
Hello! Im an artic!
Tapi Ye Wushuang tidak paham mengapa dirinya harus mengucapkan kata-kata seperti itu. Jelas-jelas semua itu adalah milik Qin Ruchen, tidak ada hubungannya dengan Ye Wushuang. Tapi di alam bawah sadarnya, terdapat beberapa kata dan juga beberapa kebencian yang tanpa sadar dikeluarkannya.
Tampaknya selain ingatan, pemilik tubuh ini juga meninggalkan banyak emosi negatif untuknya.
Hello! Im an artic!
“Karena Kaisar merasa bahwa semua itu adalah kesalahanku, maka aku juga tidak ingin berdebat terlalu banyak, ini sudah sangat larut, Kaisar lebih baik kembali dan beristirahat.”
Qin Ruchen menunduk dan tidak berbicara, tapi itu malah membuat Ji Xingyun yang sedang menagamuk merasa sangat tidak nyaman. Seolah apa yang baru saja dikatakannya tadi hanyalah rengekan seorang anak kecil. Ketenangan Qin Ruchen seolah sedang memberitahunya, pergilah jika sudah selesai membuat masalah.
Qin Ruchen yang tiba-tiba berubah menjadi aneh seperti ini benar-benar membuat Ji Xingyun tidak bisa memahaminya, sekarang Qin Ruchen sudah begitu menyedihkan dan terpuruk, seharusnya Qin Ruchen akan berusaha untuk menyenangkan dirinya. Tapi kenapa Qin Ruchen masih mengusirnya pergi lagi dan lagi? Apa Qin Ruchen benar-benar membenci dirinya? Bahkan jika Qin Ruchen membencinya, seharusnya tidak akan menunjukkannya dengan terlalu jelas seperti ini karena nyawanya itu masih berasa di tangannya.
__ADS_1
Yang paling membuat Ji Xingyun kesal adalah dirinya bisa dengan mudah melihat ekspresi penolakan di tatapan matanya, Qin Ruchen tidak terlihat senang semenjak kemunculannya, tampilannya itu seolah melihat orang yang menerobos masuk di tengah malam. Tedapat kewaspadaan dan juga sedikit rasa kritis akan bahaya.
Hello! Im an artic!
Ji Xingyun berkata: “Qin Ruchen, apa kamu sedang memainkan trik padaku?”
“Aku tidak mengerti.” Jawab Qin Ruchen dengan acuh.
Ji Xingyun mencibir: “Parasmu telah dirusak olehku, tidak bisa lagi membangkitkan minatku, aku datang menemuimu malam ini hanya untuk melihat dengan mata kepalaku sendiri betapa menyedihkannya dirimu.”
“Kamu……”
“Ahh–”
__ADS_1
Detik berikutnya, Ye Wushuang yang masih belum bereaksi sudah digendong oleh seseorang.
Tubuh Qin Ruchen sangat ringan, Ji Xingyun awalnya hanya ingin menakutinya, tapi tidak disangka langsung bisa menggendongnya dalam satu gerakan, dan lagi kelembutan ini membuat Ji Xingyun merasa tidak rela. Ji Xingyun menundukkan kepalanya dengan penuh kemenangan, menatap mata Qin Ruchen yang panik, terdapat aroma yang belum pernah diciumnya yang memasuki indera penciumannya.
Menjadi suami istri selama 3 tahun, semua jenis aroma yang digunakan Qin Ruchen itu berdasarkan pada kesukaannya.
Dan ini adalah pertama kalinya Ji Xingyun mencium aroma yang tidak diaplikasikan untuk menyenangkannya. Aroma ini merupakan aroma harum yang terkuar dari dalam tubuh seorang wanita, begitu murni, alami, dan juga memabukkan, sangat dapat memicu hasrat dalam tubuh seorang pria dengan sangat baik.
Ji Xingyun tidak pernah berpikir dirinya masih akan menyentuh Qin Ruchen, tapi pada saat ini dirinya benar-benar sangat menginginkannya secara tidak terkendali.
Setelah kepanikan sesaat, Ye Wushuang dengan cepat melihat hasrat keinginan yang mengambang di tatapan mata Ji Xingyun, Ye Wushuang tidak paham apa yang salah dengan pria ini, ada begitu banyak Selir cantik di Istana tapi pria ini tidak ke sana dan malah datang ke tempatnya. Tindakannya sebelumya itu adalah untuk menyiksanya dan mempermalukannya, itu tidak masalah. Tapi sekarang, Ji Xingyun menggendongnya seperti ini dan juga tatapan mata seperti ini, sebenarnya apa yang ingin dilakukannya?
Apa Ji Xingyun lupa bahwa paras Qin Ruchen dihancurkan sendiri olehnya, dan juga Ji Xingyun sendiri yang membunuh putra mereka dan akhirnya mengurung Qin Ruchen di Istana yang tenang dan juga dingin ini?
__ADS_1
Bagi Ye Wushuang, meskipun semua ini tidak menyebabkan keluhan yang berat untuknya, tapi bagaimanapun juga korbannya sudah meninggal, dirinya hanya seorang pengganti. Tidak mengeluh bukan berarti dirinya tidak takut. Ya, jauh di dalam lubuk hatinya, Ye Wushuang sangat tidak ingin memiliki keterlibatan dengan Kaisar berdarah dingin di depannya ini, terutama keterlibatan dalam hal semacam ini.
Saat ini, setelah berjuang sekuat tenaga dan sama sekali tidak ada hasilnya, Qin Ruchen didorong ke atas ranjang oleh Ji Xingyun dengan kejam. Tubuh Ji Xingyun tinggi besar, tubuh itu menekan tubuh Qin Ruchen yang kecil dan lemah hingga terengah-engah.