
Hello! Im an artic!
Menghadapi pertanyaan Ye Wushuang, Pangeran Liang menjawab dengan tenang di luar ekspektasinya: “Aku tahu, karena ada yang cemburu denganmu jadinya parasmu itu dirusak, karena itu kamu menutupi wajahmu dengan cadar.”
“Bagaimana Pangeran Liang bisa tahu?” Ye Wushuang menatapnya dengan takjub, Pangeran Liang tidak pernah bertanya pada dirinya, bagaimana dia bisa tahu bahwa parasnya sudah rusak? Apa mungkin She Jingtian yang memberitahunya? Hati Ye Wushuang terasa getir dan pahit.
Hello! Im an artic!
“Tidak penting bagaimana aku bisa tahu, yang penting adalah aku sama sekali tidak keberatan.”
Ada secercah sinar yang terbersit di tatapan mata Pangeran Liang, dia berbicara dengan raut tulus, tidak ada yang bisa menolak ketika melihatnya.
Sedangkan Ye Wushuang malah dengan tidak ragu berkata: “Tapi aku tetap tidak bisa pergi dengan Pangeran Liang.”
Mendengar jawaban Ye Wushuang, jantung Pangeran Liang seakan terbentur dengan begitu kencang pada saat itu dan jatuh berserakan di lantai.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Kenapa? Kenapa kamu menolak untuk pergi denganku? Jika pergi ke Dinasti Nan, maka aku akan memberikanmu kemuliaan dan kekayaan tanpa batas.”
Ye Wushuang menatapnya dengan datar, ada sedikit kekecewaan samar di tatapan matanya: “Apa menurutmu aku adalah wanita yang dilahirkan demi kemuliaan dan kekayaan?”
Tiba-tiba Pangeran Liang menyadari bahwa apa yang baru saja dikatakannya itu sedikit merendahkan dan menyakitkan orang lain, ekspresi wajahnya tampak sedikit bersalah, dia kemudian dengan lemah menjawab: “Aku tidak bermaksud demikian, aku hanya ingin memberitahumu bahwa jika mengikutiku pergi ke Dinasti Nan, maka aku akan membuatmu melewati hidup yang lebih baik.”
“Kehidupanku sekarang sangat baik.”
“Ya!” Melihat Pangeran Liang tidak bermaksud untuk menyerah, Ye Wushuang hanya bisa menjawab dengan tegas, mengesampingkan perasaan pribadinya pada Ye Jingtian, pada awalnya dirinya dan She Jingtian sudah mencapai kesepakatan bahwa dirinya akan menjadi pelayan dan akan tetap setia menjalankan tugas di Kastil Wuyou seumur hidup, sedangkan She Jingtian juga sudah berjanji untuk menjaganya tetap aman tidak peduli kapan pun dan di mana pun seumur hidup.
Ucapan “Ya” ini membuat Pangeran Liang merasa sedikit frustrasi, seumur hidupnya, selama itu adalah hal yang diinginkannya, maka dirinya tidak pernah tidak mendapatkannya, tidak pernah ada orang yang mengatakan tidak terhadap orang yang diinginkannya. Tapi sekarang wanita ini malah membuatnya sedikit merasa terprovokasi.
“Wushuang, selama kamu bersedia pergi denganku, maka aku bersedia memberikan 3 kali lipat persyaratan yang diajukan oleh She Jingtian. Jika kamu tidak puas, maka 10 kali lipat pun tidak jadi masalah.”
__ADS_1
Mendengarkan ucapannya yang kasar, Ye Wushuang hanya tersenyum sedih, ekspresinya tidak terlalu mengalami fluktuasi: “Aku tidak layak menerima cinta dari Pangeran Liang, jadi Pangeran Liang sebaiknya tidak perlu berusaha begitu keras. Dan lagi persyaratan yang diberikan Tuan Penguasa Kota padaku itu tidak dapat dipenuhi oleh orang biasa. Selain itu, menjadi manusia harus memiliki awal dan akhir, jika dengan mudah melakukan pengkhianatan demi keuntungan pribadi di depan mata maka bahkan jika Pangeran Liang bisa merebutnya, lalu apa gunanya orang seperti itu?”
Ucapan Ye Wushuang memberikan sebuah penghiburan bagi hati Pangeran Liang yang merasa tidak tenang. Ya, bukankah yang dihargainya dari Ye Wushuang adalah kecerdasan dan kebaikan, serta kesederhanaan dan juga kepolosannya yang tidak tamak akan materi? Saat ini dirinya malah mengajukan persyaratan seperti ini untuk membujuknya, apa-apaan yang dilakukannya ini?
Pangeran Liang menarik sudut bibirnya dengan getir, mata sipitnya itu dipenuhi dengan kekecewaan dan rasa malu: “Wushuang, aku benar-benar ingin mempertahankanmu sebagai teman, jadi…”
“Jika Pangeran Liang benar-benar menganggapku sebagai teman, maka berhentilah untuk mengatakan hal-hal itu.”
Pemikiran Pangeran Liang seketika tertegun, dia menatap mata yang jernih dan anggun itu, meskipun hatinya merasa tidak rela tapi dia tahu bahwa hal ini tidak bisa dipaksakan.
Pangeran Liang sedikit menghela nafas dan berkata: “Baiklah, Wushuang, anggap saja ucapan yang kukatakan tadi sebagai angin lalu.”
Ye Wushuang tersenyum, ekspresinya tampak lega, sepertinya sudah tidak mempedulikan apa yang terjadi barusan.
Ye Wushuang memang adalah gadis baik dengan pemikiran tajam dan juga pengertian, hanya saja Tuhan memperlakukannya dengan tidak adil, mengapa harus merusak parasnya yang cantik? Jika tidak ada kecacatan itu, tidak tahu seberapa banyak pria yang akan tergila-gila padanya.
__ADS_1