
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang masih muda, usianya di awal dua puluhan, mana mungkin dia bisa menanggung rasa sakit seperti itu? Apalagi itu akan berlangsung untuk seumur hidupnya. Inilah yang paling Ibu Suri khawatirkan.
Berhadapan dengan kekhawatiran Ibu Suri, Ye Wushuang tersenyum tak acuh dan berkata, “Dibandingkan dengan gosip dan ejekan seperti ini, itu akan lebih baik daripada diam-diam ditikam dari belakang oleh orang lain. Setidaknya, aku bisa hidup dengan lebih santai dan tenang.”
Hello! Im an artic!
Ibu Suri tahu apa maksud ‘ditikam dari belakang’ yang Permaisuri Qin katakan. Trik yang Selir Zhen dan Selir Chang lakukan dua hari lalu sudah sangat menjelaskan ini dengan baik.
“Karena kamu berkata begitu, aku akan mengaturnya untukmu.”Ibu suri menjawab sambil menghela napas.
Ye Wushuang menatap Ibu Suri dengan air mata kegembiraan, memegang tangan Ibu Suri dengan lebih erat, “Benarkah itu?”
“Kapan aku pernah membohongimu?”
Hello! Im an artic!
__ADS_1
“Kupikir Ibu Suri tidak akan membiarkanku pergi.”
Ibu Suri mengangguk dengan sedih, “Itu benar, aku memang tidak rela melepaskan kepergianmu. Setelah kamu pergi, sudah tidak ada orang yang dekat denganku lagi. Tapi aku mengerti kalau istana ini sudah tidak cocok untuk ditinggali olehmu. Hanya dengan kepergianmu, itu barulah jalan keluar yang tepat. Karena aku tidak ingin melihat kesedihanmu lagi.”
Setelah mendengarkan ini, Ye Wushuang tidak bisa lagi menghentikan air matanya. Air mata yang jernih itu bak mutiara yang pecah, terus mengalir tanpa henti.
“Ibu Suri, jangan khawatir. Aku akan hidup dengan baik. Meski kita tidak akan pernah bisa bertemu lagi dalam kehidupan ini, hatiku akan selalu merindukanmu.” Ye Wushuang terisak saat mengatakan ini, Ibu Suri menepuk punggung tangan Ye Wushuang yang kurus dan matanya juga penuh dengan kesedihan.
“Tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja. Kamu sendiri nantinya akan mendapat banyak kesulitan saat meninggalkan istana. Ingatlah untuk menjaga dirimu dengan baik. Meski penampilan seorang wanita akan membawa perubahan besar pada takdirnya, aku percaya dengan kepintaran dan kecerdikanmu, kamu tidak akan menderita.”
“Aku mengerti, juga akan selamanya mengingat pesan Ibu Suri.”
Setelah kepergian Ibu Suri, Ye Wushuang berdiri sendirian di sudut halaman dengan linglung. Bahkan Yuya yang datang dari jauh sambil menginjak daun pinus di tanah untuk tidak dia sadari.
Hingga Yuya menepuk pundaknya dengan ringan, barulah dia sedikit terkejut. Ye Wushuang tersenyum padanya, “Yuya…”
“Permaisuri, apa yang kamu pikirkan?”
__ADS_1
Ye Wushuang menatap sedih ke rumput dan dedaunan hijau yang terinjak olehnya di tanah. Kemudian berbicara setelah terdiam lama, “Aku terlalu memikirkan ucapan Ibu Suri.”
“Permaisuri sudah berhasil membujuk Beliau?” Yuya mengerjapkan matanya, penuh dengan rasa ingin tahu.
“Hmm, Ibu Suri sudah setuju.”
“Hehe, sepertinya Ibu Suri sangat menyayangimu. Yuya ucapkan selamat kepada Permaisuri. Tidak lama lagi sudah bisa hidup sebagai diri sendiri.”
Setelah mendengar ucapan Yuya yang begitu senang, Ye Wushuang tidak merasa terlalu senang. Dia mengerutkan bibirnya dan berkata, “Masalah ini belum tentu semulus yang kita pikirkan.”
“Ibu Suri sudah setuju!”
“Itu juga hanya separuh kemungkinannya. Bagaimanapun, gelarku masih ada. Setidaknya harus menunggu persetujuan kaisar.”
Ketika Yuya mendengar ini, dia merasa masuk akal dan wajahnya menjadi sedikit suram, “Benar juga, pada akhirnya tergantung pada ucapan kaisar. Tapi, membicarakan tentang kaisar, Yuya merasa kalau kaisar sangat menyayangimu belakangan ini. Taman Lixiang dari waktu ke waktu terus mendapat kiriman barang yang diberikan secara pribadi dari istana kaisar, semuanya kualitas terbaik.”
Ye Wushuang mendengarkan ini, hanya tersenyum dan tidak menjawab.
__ADS_1
Tapi Yuya berkata dengan serius, “Permaisuri, kamu tidak mau memikirkannya lagi? Benar-benar ingin meninggalkan istana? Bagaimana kalau suatu hari kaisar kembali mencintaimu lagi? Bagaimanapun, kalian sudah pernah menjalani hubungan suami istri selama tiga tahun. Saat itu kudengar saat itu perasaan kalian sangat mendalam dan luar biasa saling mencintai.”