Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 852 Siapa Yang Sedang Dipukulinya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tadi Ye Wushuang hanya berpikir ingin mengerjai Putri Yongping saja, tapi sekarang Ye Wushuang benar-benar ingin membunuhnya.


“Huh, dasar gadis ******, beraninya bertarung denganku, benar-benar sudah tidak ingin hidup lagi.” Yongping berkata sambil mencibir, tidak tahu ucapan ini dilontarkan pada Yuya yang sudah pingsan atau pada Ye Wushuang. Tapi tidak peduli untuk siapa Putri Yongping mengucapkan kalimat itu, itu sudah benar-benar membuat Ye Wushuang marah.


Hello! Im an artic!


Pada saat itu juga, ketika semua orang berada dalam keadaan tercengang, Ye Wushuang dengan lugas mengambil tongkat pakaian yang berada di sudut dinding. Dalam sekejap Ye Wushuang langsung mengesampingkan citranya yang lemah lembut, Ye Wushuang langsung berjalan menghampiri ke arah Putri Yongping.


“Ye Wushuang, apa yang ingin kamu lakukan?” Putri Yongping tampaknya sudah memahami niat pihak lain tapi dirinya malah tidak berani mempercayainya, Putri Yongping membeku di tempat, membelalakkan matanya dengan raut dingin dan juga dipenuhi dengan amarah.

__ADS_1


Ye Wushuang tidak mengucapkan sepatah kata pun, wajah cantik itu sudah dipenuhi dengan tekad dan juga ketidakpedulian terhadap kematian, Ye Wushuang langsung mengangkat pergelangan tangannya dan membanting tongkat kayu itu ke arah kepala Putri Yongping dengan keras.


“Ah–Ye Wushuang, beraninya kamu…” Setelah berteriak, Putri Yongping bergegas mengangkat tangannya untuk melindungi kepalanya, Putri Yongping berpikir Ye Wushuang hanya sengaja menakut-nakuti dirinya saja. Tapi ketika rasa sakit jelas terasa di kedua lengannya, Putri Yongping akhirnya menyadari bahwa wanita ini memang benar-benar telah memukulinya.


Hello! Im an artic!


Melalui celah di antra kedua lengannya, Putri Yongping membelalakkan matanya dengan tidak percaya, seolah dia sedang melihat hal yang tidak bisa dipercayainya dan berkata: “Ye Wushuang, beraninya kamu memukuliku?”


Di saat bersamaan, Putri Yongping melihat tempat di mana dirinya dipukuli dengan begitu keras, tanda merah seperti jejak tongkat terlihat dengan sangat jelas, membuatnya sedikit menggila.


“Ye Wushuang, kamu… kamu… kamu akan menyesalinya!” Kali ini Putri Yongping benar-benar sudah kehilangan momentumnya tadi, Putri Yongping sudah gemetar dan ketakutan, di saat bersamaan dia memberi isyarat pada beberapa pelayan di sekitarnya dan berkata: “Mengapa kalian masih diam saja? Cepat tangkap wanita gila itu.”

__ADS_1


Para pelayan yang tertegun itu seketika kembali tersadar, ketika mereka hendak bertindak, tidak disangka mereka malah dikejutkan oleh tatapan dingin yang dilontarkan Ye Wushuang.


Kemudian, Ye Wushuang lanjut mengangkat tongkat di tangannya dan langsung melayangkannya ke arah Putri Yongping, tampilan Ye Wushuang sudah seperti akan bertarung hingga titik darah penghabisan, membuat orang lain yang melihatnya benar-benar merasa ketakutan. Ternyata Nona Ye ini bukan orang yang mudah untuk ditindas.


“Ah—-” Suara teriakan kembali terdengar, Putri Yongping sudah kehilangan sikap arogannya yang biasa, dirinya benar-benar dipukuli hingga meringkuk oleh Ye Wushuang. Pelayan di samping ingin melangkah maju untuk menghentikan, tapi setelah pukulan demi pukulan itu dilayangkan, tidak ada yang berani maju untuk memprovokasi Ye Wushuang.


Semua orang berpikir dalam hati, Nona Ye biasanya terlihat begitu lembut dan pendiam, mengapa begitu menggila dirinya benar-benar menjadi tidak bisa dikendalikan? Apa Nona Ye tidak tahu siapa yang sedang dipukulinya? Itu adalah Putri Yongping.


“Ye Wushuang, dasar gila, aku akan membunuhmu…” Setelah menerima kekerasan Ye Wushuang, Putri Yongping berusaha melarikan diri sambil berkata mengancam, mencoba menenangkan Ye Wushuang agar berhenti untuk mengejar dan ingin membunuhnya seperti itu.


Ye Wushuang adalah orang yang memiliki sifat keras kepala, dirinya menerima perlakuan lembut tapi tidak dengan perlakukan keras. Semakin pihak lawan menekannya, maka Ye Wushuang semakin memiliki keberanian untuk mempertaruhkan segalanya.

__ADS_1


Ya, dirinya tidak takut kehilangan apapun. Ye Wushuang selalu berpikir bahwa nyawanya ini sia-sia saja diselamatkan, lagipula dirinya juga merasa hidupnya sudah cukup.


Putri Yongping ini tidak masalah jika menindas orang lain, tapi malah menindas Ye Wushuang, bahkan jika Putri Yongping menindasnya itu sebenarnya tidak masalah, Putri Yongping malah masih bertindak pada Yuya yang tidak bersalah, sejak Yuya yang sebenarnya mengalami kecelakaan, Ye Wushuang diam-diam berkata pada dirinya sendiri bahwa mulai sekarang, tidak peduli apapun yang dihadapinya, dirinya tidak boleh menyeret orang yang ada di sekitarnya. Melihat Yuya yang menderita karena dirinya hari ini, bahkan jika Ye Wushuang matipun, dia tetap akan mencari keadilan untuk Yuya dari Putri Yongping.


__ADS_2