Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 12 Angkuh Dan Tidak Sopan


__ADS_3

Setelah mengetahui Qin Ruojiu datang, dia pun segera meletakkan gelas lalu melangkah kecil dan memberi hormat kepada Permaisuri, “Yuanran memberi hormat kepada Yang Mulia Permaisuri,” nadanya tidak merendah dan tidak angkuh, melainkan sopan dan santun.


Qin Ruojiu meliriknya, dia merasa wanita ini bagaikan teratai yang tidak tercemar oleh lingkungan, sangking cantiknya, ia membuat orang ingin memeluknya dan menyayanginya. Pantas saja Kaisar Zhaolie begitu suka padanya, karena dia memang cantik dan berperangai baik.


Ia berpikir, “Jika aku membuka cadar hitamku, apakah aku juga akan secantik dia? apakah Kaisar Zhaolie juga akan memperlakukanku seperti dia?”


Sayang sekali, Qin Ruojiu sudah bersumpah, sebelum sang Kaisar jatuh cinta padanya, dia tidak akan membuka cadar hitam ini.


Beberapa saat kemudian, Qin Ruojiu menunduk dan mengangguk, “Selir Mulia Zhao, tidak usah sungkan, silahkan duduk!”

__ADS_1


Wanita itu menyahut dan memberi hormat lagi barulah ia duduk dengan anggun. Kemudian berkata dengan penuh senyuman, “Aku semalam sakit kepala, sehingga pagi ini terlambat bangun. Mohon Permaisuri tidak menyalahkan aku.”


Begitu melihat senyuman yang ramah, hati Qin Ruojiu pun merasakan kehangatan, sepertinya sudah lama, tidak ada orang yang begitu ramah padanya.


Di dalam ingatannya, selain Qi’er, tidak ada orang yang mau mendekatinya. Orang-orang asing yang melihatnya hanya akan merasa jijik dan takut. Baru pertama kali, ada orang yang ingin berbincang dengan dia dengan ramah.


Qin Ruojiu pun membalas dengan senyuman, “Tidak apa-apa. aku juga baru bangun dan siap-siap. Kedatangan Selir Mulia Zhao tepat pada waktunya.”


“Iya,tanya saja pada dayangku, Lu’Er, dia yang barusan membantuku berdandan!” usai berkata, Qin Ruojiu pun menunjuk Lu’Er. Lu’Er memberi hormat lalu menjawab, “Izin menjawab Yang Mulia Selir, semua kata-kata Permaisuri memang benar.”

__ADS_1


Zhao Yuanran pun tertawa, “Kalau begitu memang pas sekali. Apakah Selir Lan dan Selir Zhen belum ke sini?” jika dihitung waktu, seharusnya waktu memberi hormat kepada Permaisuri sudah lewat.


Begitu mengungkit Selir Lan dan Selir Zhen, Qin Ruojiu pun menjadi tidak tahu harus jawab apa.


“Mungkin mereka akan datang nanti!” Qin Ruojiu tahu bahwa statusnya akan membuat orang merasa takut. Mereka yang tidak datang, justru membuat Qin Ruojiu merasa rileks. Sebaliknya, jika bertemu dengan mereka, dia juga tidak tahu harus bagaimana menghadapi mereka.


Selir-selir di istana selalu berebutan kasih sayang, nada bicaranya juga menusuk, pemikirannya susah ditebak, orang biasa akan susah hidup bersama mereka.


“Oh…” karena Qin Ruojiu menghindar, Zhao Yuanran pun tidak bertanya lagi, ia hanya mencicip teh di hadapannya. Tebakannya dengan, sifat Selir Lan dan Selir Zhen sangat angkuh dan merasa hebat, mungkin mereka merasa tidak perlu memberi hormat kepada permaisuri lagi. Sungguh keterlaluan dan tidak tahu peraturan istana.

__ADS_1


Di saat dia merasa tebakannya benar, tiba-tiba terdengar suara yang tajam dan tidak senang datang dari arah pintu, “Bukannya aku sudah datang? Kalau tidak datang memberi hormat kepada Permaisuri adalah dosa besar, Zhen’er tidak berani lalai.”


__ADS_2