Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 186 Apa Yang Kamu Lakukan Padanya


__ADS_3

Kaisar Zhaolie menerima kembali mangkok kosong yang diberikan Qin Ruojiu dan tidak mengatakan apa-apa. Lalu dia meletakkannya kembali ke meja.


Kemudian, Qin Ruojiu berbaring kembali ke kasurnya dan menatap ke arah jauh dengan tatapan acuh tak acuh. Pada saat itu, Kaisar Zhaolie menatapnya dengan tatapan dalam dan melihat wajahnya yang pucat tidak berwarna itu. Kasiar Zhaolie pun mengerutkan keningnya lalu berjalan ke samping kasurnya dan duduk di sana.


Dengan nada lembut, dia berkata, “Kenapa kamu mau melakukan hal sebodoh ini, kenapa kamu mau mengorbankan nyawamu sendiri?” Ketika mengatakan kalimat ini, Kaisar Zhaolie merasa sedih dan tidak rela di dalam hatinya. Kenapa wanita ini harus memaksanya seperti itu demi pria lain, dia bahkan menggunakan nyawanya untuk memaksanya.


Setelah mendengar pertanyaan itu, Qin Ruojiu pun tersadar kembali. Lalu dia melihat ke arah Kaisar Zhaolie dengan tatapan dingin dan penuh amarah. Dia tersenyum dingin dan berkata, “Apa yang kamu lakukan padanya?”


Tiba-tiba, Kaisar Zhaolie mengangkat kepalanya lalu tertawa dingin dan mengepal kedua tangannya dengan erat. Suasana di ruangan itu pun menjadi hening. Awalnya Qin Ruojiu terkejut melihat tatapan matanya yang dingin seperti itu dan setelah beberapa saat itu pun seolah mengerti apa yang sedang terjadi.


Tawa yang dibuatnya ini terdengar sombong dan tidak rela. Kemudian, Kaisar Zhaolie membungkuk dan memeluk pinggangnya dengan satu tangan. Lalu dia berbicara sambil tersenyum dingin, “Kenapa, di saat kamu baru bangun, orang pertama yang kamu khawatirkan itu dia? Memangnya kebaikan Kaisar padamu itu masih belum cukup?”


Qin Ruojiu pun merasa sesak dan tidak tahu harus menjawab apa. Tatapan matanya pun tampak begitu rumit. Tatapan matanya itu bercampur antara perasaan sedih dan kecewa.

__ADS_1


Qin Ruojiu tidak tahu harus bagaimana menjawabnya. Kaisar Zhaolie adalah orang yang sangat brutal, sekali dia bilang mau melakukan suatu hal, dia pasti akan melakukannya.


Melihat Qin Ruojiu yang kesulitan menjawab pertanyaan, Kaisar Zhaolie pun memelototinya lalu tiba-tiba mengarahkan bibirnya ke arah telinga Qin Ruojiu dan berkata dengan nada lembut, “Kasih tahu Kaisar jawabanmu.”


Selesai bicara, dia pun bernafas dalam di telinga Qin Ruojiu.


Beberapa saat kemudian, Qin Ruojiu baru menarik nafas dan melihat ke arah Kaisar Zhaolie dengan tatapan yang dingin. Kemudian dia berkata, “Asalkan kamu tidak melukainya, aku akan melakukan semua yang kamu mau.”


Qin Ruojiu pun terkejut mendengar jawabannya dan tidak tahu harus menjawab apa. Setelah beberapa saat berlalu dia baru berkata, “Hamba tahu, Kaisar bukan orang seperti itu!” Benar, memangnya dia itu siapa, memang dia pantas diperlakukan seperti itu? Semua ini cuman karena dia sendiri yang berpikir terlalu banyak. Baginya, dia itu hanyalah benda untuk memuasi dirinya. Kalau dia hanya benda untuk memuasi dirinya, mana mungkin dia tidak rela memberikannya pada orang lain.


Kasiar Zhaolie melihat tatapan matanya yang sedikit gugup. Kemudian, Kaisar Zhaolie mengeluarkan tangannya dan memegang dagu Qin Ruojiu. Dia melihat lurus ke dalam mata Qin Ruojiu dengan tatapan mata yang dalam dan dingin. Lalu dia berkata, “Kasih tahu Kaisar, orang yang kamu suka itu adalah Kaisar!”


Su Xueqing tidak menyangka dia akan bertanya seperti ini padanya. Dia benar-benar terkejut. Matanya pun melotot besar dan melihat ke arah Kaisar Zhaolie dengan tatapan tidak percaya. Jantungnya pun berdebar dengan sangat kencang dan tubuhnya mulai gemetar. Kemudian dia langsung menundukkan kepalanya dan tidak berani melihat ke arah Kaisar Zhaolie.

__ADS_1


Memang benar, sikapnya yang lembut dan perhatian padanya beberapa hari ini sudah mulai membuatnya merasa nyaman bersamanya. Di dalam benaknya terus berputar sosok wajah tampan yang membuat dirinya merasa senang dan terpesona itu. Suaranya yang serak itu juga terus berputar di dalam telinganya. Dia tidak tahu apakah perasaan ini adalah perasaan cinta atau perasaan lain. Tetapi dia berani yakin kalau pria ini sudah memiliki posisi yang khusus di dalam hatinya.


Melihat Qin Ruojiu yang mulai merasa malu dan hendak bersembunyi dari tatapannya, tatapan mata Kaisar Zhaolie yang rumit itu pun mulai menjadi lebih tenang perlahan demi perlahan. Kemudian, tangannya yang tadinya memeluk pinggang Qin Ruojiu itu pun mulai mengarah ke bagian dadanya. Lalu dia berbicara dengan suara yang liar dan hangat, “Kenapa? Kasih tahu Kaisar, kamu suka sama Kaisar ….”


Selesai bicara, dia pun menundukkan kepalanya mulai mencium telinganya dengan ciuman berapi-api dan dekat. Terakhir, dia berhenti di alis mata Qin Ruojiu.


Kemudian, Qin Ruojiu pun tercengang dan berusaha untuk menghentikannya dengan tangannya. Tetapi, Kaisar Zhaolie langsung meraih tangannya dan membuatnya tidak bisa melawan. Jantung Qin Ruojiu pun berdebar semakin kencang. Kaisar Zhaolie langsung meletakkan bibirnya di atas bibir Qin Ruojiu dan menciumnya sekali demi sekali. Lalu dia menggigit lembut bibirnya dan memainkan ujung lidahnya …


Sentuhan lembut dan rasa lengket dari bibir Kaisar Zhaolie membuat seluruh tubuh Qin Ruojiu bergetar. Dia berusaha untuk melepaskan tangannya lalu menatap ke arah Kaisar Zhaolie dengan tatapan malu dan berkata, “Kaisar … jangan ….”


Kaisar Zhaolie pun menyipitkan matanya lalu tersenyum dan berkata, “Kamu suka dengan Kaisar kan!”


Pada saat itu, Qin Ruojiu pun merasa malu sampai seluruh wajahnya memerah. Dia berusaha menggunakan tangannya untuk mendorong Kaisar Zhaolie yang ada di depannya dan berkata dengan nada rendah, “Kenapa Kaisar mau bertanya lagi? Ada hal yang tidak perlu hamba katakan keluar.”

__ADS_1


__ADS_2