Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 363 Sampai Mati Pun Menolak Untuk Pergi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Senang? Pangeran ke-9 akan pergi besok, Permaisuri bahagia? Kenapa?” Yan’er mengerutkan kening dan bertanya dengan heran.


“Aku senang dia akhirnya bisa meninggalkan tempat yang membuatnya sesak ini, sekarang dia bisa seperti elang yang terbang dan bernafas bebas di langit, keinginannya sudah menjadi kenyataan, mulai sekarang dia bisa seperti kuda liar yang bebas dan hidup di padang rumput hijau, melewati hidup seperti yang diinginkannya!”


Hello! Im an artic!


Bisa dilihat ada kelembutan dan senyum terharu di ekpresi Permaisuri, Lu’er tahu bahwa Permaisuri merasa bahagia untuk Pangeran ke-9.


Hanya saja Permaisuri tidak pernah memikirkan dirinya sendiri, Pangeran ke-9 sudah pergi tapi Permaisuri malah masih tidak bisa lepas dari lautan penderitaan.


Kehidupan di istana akan semakin sulit di kemudian hari. Rumor terakhir sudah tersebar di mana-mana, tidak ada orang yang tidak tahu.


Lu’er yang berada di tempat penuh kegelisahan ini sepanjang hari, dirinya selalu merasa takut, takut suatu hari nanti Kaisar benar-benar akan menikahi seorang Putri dari negara lain, takut pada hati itu Permaisuri mereka yang baik hati, polos dan cantik ini akan tinggal di kedalaman Istana untuk selamanya.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Qin Ruojiu, Yan’er dan Luer bersama-sama pergi ke kuburan Xiao Huan untuk mendoakannya.


Di saat bersamaan, Qin Ruojiu juga membakar uang kertas dan juga surat di tangannya untuk Xiao Huan.


Karena yang ada di sisi mereka, hanya Xiao Huan dan Pangeran ke-9 saja yang benar-benar sudah bebas.


Meskipun 1 orang sudah meninggalkan mereka namun yang 1 lagi masih hidup. Tapi mereka hidup dengan bahagia, mereka tidak terkekang, jiwa mereka bebas, seberapa besar hati mereka maka tempat yang mereka tuju juga akan sebesar itu. Seberapa luas pandangan mereka maka tempat yang bisa mereka datangi juga sangat luas.


Dalam surat itu, perasaan Pangeran ke-9 padanya masih tidak berubah, hanya saja dia melampiaskan semua perasaan yang disembunyikan sebelumnya itu di atas kertas.


Di persimpangan terakhir mereka, di perpisahan terakhir, Pangeran ke-9 tidak lagi menyembunyikan hatinya.


Tapi ketulusannya itu hanya bisa menjadi berkah perpisahan di saat-saat terakhir.

__ADS_1


Karena dalam hidup ini, mereka memiliki terlalu banyak ketidakberdayaan, terlalu banyak ketidakmungkinan. Tidak bisa membuat akhir cerita yang sempurna, juga tidak bisa membuat akhir cerita menjadi terlalu sedih. Pada akhirnya hanya bisa mengucapkan selamat tinggal dengan cara seperti ini.


Setelah kembali ke Istana Fengyi, beberapa pelayan Istana bergegas menyambutnya, setelah melihat Qin Ruojiu, mereka lalu berkata dengan panik: “Permaisuri, ada seorang Pangeran yang ingin bertemu denganmu…”


Setelah mendengarnya, Qin Ruojiu tampak sangat terkejut dan berkata: “Pangeran? Siapa?” Apa mungkin itu Kang Yin? Mustahil, tidak mungkin pelayan di Istana ini tidak mengenal Pangeran ke-9 yang sangat disayang oleh Kaisar. Tapi jika bukan Kang Yin, lalu siapa Pangeran yang bisa datang mencarinya?


Kedua pelayan kecil itu juga menggelengkan kepala mereka dengan ekspresi bingung: “Kami juga tidak mengenal Pangeran itu, Pangeran itu juga terlihat asing.”


“Apa mungkin salah mencari orang? Sekarang ini saat yang kritis, jadi lebih baik Permaisuri tidak bertemu dengannya!” Lu’er maju dan menyarankan dengan suara pelan.


Lagipula hubungan antara Permaisuri dan Kaisar sudah tidak baik, jika muncul lagi seorang Pangeran asing dan muda lainnya, maka masalah ini akan menjadi semakin rumit.


Qin Ruojiu terdiam beberapa saat setelah mendengar ucapan Lu’er, lalu mengangguk pertanda dirinya setuju.


Pelayan Istana yang berada di sebelah lalu berkata dengan kesulitan: “Permaisuri, kami awalnya berpikir Pangeran itu salah mencari orang, ingin memintanya pergi. Tapi Pangeran itu bersikeras tidak pergi, dia berkata bahwa dia adalah kenalan lama Permaisuri, dia berkata jika dia tidak bertemu dengan Permaisuri maka sampai mati pun menolak untuk pergi.”

__ADS_1


“Sampai mati pun menolak untuk pergi?” Qin Ruojiu sedikit terkejut, masalah apa yang membuat pihak lain itu begitu gigih?


__ADS_2