Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 609 Apa Nona Sedang Menolak?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Pria di hadapannya ini sangat bermartabat dan tampan, sepasang mata gelapnya itu sudah seperti bintang yang bersinar di malam hari. Pada saat ini She Jingtian sedang menatapnya dengan bermartabat, membuat Ye Wushuang sedikit banyak juga merasa bingung: “Apa Tuan masih memiliki urusan lain?”


She Jingtian akhirnya berhenti berpura-pura bersikap rendah hati, dirinya mengambil sikap yang konsisten dan tegas, wajah tampannya itu seketika berubah menjadi dingin dan tegas.


Hello! Im an artic!


“Aku bukan orang yang bertele-tele, melihat kepribadian Nona yang cukup lugas, jadi aku akan mengatakannya secara langsung. Aku merasa bahwa Nona Wushuang sangat pintar, merupakan orang berbakat yang bisa dipertahankan di sisiku. Tidak banyak orang yang bisa membuatku begitu menghargainya, ditambah lagi Nona Wushuang juga tidak memiliki keluarga dan tempat untuk pulang, mengapa Nona tidak bekerja saja di bawah perintahku, aku pasti akan membuat Nona terbebas dari kekhawatiran dalam kehidupan ini.”

__ADS_1


Ketika mengatakan ucapan ini, tatapan mata She Jingtian yang gelap itu terlihat tulus dan pasti, raut wajahnya yang tampan itu sangat tegas, tapi kesombongan dan ekspresinya yang dingin itu membuat orang lain merasa sedikit tidak nyaman.


Ye Wushuang mengerti bahwa She Jingtian benar-benar tulus ingin mempertahankan dirinya, tapi dirinya juga dapat melihat bahwa tatapan mata She Jingtian yang terlalu percaya diri itu sudah seperti seolah dia sedang memberikan hadiah padanya.


Ye Wushuang tidak menyukai perasaan seperti ini, dirinya tahu dengan sangat jelas bahwa jika berada di bawahnya maka dirinya akan dikendalikan olehnya sepanjang hidup. Kemudian ketika mengingat kembali dirinya dipersulit oleh She Jingtian dalam perjalanannya ke Aula Jubao, tidak sulit untuk menebak bahwa pria ini adalah orang yang memiliki pemikiran dalam dan juga merupakan orang yang licik.


Hello! Im an artic!


Jika dikatakan dengan terus terang, dia ingin bertemu dengan orang kecil seperti Ye Wushuang dengan statusnya saat ini, itu tidak lebih hanya sekadar karena dirinya bisa mengubah sutra milik He Laosan yang sudah kehilangan nilainya menjadi pakaian yang memiliki nilai tinggi. Ditambah dengan tes kecil di perjalanan tadi, bisa dilihat bahwa dirinya memiliki manfaat bagi She Jingtian.

__ADS_1


Terhadap pria seperti ini, Ye Wushuang tidak berpikir dirinya bisa menjadi wanita yang benar-benar bisa diperlakukan olehnya dengan tulus, selain itu Ye Wushuang memang tidak ingin berurusan dengan orang-orang dengan pikiran yang terlalu rumit.


Karena itu Ye Wushuang tidak banyak berpikir, hanya menatap dengan mata jernihnya dan menjawab dengan tenang: “Terima kasih atas apresiasi Tuan Penguasa Kota, aku sudah terbiasa dengan kehidupan yang bebas dan juga aku tidak suka terlibat. Dan lagi dengan kekuasaan Tuan Penguasa Kota, ada begitu banyak orang berbakat di sekitar Tuan, tidak ada bedanya jika aku ada atau tidak bukan.”


She Jingtian terkejut untuk beberapa saat, wajah tampannya itu sedikit mengernyit, butuh waktu lama sebelum She Jingtian bertanya dengan nada yang dalam: “Apa Nona sedang menolak?”


Ye Wushuang tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya tersenyum dalam diam, bisa dikatakan itu sudah merupakan pernyataan sikapnya.


“Apa kamu tahu? Kamu adalah orang pertama yang menolakku.” She Jingtian berkata dengan nada dingin, pupil hitamnya dengan jelas menunjukkan ketidakpuasan.

__ADS_1


Melihat raut wajahnya, Ye Wushuang lalu berkata: “Aku percaya dengan sikap besar hati milik Tuan Penguasa Kota, Tuan tidak mungkin akan memaksa dan menyulitkan orang lain bukan?”


Tidak hanya memaksa dan menyulitkan, terhadap orang yang mundur di depannya, She Jingtian akan memerintahkan orang lain untuk menempatkan orang itu di penjara bawah tanah selama tiga hari, menjatuhkan berbagai hukuman pidana pada orang itu hingga orang itu setuju di bawah kondisi putus asa. Tapi sekarang, wanita ini tidak hanya menolaknya di hadapannya, wanita ini juga mengunakan kalimat pertanyaan dengan kata-kata seperti itu padanya. Ini tidak hanya tidak memberikan kehormatan padanya sebagai sang Tuan Penguasa Kota, tetapi juga memaksanya untuk menelan semua yang ingin dilakukannya ke dalam perutnya.


__ADS_2