
Hello! Im an artic!
Mendengar ucapan penuh ketidakberdayaan yang diucapkan Yuya, Ye Wushuang tersenyum samar dan berkata: “Perasaan bertepuk sebelah tangan. Semua hal di dunia ini memang tidak ada yang sempurna.”
“Benar, tapi Putri Yongping sepertinya tidak mengerti maksud Pengeran Ping, kali ini tidak tahu berapa lama dia akan tinggal di kediaman Pangeran Ping ini.”
Hello! Im an artic!
“Cukup lakukan pekerjaanmu saja, untuk apa kamu begitu kesal mengenai berapa lama dia tinggal di sini?”
Yuya menopang dagunya, menangkup wajahnya lalu berkata sambil menghela nafas: “Karena Putri Yongping itu benar-benar memiliki temperamen yang sangat buruk, semua orang di kediaman ini benar-benar sangat ingin dia cepat pergi.”
“Bersabarlah.”
Mendengar suara penghiburan yang lembut milik Ye Wushuang, Yuya dengan enggan menerima sambil menganggukkan kepalanya, tapi tidak lama kemudian Yuya seakan teringat akan sesuatu, raut wajahnya terlihat sedikit suram dan berkata: “Nona Wushuang, aku tidak takut pada hal lain, aku hanya ingin tahu, meskipun dia telah salah paham padamu, tapi apa dia akan tetap mencari masalah denganmu?
Hello! Im an artic!
“…”
Ye Wushuang terpaku ketika mendengar pertanyaan ini, memikirkan ekspresi Yongping yang begitu marah ketika mengejar dan ingin membunuh dirinya kemarin, dan juga senyum aneh yang diulasnya ketika dia pergi, Ye Wushuang seketika juga sedikit bingung.
Setelah ragu-ragu sejenak selama 3 detik, Ye Wushuang lalu berkata dengan kesal: “Sudahlah, lihat dan mengambil jalan selangkah demi selangkah saja.”
__ADS_1
“Tapi……”
Yuya setengah jalan mengucapkan kata-katanya, tapi pada akhirnya malah tidak menyelesaikan ucapannya dan hanya membuka mulutnya lebar-lebar, ketika Ye Wushuang hendak bertanya pada Yuya mengenai apa yang ingin dikatakannnya, tiba-tiba ketika mengalihkan pandangannya, Ye Wushuang malah melihat sosok yang tidak seharusnya muncul di sana.
Seperti kata pepatah, tidak membicarakan orang di siang hari dan juga tidak membicarakan hantu di malam hari, ketika sedang membicarakan seseorang, orang itu malah tiba-tiba muncul.
Sesosok berpakaian merah dan memakai riasan mewah dengan arogan muncul di pandangan Ye Wushuang.
Kenapa dia datang kemari…
“Yuya memberi hormat pada Putri Yongping!”
Melihat wanita cantik berpakaian merah yang sudah berjalan menghampiri sebelum mereka menyadarinya, Yuya segera menyimpan kembali senyumnya dan memberi salam dengan hormat padanya.
Putri Yongping juga tidak berbicara, dia hanya melirik sekilas ke arah Ye Wushuang, tatapan matanya dipenuhi dengan senyum sarkastik, diam-diam terdapat aura membunuh yang melintas dalam sekejap dalam tatapan mata itu.
“Ye Wushuang bukan?”
Putri Yongping menyebut nama Ye Wushuang dengan ringan dan juga dengan nada yang dalam, seolah dia memiliki motif tersembunyi.
Ye Wushuang mengangkat dagu putihnya, menatapnya dengan tidak takut.
“Huh, kamu masih memiliki keberanian untuk menatapku seperti itu, nyalimu itu benar-benar cukup besar.”
__ADS_1
Putri Yongping berkata dengan dingin, terdapat sedikit ketidaksabaran di sepasang mata yang menawan itu.
“Bukankah mata memang digunakan untuk melihat segala sesuatu di dunia? Jika Tuan Putri tidak ingin aku melihatnya, lalu mengapa repot-repot muncul lagi di hadapanku?”
“Kamu…beraninya kamu membalas perkataanku?” Tidak disangka pihak lain berani berbicara seperti itu padanya, raut wajah Putri Yongping seketika berubah, sepasang matanya itu menatap Ye Wushuang dengan marah, mengulurkan tangan kanannya lalu berteriak ke arah pria yang ada di belakangnya dan berkata: “Dia, aku menginginkannya.”
Kepala pelayan itu adalah seorang pria anggun berusia 30 tahunan, dengan penampilan yang lembut dan penurut, merupakan tipe orang yang tidak akan berani melawan jika ditindas oleh orang lain.
“Putri Yongping, dia … dia tidak bisa … dia tidak bisa …”
“Kenapa tidak bisa? Bukankah dia juga orang di kediaman ini?”
“Benar, tapi…”
“Tapi apa? Cepat katakan!” Putri Yongping menoleh, wajahnya yang menawan menatap ke arah kepala pelayan yang lembut itu dengan sedikit agresif, seketika langsung membuat pihak lain terkejut dan berkeringat dingin.
“Nona Ye ini bukan pelayan di kediaman Pangeran Ping.”
“Jika bukan pelayan, lalu apa dia itu adalah Tuan Putri?”
“Ini……”
Melihat kepala pelayan itu tidak dapat berkata-kata, Putri Yongping tidak bisa menahan senyum bangganya, Putri Yongping menatap Ye Wushuang dengan tatapan arogan dan juga dingin: “Huh, aku memilihmu.”
__ADS_1