Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 235 Bertemu Dengannya Lagi Untuk Terakhir Kalinya


__ADS_3

Qin Ruojiu ingin bertemu dengannya lagi untuk terakhir kalinya sebelum matahari terbenam. Bagaimanapun Qin Ruojiu akan meninggalkannya, setidaknya Qin Ruojiu bisa tahu dengan jelas sekarang bahwa dirinya terpikat pada pria ini. Bahkan Qin Ruojiu masih sedikit merindukan aromanya dan juga pelukannya.


Tapi Qin Ruojiu malah takut, jika benar-benar bertemu dengannya untuk terakhir kalinya, apa Qin Ruojiu akan mengungkapkan rahasia hatinya dikarenakan tidak bisa menyembunyikannya dengan sempurna?


Dengan begitu, hati Qin Ruojiu terus berada dalam kegelisahan dan konflik.


Saat matahari terbenam, hati Qin Ruojiu masih terlihat gelisah dan cemas. Terus menerus berjalan mondar-mandir di sekitar kediaman, terkadang mengerutkan kening dan juga menghela nafas pelan.


Qin Ruojiu tidak tahu apa yang sedang dilakukan Kaisar Zhaolie sekarang dan juga apa yang sedang dilakukan Kang Yin. Tapi Qin Ruojiu tahu bahwa keduanya sudah pasti sangat sibuk hingga tidak bisa pergi. Yang satu sibuk dengan urusan nasional dan yang lainnya sibuk mengenai urusan pelarian malam ini. Bagaimanapun itu bukanlah hal yang sama, tapi kepentingannya itu sangat penting bagi mereka berdua.

__ADS_1


Lu’er sepertinya bisa melihat apa yang sedang dipikirkan oleh Qin Ruojiu, dia segera melangkah maju untuk berkata menghibur: “Permaisuri, jika Permaisuri merasa tidak nyaman, bagaimana jika aku menemani Permaisuri berjalan-jalan di taman?”


Qin Ruojiu akhirnya menjadi tenang setelah mendengar saran Lu’er. Menghentikan langkahnya, menghela napas pelan kemudian menatap ke arah Peony yang sedang mekar di kejauhan, mengangguk kemudian berkata: “Baiklah!” Sekarang selama ada sesuatu yang bisa mengalihkan fokusnya dan tidak membuatnya begitu panik maka itu sudah cukup.


Dengan bantuan Lu’er, Qin Ruojiu mengarahkan langkahnya dan berjalan dengan tenang di taman.


Xiao Huan dan Yan’er yang mengikuti di belakang terlihat sangat diam, mungkin karena semua merasa ini adalah hari terakhir tinggal di istana, jadi mereka tampak cukup diam.


Terhadap keanehan Xiao Huan, Qin Ruojiu hanya bisa menghibur dirinya sendiri, Xiao Huan masih muda, takut dan khawatir itu normal. Lagipula wajar bagi seorang gadis remaja akan bereaksi seperti itu ketika dihadapkan pada keputusan hidup dan mati yang begitu besar.

__ADS_1


Permaisuri dan para pelayannya, mereka berempat memiliki pemikiran masing-masing, berjalan pelan tanpa tujuan di taman bunga. Tanpa disadari mereka telah mencapai bagian depan Taman Yuhua, mengangkat kepala untuk melihat, taman di kejauhan itu penuh dengan pepohonan hijau, tinggi, dan rimbun, seolah-olah dapat menutupi langit. Tapi di sisi dan sekeliling jalan setapak malah dikelilingi oleh bunga.


Qin Ruojiu merapikan lengan pakaiannya, mengangguk puas kemudian membawa Lu’er berjalan menuju ke tengah jalan setapak, Taman Yuhua ditanam dengan berbagai jenis bunga eksotis, terutama peony, merah, pink, kuning, oranye…berwarna-warni dan juga berbagai jenis.


Qin Ruojiu memandangi bunga-bunga indah ini, sudah seperti wajah wanita yang tersenyum, begitu cantik dan cemerlang. Qin Ruojiu memejamkan matanya perlahan, merasakan aroma yang disebarkan oleh bunga. Ya, berdiri di dalam Taman Yuhua, dipenuhi dengan kebebasan dan juga vitalitas. Tidak peduli seberapa rendah suasana hatimu, jika ke tempat ini maka akan membuat orang ingin berlama-lama di sini.


Selanjutnya, Qin Ruojiu yang menghentikan langkahnya untuk beberapa saat lalu mengikuti Lu’er dan yang lainnya menuju paviliun batu yang ada di dalam, semacam bunga indah yang ditanam dengan hati-hati, menyambut dan mengelilingi mereka. Cabang-cabangnya saling bertautan, dedaunannya begitu hijau dan rimbun, setiap kuntum bunga dengan bangganya berdiri dan dengan percaya diri menunjukkan keanggunannya yang unik.


Kegelisahan di dalam hati Qin Ruojiu berkurang setelah berkeliling beberapa saat. Dari kejauhan, tiba-tiba muncul sosok wanita yang nakal.

__ADS_1


Qin Ruojiu yang memang tidak pandai berinteraksi dengan orang lain tidak ingin membuat kesalahan di saat kritis seperti ini, jadi Qin Ruojiu berencana untuk pergi dengan memutar jalan.


__ADS_2