Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 480 Orang Yang Akhirnya Mendapatkannya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Saat itu Liqing berkata dengan sedikit marah: “Apa perjalanan kali ini adalah usul dari Kakak Kaisar?”


“Ini usulku!”


Hello! Im an artic!


“Ya, wanita yang begitu cantik, selain Paman, bagaimana mungkin Kakak Kaisar bisa menyerahkannya pada Negara Kangqing?”


Ada keheningan dalam hati Bei Fengchen, di dalam hatinya, bagaimana mungkin dirinya tidak peduli pada Leng Bingxin? Seorang wanita seperti itu yang sangat jarang ada di dunia, sepasang matanya yang berkaca-kaca dan dingin saja sudah cukup untuk membuat dirinya merasa kacau, jika ingin dirinya menyerahkan Leng Bingxin pada Negara Kangqing, hanya Tuhan saja yang tahu betapa enggannya dirinya.


“Liqing, kamu tenanglah, dia… di kemudian hari dia tidak akan menjadi orang Kaisar Zhaolie.” Ya, orang yang pada akhirnya mendapatkannya adalah dirinya sendiri.


“Huh, Paman, apa Paman berpikir aku tidak bisa mendapatkan hati Kaisar Zhaolie, jadi Paman mengirim wanita seperti itu untuk merebut Kaisar Zhaolie dariku?”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


“Liqing, kamu terlalu banyak berpikir, membiarkannya datang hanya untuk…”


“Paman tenang saja, dengan pemahamanku terhadap Kaisar Zhaolie, bahkan betapa baiknya wanita ini, dia juga tidak akan tergerak, karena hatinya itu sudah lama mati bersama sang mantan Ratu. Bahkan meski wanita itu begitu mirip, tapi ketika melihat wanita itu hanyalah akan menjadi sebuah penyiksaan baginya, Kaisar Zhaolie tidak akan menginginkannya.”


“Apa kamu begitu yakin?”


“Aku yakin!”


Ketika Kaisar Zhaolie datang perlahan dari Istana Wenxuan, tiba-tiba dia melihat Bei Fengchen dan juga Liqing yang sedang berdebat mengenai sesuatu.


Kaisar Zhaolie melihatnya, menarik sudut bibirnya dengan makna yang dalam, dia kemudian berkata dengan tenang: “Ada apa dengan Selir Mulia?”


Bei Fengchen tersenyum, tidak terlihat gelombang apapun dari wajah tampannya, dia menatap sosok di kejauhan dengan sedikit rasa kasihan dan berkata dengan suara pelan: “Dia seharusnya mengkhawatirkan kondisi tubuh Kakaknya, jadi dia tidak bisa menahan tangisnya, dia akan merasa lebih tenang setelah beberapa saat, Kaisar biarkan saja dia seperti itu.”


“Benarkah? Masuk ke Istana sekian lama, dia jarang sekali kehilangan kendali seperti itu.” Dalam ingatannya selama 2 tahun terakhir ini, Liqing selalu menemani di sisinya dengan begitu tenang, diam-diam mengurus semua urusannya, Liqing tidak pernah mengeluh sama sekali pada dirinya. Kang Yong tahu bahwa wanita yang patuh seperti kucing ini sangat mencintainya, bahkan meski hatinya telah pergi bersama wanita itu. Tapi Kang Yong tidak tega untuk menyakiti Liqing, tidak pernah mengijinkan orang-orang di Istana untuk mengungkitnya. Meskipun Liqing mengetahui sedikit mengenai hal itu tapi betapapun sedihnya Liqing, dia selalu menyembunyikannya ketika berada di sisinya.


Untuk pertama kalinya, ketika melihat Liqing yang seperti ini hari ini, Kaisar Zhaolie tiba-tiba merasakan perasaan bersalah.

__ADS_1


“Kaisar, Liqing memang seperti itu … sifatnya seperti itu karena terlalu dimanja olehku dan juga Kakakku, jadi komohon Kaisar tidak menyalahkannya.”


“Aku hanya merasa bersalah padanya, bagaimana mmungkin aku menyalahkannya?” Ketika mengatakan ucapan ini, nada suara Kaisar Zhaolie menunjukkan sedikit kesedihan.


Bei Fengchen terdiam untuk beberapa saat dan tidak lagi berbicara. Dia hanya bangkit berdiri kemudian mereka berdua mendongak melihat ke arah langit di kejauhan.


Sentuhan kesedihan terlintas di wajah dingin Kaisar Zhaolie, teringat pada wajah yang begitu mirip dengan “wanita” itu kemarin, dirinya begitu berharap wanita itu bisa kembali lagi padanya.


Dan wajah tampan Bei Fengchen juga menunjukkan sentuhan kesedihan. Jika bisa, dia tidak ingin membiarkan Leng Bingxin jatuh ke dalam pelukan Kaisar Zhaolie, jika bukan karena impian jangka panjangnya, Bei Fengchen tidak akan pernah merusak kebahagiaan Liqing.


Setelah beberapa saat, Kaisar Zhaolie sedikit tersadar dari emosinya tadi.


Berbalik badan dan menghela nafas pelan, matanya yang tajam mengamati sosok punggung Bei Fengchen.


Setelah berbalik untuk melihat ke arah para pelayan di belakangnya dan menemukan bahwa tidak satupun dari mereka merupakan orang yang dicarinya, terbersit rasa kekecewaan di mata Kaisar Zhaolie yang tajam.


Setelah sekian lama, dia membuka mulutnya dan berkata dengan suara yang kuat dan mantap: “Kudengar Pangeran Xiang dari Negara Beifeng dikelilingi oleh para wanita canti, memiliki berkah yang tak ada habisnya. Kemarin aku melihat seorang wanita cantik yang bermarga Leng, benar saja memang seperti yang dirumorkan.”

__ADS_1


__ADS_2