Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 751 Kamu Hanya Boleh Bersama Paman She


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dulu Paman tidak seperti itu, sebelumnya ketika dirinya bersama Kak Wushuang, Paman She jelas terlihat sangat bahagia, tapi sekarang setelah Paman Zhongrong datang, semuanya berubah.


“Nona Min’er, kamu tidak paham akan masalah orang dewasa.” Ye Wushuang menyentuh kepala Min’er dengan perlahan dan menghiburnya dengan lembut.


Hello! Im an artic!


Min’er mengangkat dagunya dengan ekspresi tidak patuh: “Aku tidak mengerti, tapi aku tidak ingin membuat Paman She sedih. Kak Wushuang, berjanjilah padaku.”


“Aku… baiklah, Min’er, aku berjanji padamu.” Melihat dirinya tidak bisa menang berdebat dengan gadis kecil ini, Ye Wushuang juga tidak tahu harus berkata apa.


Sedangkan mengenai She Jingtian, Ye Wushuang tidak ingin terlalu memikirkannya, status yang berbeda sudah membuat tidak ada hal yang bisa dibicarakan di antara mereka.


“Benarkah?” Min’er mengerjapkan matanya seakan tidak percaya.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Ya.” Ye Wushuang mengangguk dengan tegas, sepertinya di kemudian hari dirinya juga tidak memiliki kesempatan untuk bersama Pangeran Liang, jadi permintaan gadis kecil ini tidak terlalu sulit.


“Baiklah, mari kita saling mengaitkan jari.”


“Mari mengaitkan jari.”


“Mulai sekarang, kamu hanya boleh bersama Paman She, tidak boleh bersama Paman Zhongrong, dengan begitu maka Paman She akan kembali bahagia.”


“Min’er, kamu kembali berbicara sembarangan, aku hanya akan bersamamu, dan tidak bersama siapa pun.”


Matahari siang bersinar terik, menyinari dahan dan dedaunan pepohonan di sekitar. Sesekali hembusan angin sepoi-sepoi berhembus, terasa amat sangat nyaman.


Setelah makan siang, Ye Wushuang lalu mengeluarkan selimut satu per satu untuk dijemur, di bawah sinar matahari, sosoknya yang ramping itu terlihat begitu lembut, bahu yang berguncang dikarenakan gerakannya yang sibuk membuat orang lain tidak bisa menahan perasaan kasihan.

__ADS_1


Setelah semuanya sudah dijemur, Ye Wushuang menyeka butiran keringat di dahinya dengan wajah puas, berpikir dalam hati, jika Nona Min’er mencium aroma selimut yang dipenuhi dengan bau sinar matahari ini, dia sudah pasti akan tidur nyenyak.


Membelai pelan selimut empuk dengan tangannya, tiba-tiba Ye Wushuang melihat bayangan sosok dirinya sendiri yang ramping dan kurus itu diblokir oleh sesosok bayangan tinggi besar yang datang dengan begitu tiba-tiba, Ye Wushuang seketika menoleh dengen terkejut, entah sejak kapan, She Jingtian yang memakai jubah berwarna ungu sudah berdiri di belakangnya.


Di bawah terik matahari, She Jingtian menatap lekat padanya. Rambut hitam legam yang panjang itu berkibar tertiup angin, membuat rambut itu terlihat sedikit berantakan. Wajah yang memiliki kontur tegas, ditambah dengan aura yang tidak biasa. Meskipun tidak selembut dan seanggun seperti Pangeran Liang, tapi She Jingtian juga memiliki tampilan yang mulia dan mendominasi yang sulit untuk dilukiskan. Apalagi saat dia sedang diam, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan aura kekuatan, ketabahan, tekad dan kelembutan, hal itu membuat orang lain tidak bisa mengalihkan pandangan mereka.


“Tuan Penguasa Kota.” Setelah hilang fokus selama sejenak, Ye Wushuang segera memberi hormat pada pihak lain dengan datar, tatapannya hanya menatap ke arah tanah.


She Jingtian hanya menatap Ye Wushuang dalam diam seperti itu, setelah sekian lama, bibir merahnya itu akhirnya bergerak, seolah-olah dia ingin mengatakan sesuatu tapi pada akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa.


Hingga Ye Wushuang sudah merasa sangat canggung dan gelisah, She Jingtian akhirnya berbisik pelan: “Wushuang…” Terdapat kelembutan dan kasih sayang yang sangat jarang terlihat pada suara itu, sudah seperti panggilan di dalam mimpi.


Sudah lama Ye Wushuang tidak mendengar She Jingtian memanggilnya seperti ini, dalam sekejap mata Ye Wushuang sedikit memerah, berusaha sebisa mungkin untuk tidak menatapnya: “Apa Tuan Penguasa Kota memiliki perintah?”


“Wushuang, aku datang kemari hanya ingin melihatmu.” Sudah tidak lagi bisa menahan kerinduan di dalam hatinya terhadap Ye Wushuang, She Jingtian akhirnya berkata terus terang, berharap Ye Wushuang bisa menatap langsung padanya.

__ADS_1


Tapi Ye Wushuang hanya tersenyum tipis, terdapat raut kesedihan di tatapan matanya: “Jika tidak ada perintah lain, maka aku akan undur diri lebih dulu.”


Ye Wushuang mengambil satu langkah ke depan, tapi sebelum dirinya berjalan keluar, tubuhnya dengan tak terkendali tertarik ke belakang, kemudian dirinya dipeluk oleh sebuah pelukan yang begitu hangat.


__ADS_2