Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 181 Dia Itu Adik Kandungmu


__ADS_3

Kemudian, Kang Yin mengeluarkan tangannya untuk mengusap-ngusap bibirnya dan berkata sambil tersenyum dingin, “Bagus, kejam sekali, ini benar-benar kejam. Ini barulah abang terbaikku. Tetapi, meskipun kamu sudah berencana untuk berbuat sekejam itu, kamu masih tetap tidak bisa mengubah keputusanku. Ruojiu itu milikku, meskipun aku harus mengorbankan semuanya, aku juga akan tetap membawanya pergi ….”


Kaisar Zhaolie yang terkejut dengan jawaban Kang Yin itu pun terlihat tidak mampu menahan emosi yang ada di dalam tubuhnya lagi. Dia terlihat seperti seekor kuda liar dan langsung menerobos ke depan. Dia menarik kerah baju Kang Yin dan menghajar wajahnya lagi. Setelah dihajar sekali olehnya, tentu saja kali ini Kang Yin sudah bisa mengelak. Dia pun langsung menghindar dan berkata dengan nada dingin, “Pukulan yang kamu berikan tadi itu bisa dibilang aku yang sengaja membiarkanmu menghajarku. Itu bisa dianggap sebagai bayaran aku membawa Ruojiu pergi dari sini.”


“Kasiar bunuh kamu!”


Kaisar Zhaolie yang tidak mampu mengontrol emosinya setelah mendengar jawaban dari Kang Yin itu pun sepertinya mau langsung menghajar Kang Yin sampai mati. Kalau dibiarkan terus, sepertinya akan ada adegan penuh darah yang terjadi di sini.

__ADS_1


Qin Ruojiu benar-benar tidak menyangka semua ini bisa menjadi serumit ini. Qin Ruojiu yang ketakutan dan gegabah itu langsung melototi mereka dan berteriak, “Kaisar, jangan pukul lagi, jangan pukul lagi ….”


Setelah mendengar suara teriakan Qin Ruojiu, hati Kang Yin pun langsung tergerak dan dia terbengong untuk beberapa saat. Namun pada saat itu, Kaisar Zhaolie langsung menggunakan kesempatan itu untuk meninju perutnya. Kemudian, dia menghajar pundak Kang Yin dengan keras sampai terdengar suara tulangnya yang patah. Kang Yin yang dihajar itu pun hanya berteriak kesakitan dan terbaring ke atas lantai.


Melihat hal itu, Qin Ruojiu pun semakin terkejut dan langsung berlari ke depan mereka berdua. Ketika melihat tangan Kaisar Zhaolie yang hendak melandas ke tubuh Kang Yin itu, Qin Ruojiu pun langsung berlutut dan menangis keras sambil memohon, “Kaisar … jangan pukul lagi … jangan pukul lagi. Pangeran Kesembilan sudah hampir mati dihajar anda. Dia itu adikmu, jangan pukul dia lagi … ini salah hamba. Jika anda mau pukul, pukul hamba, ini semua salah hamba ….”


Setelah mendengar tangisan Qin Ruojiu, Kang Yin yang sedang terbaring lemas di atas lantai itu pun melihat ke arahnya dengan lemas. Sejak kecil dia memang lemah, dia tidak pernah latihan bela diri. Sekarang meskipun dia sudah dihajar dengan beberapa pukulan, tetapi demi wanita ini dia benar-benar harus menahannya dan tidak boleh putus asa. Demi wanita ini, sampai nyawanya pun rela dia korbankan.

__ADS_1


Tatapan matanya yang tidak berdaya itu langsung membuat Kaisar Zhaolie teringat dengan Kang Yin adik kesembilannya yang biasa bermain dengannya itu. Sejak kecil adiknya ini sangat disayangi ayahnya. Asalkan setiap kali dia membuat masalah, adiknya pasti akan keluar dan menanggung semua hukuman itu demi dirinya. Bahkan sampai takhta kerajaan ini pun rela dia serahkan padanya. Asalkan hal itu bisa membuatnya bahagia, adiknya pasti akan melakukan semua itu untuk dirinya. Bahkan sampai ibunya sendiri pun rela dia biarkan masuk ke dalam jurang neraka karena saat itu ibunya hendak membahayakan takhta kerajaannya.


Dengan seluruh hidupnya ini pun, Kaisar Zhaolie masih tidak mampu untuk membayar semua kebaikan yang telah Kang Yin lakukan padanya. Tetapi, kenapa, kenapa dia harus mencintai Qin Ruojiu, kenapa ….


Kalau saja selir lain, dia pasti tidak akan menghiraukannya dan langsung menyerahkannya padanya. Karena buat dia, wanita itu hanyalah alat untuk menghangati kasurnya. Setelah selesai digunakan, dia juga tidak ada fungsi apa-apa lagi. Tetapi Qin Ruojiu, dia tidak bisa, dia tidak rela, rasa cinta dan rasa ingin memiliki Qin Ruojiu yang ada di dalam hatinya saat ini sudah tidak bisa dibendung.


Mendengar Kang Yin mau membawa Qin Ruojiu pergi, hatinya terasa sangat sakit dan tidak rela. Apakah ini semua karena wajah cantiknya yang tidak tertandingi itu, atau karena hal lain. Apakah wanita ini tidak pernah menyukainya?

__ADS_1


Berpikir sampai ke sana, Kaisar Zhaolie pun merasa tidak berdaya dan tangannya yang tadinya hendak memukul Kang Yin itu pun disimpannya kembali. Dia berteriak dengan sedih, “Kenapa kalian harus memaksa Kaisar, kenapa ….”


Ketika melihat tatapan mata Kaisar Zhaolie yang dipenuhi dengan rasa sedih dan kepedihan, Qin Ruojiu pun langsung merangkat ke depannya dengan wajah penuh air mata dan berkata, “Kaisar … jangan pukul lagi, jangan, ini tidak ada hubungannya dengan Pangeran Kesembilan, ini masalah aku … aku ….”


__ADS_2