
Hello! Im an artic!
Sepasang mata itu begitu dingin seolah ditinggalkan di atas salju yang dingin. Jelas-jelas terlihat begitu datar tapi malah membuat orang lain merasakan pengalaman hidup yang begitu dalam. Dalam pengalaman hidup itu, terdapat semacam keangkuhan dan sikap pantang menyerah yang mencemooh dunia. Bagaimana mungkin seorang wanita biasa bisa memiliki tatapan amta seperti ini?
Untuk sesaat, hatinya terusik oleh sepasang mata ini.
Hello! Im an artic!
Ketika mendongak, dirinya malah dikejutkan oleh bekas luka di wajah kanan wanita itu yang tampak seperti mulut iblis.
Luka itu sepertinya baru saja digoreskan tidak lama, masih terdapat jejak darah di daging di dalamnya, pada saat ini jejak darah itu sudah seperti jari siluman yang sedang terbuka dan tercetak di wajah tang aslinya putih dan bersih itu.
Gadis itu seharusnya adalah wanita dengan kecantikan yang menakjubkan.
__ADS_1
Karena dengan sepasang mata itu saja, dia sudah bisa mengalihkan semua perhatiannya.
Hello! Im an artic!
Jika tidak ada bekas luka seperti itu, mungkin saja dia bisa mengejutkan seluruh dunia.
Tapi kenapa, wanita cantik seperti ini malah memiliki tatapan mata yang begitu sedih dan terluka?
Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Apa yang dialaminya?
Setelah berbicara, dia tersenyum tipis pada Qin Ruojiu, matanya itu begitu lembut seperti aliran air musim gugur.
Qin Ruojiu hanya menatap senyum pria di depannya, tidak bereaksi untuk sekian lama. Suaranya itu terdengar sangat nyaman, lembut dan hangat, seakan ada aliran panas yang melintas di jantung Qin Ruojiu.
__ADS_1
Dan lagi ada semacam aura bangsawan elegan dan mulia dalam diri pria itu, terkuar perlahan-lahan dari dalam tulangnya, dengan tindakan yang begitu lembut dan anggun, dan juga senyuman yang begitu berkilau sudah seperti gunung yang terlihat jelas di kejauhan. Tidak dapat disangkal bahwa Qin Ruojiu menyukai perasaan ini.
Jadi Qin Ruojiu yang sudah lama tidak berbicara akhirnya membuka mulutnya dan menatapnya dengan tatapan tenang: “Namaku Leng Bingxin. Leng dari dinginnya es, Bing dari es setinggi tiga kaki, dan Xin dari hati yang tidak berperasaan!”
Matahari membumbung tinggi, cahaya keemasan samar menerpa dan terjatuh di wajah putih dan halus milik pria itu, membuat wajahnya menunjukkan kilau samar, seperti mimpi dan khatalan, bibir merah mudanya sedikit terbuka dan mengucapkan kata demi kata: “Bagus, Leng Bingxin, ikuti aku, mulai sekarang kamu adalah orangku, apa kamu bersedia?”
Pada saat ini, tidak hanya Qin Ruojiu yang tercengang, bahkan pria yang mengemudikan kereta kuda yang bernama Yun Jun itu juga tercengang. Dia membuka mulutnya dengan tidak percaya, menatap Pangerannya itu dengan takjub. Mengapa Pangeran melakukan tindakan seperti ini pada wanita yang parasnya sudah cacat? Ini benar-benar tidak bisa dipercaya!
Sebenarnya semua ini hanya dapat dipahami oleh Bei Fengchen sendiri. Wanita di hadapannya ini, meskipun dirinya tidak tahu apa yang terjadi padanya, tetapi dia memiliki sepasang mata yang terlihat seperti bintang, di dalamnya terdapat begitu banyak rasa sakit dan pengalaman hidup yang tidak diketahui, tapi tatapan mata itu masih begitu jernih seperti aliran air di musim gugur.
Hanya sepasang mata ini saja, entah kenapa bisa membuat hatinya merasa sedikit sakit.
Bei Fengchen berlutut dan dengan lembut meraih tangan Qin Ruojiu, Qin Ruojiu tidak menolak, tangannya itu sangat hangat. Ya, belum pernah ada pria yang bisa memberinya perasaan hangat seperti ini, matanya semurni langit biru, sejelas aliran mata air di gunung, benar-benar sangat bersih.
__ADS_1
Pada saat ini, Qin Ruojiu tahu bahwa inilah kedamaian yang dicarinya, ketenangan yang ingin dicarinya. Saat ini, Qin Ruojiu berdiri dengan patuh, mengambil langkah kecil dan menatap lekat pada sepasang mata yang begitu damai dan tenang bagai mimpi itu, Qin Ruojiu berjalan pelan, menyambut angin yang memiliki aroma bunga samar, dirinya sedikit mabuk. Di rambutnya, sesekali daun-daun yang gugur jatuh di atas bahunya, ini adalah keinginan hidup pertamanya setelah dirinya melompat dari tebing. Qin Ruojiu masih memiliki sedikit keinginan untuk hidup, melihat senyuman pria ini, ternyata segalanya bisa menjadi begitu indah.