Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 113 Ada Apa Dengannya


__ADS_3

Kaisar Zhaolie menoleh dan melihat ke arah Su Zhen’er yang terjatuh ke atas lantai itu dan berkata, “Kali ini Kaisar lepasin kamu!”


Selesai bicara, Kaisar Zhaolie langsung menoleh ke depan lalu menarik Qin Ruojiu dan berjalan pergi.


Lu’er yang tercengang itu pun mengejar di belakang dan tidak berani banyak bicara. Su Zhen’er yang ada dia atas lantai itu pun marah besar sampai air matanya mengalir keluar. Hari ini Kaisar Zhaolie kenapa. Kenapa hari ini dia malah membantu wanita itu, sial, apa dia sudah berhasil merayu Kaisar?


Di perjalanan itu, Kaisar Zhaolie sama sekali tidak berbicara dan terus membawa Qin Ruojiu pulang ke Istana Fengyi. Daripada bilang membawanya pulang, sepertinya lebih cocok dibilang menariknya pulang.


Sebenarnya Qin Ruojiu berusaha untuk melepaskan dirinya beberapa kali, tetapi Kaisar Zhaolie menarik tangannya dengan erat dan tidak memberikan sela untuknya untuk melepaskan diri. Setelah lewat beberapa saat, Qin Ruojiu pun pasrah dan tidak melawan lagi. Hanya saja dia menjadi lebih hati-hati soal masalah ini.


Setelah sampai di Istana, Kaisar Zhaolie langsung membantunya duduk dengan sopan di atas kasur. Setelah itu dia memerintahkan Lu’er untuk membawakan obat luka untuknya.


Ketika Qin Ruojiu melihatnya dengan tatapan bingung, Kaisar Zhaolie langsung meletakkan tangan Qin Ruojiu di atas lututnya lalu mengoleskan obat yang dibawakan Lu’er dengan perlahan di lukanya. Gerakannya itu lembut dan hati-hati seperti seorang suster yang sedang merawat anak bayi yang baru lahir.

__ADS_1


Qin Ruojiu menundukkan kepalanya lalu melihat ke arah Kaisar Zhaolie yang sedang mengolesi obat di lukanya itu dengan serius. Alisnya itu bergerak ke atas ke bawah lalu dia menggigit bibirnya dengan erat seolah sedang menahan rasa sakit. Tindakannya itu membuat orang tidak mengerti.


“Sih ….”


Qin Ruojiu mengeluarkan suara kesakitan.


Suara itu langsung menarik perhatian Kaisar Zhaolie. Lalu tatapan mereka berdua pun berjumpa dan sepertinya ada sengatan listrik di antara tatapan mereka. Qin Ruojiu yang gugup itu langsung mengalihkan pangannya dan tidak berani melihat ke arah Kaisar Zhaolie. Dia sedikit ketakutan dan langsung mundur.


Kaisar Zhaolie pun melihat tatapan mata Qin Ruojiu yang jernih itu. Benar, ini adalah tatapan mata yang dia inginkan, apa yang dia mau adalah tatapan matanya. Qin Ruojiu melihat ke arah Kaisar Zhaolie. Apa yang Kaisar Zhaolie inginkan adalah membuat wanita ini jatuh cinta padanya.


Ketika mendengar nada bicara Kaisar Zhaolie yang lembut dan rendah seperti itu, Qin Ruojiu malah merasa sedikit bingung dan takut. Ini tidak seperti Kaisar Zhaolie yang dia kenal.


Qin Ruojiu benar-benar tidak menyangka iblis yang sangat kejam ini bisa memperlakukannya begitu lembut. Lalu, hati Qin Ruojiu pun berdetak kencang, dia menarik tangannya dan berkata, “Kaisar, biar hamba sendiri yang lakukan!”

__ADS_1


Ketika melihat Qin Ruojiu menolaknya, tatapan mata Kaisar Zhaolie pun menjadi sedikit lebih gelap. Lalu dia mengangkat jubahnya lalu duduk di samping Qin Ruojiu dan melihatnya dengan tatapan yang dalam lalu bertanya, “Kamu takut sama Kaisar?”


Ketika mendengar pertanyaan itu, Qin Ruojiu benar-benar ketakutan dan menundukkan kepalanya. Dia pun berusaha untuk bersembunyi seperti seekor tikus yang hendak melarikan diri dari seekor kucing.


Pada saat itu, Qin Ruojiu merasa tidak bisa melakukan apa-apa lagi dan menundukkan kepalanya dengan rasa takut.


Kalau dia ingin tahu, kenapa masih harus menyembunyikannya darinya.


Qin Ruojiu mengira Kasiar Zhaolie pasti akan marah besar padanya, tetapi siapa sangka Kaisar mala tertawa lalu menatapanya dengan tatapan yang dalam dan berkata, “Tidak usah takut, mulai hari ini kamu harus hidup baik-baik bersama Kaisar, Kaisar tidak ingin melihatmu terus bersembunyi seperti ini dari Kaisar, ngerti tidak?”


Ketika mendengar kata “Bersama”, Qin Ruojiu pun langsung bersembunyi secara refleks. Tatapan matanya itu pun langsung terlihat takut dan mengarah ke arah kasur.


Mengingat kekejaman Kaisar dan perlakukan Kaisar terhadap dirinya yang tidak manusiawi itu membuat dia merasa semakin takut.

__ADS_1


__ADS_2