akan mencari sumber suaranya.”


Melihat kakaknya yang sudah memberikan ekspresi yang tegas, Kang Yin pun tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak berani menolak permintaannya. Kang Yin terlihat sedikit ragu-ragu, dia tahu tidak ada yang bisa menggoyahkan tekad kakaknyasaat ini. Lalu dia pun mulai meniup serulingnya dengan perlahan.

__ADS_1


Kang Yin pun menarik nafas dalam-dalam. Dia bahkan merasa sedikit menyesal karena dia memberitahukan hal ini kepada Kaisar. Kemudian, dia pun memegang seruling itu dan meniupnya dengan perlahan. Suara seruling itu sangat merdu, membuat suasana di sana menjadi terasa semakin indah dan hangat.


Terutama suasana di kolam yang sunyi yang terdapat di jauh sana. Suara seruling ini seakan menaburkan cahaya perak dari pantulan matahari yang dipantulkan ke atas air yang ada di atas kolam itu. Perpaduan antara suara seruling itu dan pancaran cahaya perak itu terlihat begitu senada, membentuk pemandangan yang begitu elegan.


__ADS_2