Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 216 Anggap Aku Salah


__ADS_3

Mendengar pertanyaan itu, Kaisar Zhaolie langsung memeluknya lebih erat lagi. Erat sampai Qin Ruojiu tidak bisa bernafas. Dengan perasaan marah, cemburu dan sedih, Kaisar Zhaolie melihat tajam ke dalam mata Qin Ruojiu dan berkata, “Bukan Kaisar yang mau melakukan apa-apa padanya, tetapi dia sendiri yang sudah melukai Pangeran Funing dari kerajaan Beifeng!” Nada bicara Kaisar Zhaolie terdengar begitu dingin dan tidak berperasaan. Qin Ruojiu yang mendengar hal itu pun langsung terkejut.


“Dia melukai Pangeran Funing untuk menyelamatkanku.” Qin Ruojiu pun berusaha untuk menjelaskannya dengan sedih. Pada saat itu Kaisar Zhaolie tersenyum dingin dan berkata, “Justru karena kamu makanya Kaisar marah. Kenapa, kenapa dia selalu melakukan hal seperti itu demi kamu, kenapa?”


Dia benci dengan adiknya yang lebih peduli dengan wanita ini daripada dirinya. Dia benci dengan adiknya, kenapa wanita ini begitu peduli dengannya. Kalau saja adiknya bisa melepaskan wanita ini, dia akan menjadi adiknya yang paling baik, tangan kanan terbaiknya. Kenapa, kenapa dia harus memperebutkan seorang wanita dengan dirinya?

__ADS_1


Pertama Qin Ruojiu tidak ngerti maksud dari pembicaraannya. Dia hanya melihat ke arahnya dan berkata, “Sebenarnya apa yang kamu lakukan padanya? Bagaimana pun juga dia itu adikmu, dia tidak salah apa-apa. Pangeran Funing sendiri yang memulai masalah ini, kamu tidak boleh menyalahkannya!”


Kaisar Zhaolie tersenyum dingin dan melihatnya dengan tatapan mata yang dingin dan gelap. Tatapan mata ini adalah tatapan mata yang sudah sering Qin Ruojiu lihat, tetapi itu juga adalah tatapan mata yang paling tidak ingin dia lihat di saat seperti ini.


“Kamu nggak tahu, apa yang harus ditanggungnya setelah dia melukai Pangeran Funing? Pangeran Kesembilan malah melakukannya demi kamu, demi kamu ….” Kaisar Zhaolie sengaja menekan kata terakhir yang dia ucapkan agar amarah yang ada di dalam dirinya itu bisa terungkapkan dengan jelas. Bahkan dirinya sendiri juga tidak tahu apa maksud dia berbicara seperti ini, mungkin dia sengaja berbicara seperti ini untuk membuat Qin Ruojiu merasa bersalah, mungkin dia hanya ingin memberitahu Qin Ruojiu untuk jangan pernah memberikan kesempatan kepada adik ke sembilannya. Jika diganti dengan dirinya, ketika menghadapi apa yang terjadi hari ini, dia pasti akan menghancurkan Pangeran Funing itu dengan lebih tidak berperasaan daripada adiknya lagi.

__ADS_1


Wajah Qin Ruojiu langsung berubah pucat dan tidak ada warna darah. Wajahnya benar-benar terlihat begitu putih.


Dia menggelengkan kepalanya dan berkata, “Ini semua salahku, kamu boleh melakukan apa pun yang kamu mau padaku. Kalau begitu mohon kamu lepaskan dia, dia itu tidak bersalah. Bagaimanapun juga dia itu adik kandungmu.” Qin Ruojiu menahan air matanya yang hendak mengalir keluar dan melihat ke arah Kaisar Zhaolie yang tidak berperasaan itu dan terus memohon padanya.


Ketika mendengar kata adik kandung, dari dalam mata Kaisar Zhaolie terlihat tatapan marah yang rumit. Setelah itu dia berusaha untuk menyembunyikannya kembali. Dia berusaha untuk menahan emosinya dan berkata, “Justru karena dia itu adik kandung Kaisar makanya selama ini Kaisar selalu bersikap lapang dada padanya. Jangan lupa, sebagai seorang Kaisar, orang pertama di negeri ini, orang yang menduduki posisi pertama di hati Kasiar adalah para rakyat, selain itu semuanya hanyalah tambahan. Asalkan rakyat bisa hidup dengan damai, Kaisar baru layak mendapatkan kepercayaan dari Kaisar sebelumnya.”

__ADS_1


Mendengar hal itu, tubuh Qin Ruojiu yang berada di dalam pelukannya itu pun langsung membeku. Qin Ruojiu mengerti maksud pembicaraan Kaisar itu adalah dia tidak akan melepaskan adiknya. Demi seorang Pangeran kerajaan Beifeng, dia rela membunuh adik kandungnya sendiri? Pada saat itu, meskipun dia takut, tetapi dia tetap mengangkat kepalanya dan bertatapan mata dengan Kasiar Zhaolie.


Dia berkata, “Kalau kamu membunuhnya, nanti kamu pasti akan menyesal sendiri. Aku tahu, kamu sengaja mempersulitkannya karena hubugan antara aku dengannya. Kenapa anda begitu posesif? Jelas-jelas kamu tidak mencintaiku tetapi kenapa kamu memperlakukan semua ini padaku? Kamu tahu tidak kamu membuat aku merasa takut? Kalau saja Pangeran Kesembilan benar-benar pernah melakukan hal yang tidak-tidak, saya rela menemaninya pergi. Sekalipun anda mengancamku dengan kekuatan seluruh dunia, saya tetap tidak akan bertahan karena dia rela mati untukku!”


__ADS_2