Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 230 Ada Begitu Banyak Masalah


__ADS_3

Melihat Permaisuri menatap mereka berdua dan tidak berbicara untuk sekian lama. Dan lagi ekspresinya itu begitu serius dan tegas, yang belum pernah terlihat sebelumnya, kedua gadis kecil itu mengira mereka telah melakukan sesuatu yang salah, mereka merasa sedikit panik. Keduanya menggosok telapak tangan mereka masing-masing, menatap sekeliling dengan mata mereka.


Pada saat ini, Lu’er tahu bahwa Permaisuri kembali kehilangan fokus, jadi dia kemudian memanggil dengan suara pelan “Permaisuri…”


Qin Ruojiu kemudian baru mengangguk, menatap kedua gadis itu seolah-olah sudah bertekad dan berkata: “Xiao Huan, Yan’er, apa kalian menyukai kehidupan di Istana?” Qin Ruojiu bertanya dengan lembut, meskipun Qin Ruojiu sangat ingin membawa mereka berdua pergi, tapi Qin Ruojiu merasa dirinya harus menghormati pendapat mereka berdua, apakah mereka ingin pergi atau tidak.


Ketika Qin Ruojiu menanyakan hal ini secara tidak terduga, kedua gadis kecil itu sedikit bingung, untuk sekian lama mereka masih terpaku.


Lu’er kemudian berkata dengan suara pelan: “Permaisuri hanya ingin bertanya apa kalian menyukai Istana atau tidak, apa kalian tidak bisa menjawab pertanyaan yang begitu sederhana?”


Bagaimanapun Yan’er lebih tua dibanding Xiao Huan, jadi dia bereaksi lebih cepat, dia bergegas mengangguk dan berkata: “Permaisuri sangat baik pada kami, kami sangat menyukai kehidupan di sini.”


Setelah Xiao Huan mendengarkan, dia juga mengangguk dan berkata: “Benar, Permaisuri jauh lebih baik dibanding majikan biasa, kami menyukai Permaisuri, ingin terus bersama dengan Permaisuri.”

__ADS_1


Qin Ruojiu mengangguk setuju, hatinya merasa sedikit terharu, setelah menenangkan perasaannya selama beberapa saat, Qin Ruojiu kemudian berkata pelan: “Jika aku tidak ada di sini, apa kalian masih menyukainya?”


Ketika kata-kata itu diucapkan, kedua gadis kecil itu tidak tahu maksud dari Qin Ruojiu. Keduanya menatap satu sama lain dan terlihat bingung.


“Permaisuri bagaimana mungkin tidak ada di sini? Apa Permaisuri akan pergi?” Xiao Huan yang bertanya lebih dulu.


Pada saat ini Yan’er juga berkata menambahkan dengan suara pelan: “Benar. Permaisuri, apa Permaisuri ingin pindah dari sini dan tinggal di Istana lain? Apa Permaisuri tidak ingin kami layani lagi?”


Pada saat ini Lu’er maju kemudian berkata dengan ekspresi tenang: “Permaisuri akan pergi dari sini, akan pergi besok malam. Maksud Permaisuri adalah, apa kalian bersedia mengikutinya?”


Lu’er tahu ada beberapa hal yang tidak mudah dikatakan oleh Permaisuri, hati Permisuri selalu terlalu lembut dan terlalu lemah. Permaisuri takut akan menyakiti mereka, jadi Permaisuri tidak berani mengatakan ucapan ingin membawa mereka pergi.


Karena Permaisuri tidak bisa mengatakannya, jadi Lu’er yang mengatakannya. Karena Lu’er tahu bagaimanapun juga Permaisuri tidak akan mencelakai mereka.

__ADS_1


Menghadapi ucapan Lu’er, kedua gadis kecil itu membuka mulut mereka karena terkejut.


Permaisuri inign pergi? Meninggalkan Istana? Tapi Kaisar tidak memberikan perintah bukan?


Dan lagi Kaisar sangat mencintai Permaisuri, selir mana di harem ini yang tidak cemburu atau iri pada Permaisuri, bagaimana dia Permaisuri meninggalkan Istana?


Berita ini benar-benar sangat mengejutkan dan menakutkan. Hingga membuat kedua gadis kecil itu terpaku cukup lama.


Sampai Qin Ruojiu mengakui secara langsung: “Benar, besok aku akan pergi bersama Pangeran ke-9, apa kalian ingin pergi?”


“Pangeran ke-9?” Xiao Huan berseru, ternyata hal-hal yang dibicarakan para pelayan di Istana itu benar, Permaisuri benar-benar memiliki hubugan dengan Pangeran ke-9? Apa kepergian kali ini merupakan kawin lari? Memikirkan hal ini, wajah Yan’er menjadi pucat seketika. Permaisuri ternyata tidak menginginkan cinta Kaisar Zhaolie untuknya dan malah ingin melarikan diri bersama Pangeran ke-9 dan hidup dalam keputusasaan, apa ini adalah keinginan Permaisuri?


Dibanding Xiao Huan yang terkejut, Yan’er yang berada di samping jauh lebih tenang, dia juga berada dalam kondisi tidak dapat mempercayainya, tatapan matanya melebar, butuh waktu lama untuk bisa mengucapkan beberapa patah kata: “Permaisuri, apa ini benar?” Jika ini adalah lelucon, Xiao Huan jamin dengan sifatnya itu, dia pasti akan segera melupakannya. Lagipula ada begitu banyak masalah di Istana.

__ADS_1


__ADS_2