
Hello! Im an artic!
Sekali lagi Leng Bingxin tertawa: “Kamu gila, apa kamu tahu bahwa kamu bisa membunuh orang hanya demi seorang pria? Kamu benar-benar gila. Kamu bukan lagi Tuan Putri yang polos dan baik hati seperti dulu.”
“Ya, demi pria ini, aku sudah gila sedari dulu, selama dia hanya menatapku, aku rela melakukan semua hal gila untuknya.”
Hello! Im an artic!
Saat berbicara, dua orang ahli yang melindungi Leng Bingxin sudah ditangkap, tapi karena mereka adalah orang-orang Bei Fengchen, Liqing tidak bertindak secara brutal pada mereka, tapi hanya melumpuhkan mereka dan menyingkirkan mereka di samping.
Leng Bingxin pada saat ini sudah tidak berdaya untuk melawan, hanya bisa pasrah untuk dibantai.
Hatinya benar0benar sangat bingung, terkejut, tapi seketika langsung kembali tenang.
Di ini dunia, segala sesuatu yang terjadi tampaknya terlihat begitu jelas pada saat ini.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Semua orang tampaknya hidup hanya demi “cinta”. “Cinta” ini malah membuat orang menanggung begitu banyak dan juga menyerah akan begitu banyak hal. Leng Bingxin memejamkan mata, berharap di kehidupan selanjutnya dirinya bisa menjadi orang yang tidak memiliki perasaan dan juga tidak memiliki hati, mungkin dengan begitu maka dirinya tidak akan tersiksa oleh emosi dunia.
Gadis di hadapannya benar-benar sangat cantik dan menawan, tapi gadis ini malah bisa mengotori tangannya sendiri dengan darah dan berubah menjadi Iblis hanya demi seorang pria yang bagai Iblis itu.
Bei Fengchen, pria yang memiliki martabat yang begitu tinggi, ternyata malah bisa melepaskan dunia yang direncanakan olehnya selama bertahun-tahun hanya demi dirinya.
Ziyue, seorang wanita cantik dengan keanggunan yang agung, yang telah mengabdikan hidupnya untuk Bei Fengchen, tapi pada akhirnya malah disiksa sampai mati oleh Pangeran Funing.
Dan bagaimana dengan dirinya? Apa yang telah dilakukannya dulu untuk pria itu?
Ketika belati dingin sudah diletakkan di leher Leng Bingxin, dirinya sudah tidak lagi bersiap untuk melawan. Sebenarnya dirinya memang sudah pantas mati sedari dulu.
Dirinya tidak mati sampai saat ini, tidak tahu apa itu belas kasihan Tuhan atau siksaan yang disengaja oleh Tuhan.
Leng Bingxin kemudian mengucapkan beberapa kata: “Putri Liqing, tolong habisi aku dengan cepat.”
Liqing tidak menyangka Leng BIngxin akan begitu tenang, dirinya terkejut pada awalnya, kemudian tersenyum dan berkata: “Haha, tidak heran merupakan wanita yang disukai oleh Paman, ketika hampir mati saja masih bisa begitu tenang. Hanya saja aku tidak mengerti kenapa dia bisa menyerah untuk mendapatkan dunia hanya demi dirimu.”
__ADS_1
“Karena dia akhirnya mengerti akan hatinya sendiri.” Leng Bingxin menarik senyum di bibirnya dengan mengejek, mata indahnya itu selalu terfokus pada Liqing.
“Hati? Apa itu hati? Hati Paman sudah menghilang sejak bertahun-tahun yang lalu, dia tidak mungkin memiliki hati. Mungkin Paman hanya terpana sesaat padamu, harus kuakui wajahmu itu memang benar-benar sangat cantik, sangat indah, Kaisar bisa menobatkanmu sebagai Selir, aku sama sekali tidak terkejut. Hanya saja wajahmu itu benar-benar membuat orang lain sangat cemburu. Di dunia ini, aku mengira bahwa parasku ini tak tertandingi, tapi kamu malah menang dariku. Hal yang paling menyebalkan adalah kenapa Tuhan harus membuat kita berdua bertemu, kenapa kamu menyiksaku seperti ini…” Setelah selesai berbicara, Liqing mengangkat belati, ingin menikam Leng Bingxin denagn gilanya tanpa memikirkan apapun.
Tidak disangka, suara “klang–” terdengar, itu adalah suara logam yang bertabrakan dengan tanah.
Mata jernih Leng Bingxin terpejam, rasa sakit yang ditunggunya itu tidak datang setelah sekian lama.
Kemudian Leng Bingxin perlahan membuka matanya, seorang pria aneh berambut putih muncul di hadapannya.
Ketika Leng Bingxin melihatnya dengan jelas, dirinya terkejut.
Meskipun pria aneh itu berambut putih, tapi dia mengenakan baju besi berwarna perak, wajahnya yang tampan tak tertandingi itu membuat orang lain merasa wajah itu tidak asing.
Kenangan tiba-tiba menyerbu dalam pikiran Leng Bingxin, dirinya seketika langsung tersadar, bukankah orang itu adalah Zhuo Ying yang pernah menyelamatkannya berkali-kali itu?
Dia… bagaimana dia bisa muncul di sini? Dan lagi amarah yang meliputi di seluruh tubuhnya itu benar-benar sangat menakutkan hingga membuat orang lain tidak berani menatapnya secara langsung, dan arogansi di matanya itu benar-benar seperti dua orang yang berbeda.
__ADS_1