Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 224 Masalah Ini Tidak Sesederhana Itu


__ADS_3

Kata-kata yang barusan dia dengar itu benar-benar diluar dugaannya dan dalam waktu bersamaan juga membuat dia merasa semakin waspada.


Terlahir sebagai seorang Kaisar, dari kecil indra keenam dan feelingnya memberitahukannya kalau masalah ini tidak sesederhana itu.


Qin Ruojiu bisa merasakan kalau pelukan Kaisar Zhaolie pinggangnya itu terasa menjadi semakin erat. Dia tahu, Kaisar Zhaolie tidak mungkin mempercayai orang semudah itu. Terutama soal masalah dia dengan Kang Yin. Dia adalah orang yang sangat peka dan peduli. Kalau tidak, dia tidak mungkin bisa datang kemari secepat itu.


Kemudian, Qin Ruojiu yang sudah berpikir beberapa saat itu pun bertekad untuk mengangkat kepalanya dan melihat lurus ke dalam mata Kaisar Zhaolie dan berkata, “Kaisar, kali ini hamba sudah menjelaskannya semua pada Pangeran Kesembilan. Tidak peduli hidup atau mati, pokoknya hamba itu milik Kaisar seorang dan hamba tidak akan ikut dengannya. Di dalam hati hamba, hamba hanya menganggapnya sebagai seorang adik atau seorang teman. Selain itu, hamba sama sekali tidak ada perasaan lain padanya. Untungnya, Pangeran Kesembilan adalah orang yang sangat memahami perasaan orang lain. Setelah dia tahu perasaanku pada Kaisar, dia pun berpikir terbuka dan tidak mempersulitku lagi. Selain itu dia juga menghargai keputusanku.”


Kaisar Zhaolie sedikit tercengang dan menundukkan kepalanya untuk melihat mata wanita yang ada di dalam pelukannya itu. Mata wanita yang berair itu terlihat seperti embun tumbuhan di pagi hari yang akan terjatuh jika tersentuh. Air mata yang membuat matanya berkaca-kaca itu membuat matanya terlihat seperti bola kristal yang mampu menjatuhkan hati setiap orang yang melihatnya.


Hati Kaisar Zhaolie yang tadinya merasa sedikit curiga itu pun langsung hilang dalam seketika. Benar, tatapan matanya itu benar-benar begitu jernih dan mulia, jerniah bagaikan bola kristal. Matanya itu seolah terlihat seperti dua bola kristal yang sangat berharga, siapa pun yang melihat tatapan matanya itu pasti akan percaya dengannya.

__ADS_1


Pada saat itu, tatapan mata Qin Ruojiu yang begitu tulus itu bahkan hampir menipu Kang Yin.


Kang Yin pun melihatnya dengan tatapan takut dan khawatir. Benar, dia takut semua yang sedang dikatakan wanita itu adalah hal yang sebenarnya.


Tetapi, Kang Yin kembali berpikir wanita ini pasti sengaja berbuat seperti ini untuk membantunya membohongi Kaisar Zhaolie.


Kemudian, Kang Yin juga ikut pura-pura merasa kecewa dan kesepian, “Benar, Kakak ipad sudah berkata seperti itu, bagaimana aku bisa memaksanya? Hal ini bukan hanya membuat Kaisar merasa tidak senang, tetapi kakak iparku juga akan merasa tidak senang dan aku juga lebih tidak senang lagi. Daripada semua orang tidak senang, bukannya lebih baik aku menyerah. Dengan begitu paling tidak aku tidak menyulitkan semua orang.”


Pada saat itu, Kang Yin seolah merasa ada perasaan lega dan tidak berdaya.


Dia berkata, “Kalau Kaisar sudah berniat untuk mengaturkannya untukku, maka aku akan mengikuti semua yang anda rencanakan.”

__ADS_1


Kang Yin tersenyum bahagia dan lanjut berkata, “Kakak, kamu adalah kakak terbaikku. Kakak yang selalu memperdulikanku. Tetapi, apa yang anda berikan itu bukanlah apa yang saya mau.”


Saat itu, dia mengangkat kepalanya dan tersenyum pahit ke arah Qin Ruojiu. Meskipun dia tahu saat itu Qin Ruojiu merasa begitu sedih, tetapi dia juga harus tetap berupura-pura dan tersenyum pahit ke arahnya. Di dalam senyuman pahit itu sama sekali tidak ada perasaan. Selain rasa sedih dan kepahitan, sepertinya tidak ada perasaan lain lagi.


Dia berkata, “Karena sekarang kesalah pahamannya sudah terselesaikan. Masalah yang sudah berlalu akan Kaisar lupakan sampai bersih. Tentu saja, kalau masih ada orang yang berani mengungkit masalah ini, Kaisar tidak akan melepaskan orang itu dengan mudah.”


Qin Ruojiu dan Kang Yin tidak bisa berkata-kata. Saat itu tatapan mereka berdua bertemu, kemudian mereka berdua pun langsung melihat ke arah lain.


Akhirnya, Kaisar Zhaolie membawa Qin Ruojiu pulang.


Kang Yin masih berdiri di tempatnya dan menatap kepergian mereka. Di bibirnya terlihat senyuman dingin yang tipis. Jelas-jelas dia tahu besok dia akan mendapatkan wanita ini, tetapi kenapa sekarang ketika dia melihat wanita ini pergi dengan abangnya, hatinya masih terasa begitu sakit?

__ADS_1


__ADS_2