Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 428 Akan Menyulitkanmu Untuk Sementara Waktu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bei Fengchen sedikit terkejut, dirinya mengerti bahwa Leng Bingxin pasti salah paham akan niatannya. Ketika dirinya ingin menemukan alasan untuk menjelaskan, tapi setelah berpikir lagi, Bei Fengchen telah menjadi orang yang tidak bisa dipercaya di dalam hati Leng Bingxin, bahkan jika menjelaskan, bagi Leng Bingxin itu hanya sikap yang berlebihan dan juga berpura-pura, sama sekali tidak berguna.


Melihat pihak lain tidak berbicara, Leng Bingxin menjadi semakin yakin akan fakta yang dipikirkannya. Saat ini, Leng Bingxin menekankan nada suaranya: “Pangeran bisa merasa tenang sekarang, jika sudah merasa tenang maka silakan Pangeran kembali dan beristirahat!”


Hello! Im an artic!


“Tunggu…” Bei Fengchen bergegas mengangkat tangannya dengan panik, ada kilatan kecemasan yang terlintas di pupil mata hitam itu.


“Apa Pangeran memiliki urusan lain?” Tanya Leng Bingxin dengan dingin.


“Selama periode waktu ini, mungkin akan menyulitkanmu untuk sementara waktu!”

__ADS_1


“Aku tidak mengerti apa maksud Pangeran!”


Hello! Im an artic!


“Ziyue akan segera menjadi orang milik Pangeran Mahkota, jadi kuharap kamu bisa lebih memakluminya saat ini!”


“…” Leng Bingxin terpaku pada awalnya, meskipun sudah mendengar kabar angin, tapi dirinya tetap saja masih terkejut ketika hal ini terjadi secara tiba-tiba. Leng Bingxin tidak menyangka Bei Fengchen benar-benar akan melepaskan Ziyue. Bei Fengchen berkata untuk memaklumi Ziyue, takutnya demi tujuan besarnya, sekarang sepertinya bei Fengchen juga sedang memaklumi dirinya bukan?


Ya, ini merupakan sifat pria yang paling brengsek, ketika dia membutuhkanmu maka dia bisa memperlakukanmu layaknya harta, ketika dia membuangmu maka dia bisa memperlakukanmu layaknya rumput!


Seiring dengan pertanyaannya, Leng Bingxin sedikit berbalik, tatapan matanya yang dingin itu menyembunyikan cahaya redup.


Leng Bingxin berkata: “Apa kamu benar-benar akan memberikan Ziyue pada Pangeran Mahkota?” Ketika menanyakan hal ini, Leng Bingxin menatap lekat pada Bei Fengchen, terdapat nada permohonan dan pengharapan dalam nada suaranya.

__ADS_1


Bulan tiba-tiba bersembunyi di balik awan, wajah putih dan tampan Bei Fengchen terlihat samar pada saat ini.


Leng Bingxin tidak bisa menghadapi wajah itu, jadi dia hanya bisa menoleh ke samping, ya, yang diharapkannya adalah apa Bei Fengchen bisa mengubah pikirannya di saat-saat terakhir.


“Mustahil!” Ketika kata itu diucapkan, itu sudah seperti guntur yang membombardir hatinya tanpa peringatan. Menenggelamkan seluruh pengharapan terakhirnya sudah seperti banjir yang langsung menenggelamkan segalanya. Ya, dirinya seharusnya tidak boleh memiliki harapan seperti itu, tidak boleh berpikir bahwa pria di hadapannya ini setidaknya akan menyerah pada yang diinginkannya karena mengasihani wanita yang mencintainya.


Setelah kalimat itu diucapkan, Leng Bingxin perlahan berbalik, sepasang mata jernih dan dingin yang tak tertandingi itu kembali muncul di depan Bei Fengchen.


Bahkan meski tidak bisa melihat wajah itu, tapi matanya itu sudah seperti bintang di malam yang gelap, begitu terang dengan sedikit cahaya dingin, tatapan ini muncul berkali-kali di dalam mimpinya. Mata jernih itu hanya perlu mengerjap pelan, itu sudah seperti cahaya teratai es yang mekar dalam sesaat, terdapat aliran jernih dari salju yang mencair dari pegunungan, dan juga terdapat perasaan rona tersipu ketika menundukkan kepala, di saat bersamaan juga mengandung dingin mutlak pada malam ini.


Bei Fengchen tahu bahwa sifat Leng Bingxin sangat dingin, tidak menyukai keramaina dan juga tidak banyak bicara. Sejak Pangeran Mahkota datang hari itu, sejak kebenaran menjadi jelas, Bei Fengchen tahu bahwa dirinya telah menyakitinya. Dan juga sejak hari itu Bei Fengchen juga sangat sulit untuk bertemu dengannya, kecuali dalam kondisi sengaja tidak memberitahu Leng Bingxin. Terkadang, Leng Bingxin sengaja menghindarinya. Meskipun Leng Bingixn adalah yang paling buruk di antara para wanita cantik yang dibawa pulang olehnya, tapi auranya yang dingin dan mulia itu tidak dapat diabaikan. Bei Fengchen tahu bahwa Leng Bingxin yang dulu sudah pasti bukan orang biasa.


Leng Bingxin berkata: “Apa Pangeran tahu siapa orang yang paling disukai oleh Ziyue?”

__ADS_1


Bei Fengchen menundukkan kepalanya dalam diam, telapak tangan besar di balik pakaiannya itu sedikit mengepal. Setelah beberapa saat, dia mendengus dengan dingin dan berkata: “Karena adalah orangku maka tidak boleh ada cinta.”


“Tapi dia sudah jatuh cinta padamu, apa kamu juga akan memberikannya pada orang lain?” Leng Bingxin melangkah maju dengan enggan, terdapat semacam amarah yang mempertanyakan di tatapan matanya yang dingin itu.


__ADS_2