Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 731 Menemaniku Pergi Untuk Bersantai


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Sangat jelas Fu Zhongrong tidak menyangka She Jingtian akan menanyakan hal ini, setelah jeda sejenak, wajah tampannya yang menyerupai angin musim semi itu mengulas senyum dan berkata: “Menyukai seseorang? Tentu saja pernah.”


Ketika She Jingtian mendengar ucapan itu, hatinya menegang, tatapan matanya sedikit dingin. Untungnya Pangeran Liang langsung mengubah kata-katanya: “Terhadap wanita cantik seperti itu, jika seorang pria maka sudah pasti menyukainya bukan? Kenapa? Kak She, untuk apa kamu bertanya seperti ini?”


Hello! Im an artic!


Menghadapi pertanyaan mengolok Pangeran Liang, ekspresi She Jingtian menjadi santai, dia berpura-pura tenang dan berkata: “Aku hanya ingin tahu saja, jika Pangeran Liang harus membuat keputusan dalam memilih wanita cantik atau dunia ini, mana yang akan kamu pilih?”


Mata Fu Zhongrong yang sipit itu memicing, mata hitam itu menatap lekat pada She Jingtian dan berkata: “Apa masih perlu ditanyakan? Tentu saja aku akan memiliki dunia.”


“Lalu bagaimana dengan wanita cantiknya?” Tanya She Jingtian.


“Selama kamu memiliki dunia maka semua yang ada di dunia ini adalah milikmu, mengapa harus repot-repot terhadap seorang wanita?”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Jika dalam hatimu hanya ada wanita itu, maka tidak ada yang bisa menggantikannya!”


“Sepertinya Kak She sangat tergila-gila, jika hanya mencintai satu orang saja maka aku tetap akan memilih dunia.” Fu Zhongrong mengubah citra lembutnya yang biasa ditampilkannya dan berubah menjadi tegas dan keras kepala.


She Jingtian malah memiliki keraguan untuk sejenak: “Apa kamu tega meninggalkan orang yang kamu cintai?”


“Tentu saja tidak, atau tidak coba pikirkan dari sudut pandang lain, menurutku dunia dan wanita cantik itu saling berdampingan.”


“Konyol, ketika sudah memiliki dunia dan disembah serta dihormati oleh para rakyat di dunia, wanita seperti apa yang tidak akan jatuh cinta padamu? Kesulitan untuk membuat keputusan seperti yang kamu katakan itu tidak akan mungkin muncul.”


Setelah mendengarkan kata-kata tegas Fu Zhongrong, kebimbangan di wajah tampan She Jingtian seketika menghilang.


Ya, jika memiliki dunia, apa yang tidak bisa didapatkannya? Sekarang dia hanya perlu melakukan semua yang ada di depannya dengan baik, membuat fondasi dalam jalan menuju Kaisar, mengenai Ye Wushuang… ketika tujuan besarnya sudah tercapai, jika dirinya masih memiliki perasaan pada Ye Wushuang, maka dirinya pasti akan mempertahankan Ye Wushuang di sisinya. Sekarang dirinya tidak boleh memikirkan perasaan di antara pria dan wanita, dirinya tidak seharusnya menghabiskan waktu untuk memikirkannya.

__ADS_1


Setelah She Jingtian tiba-tiba mendapat pencerahan, Fu Zhongrong kembali mengulas senyum seperti sebelumnya lalu bertanya dengan curiga: “Kak She, siapa wanita yang bisa membuatmu menanyakan pertanyaan konyol seperti itu? Wanita itu sudah pasti sangat luar biasa bukan? Dia bahkan bisa membuatmu seperti ini? Cepat ceritakan padaku, dari mana wanita cantik itu berasal?”


Telinga She Jingtian terasa panas ditanya seperti itu, tatapan matanya mengelak, dia tidak menjawab pertanyaan Pangeran Liang secara langsung.


“Pangeran Liang terlalu curiga, aku hanya bertanya asal saja.”


“Benarkah? Kak She, sekarang hanya ada kita berdua, kamu bahkan tidak ingin memberitahuku mengenai orang ini? Apa mungkin kamu takut aku akan merebut wanita yang kamu sukai?”


“Apa yang Pangeran Liang bicarakan, alasan kenapa aku tidak memberitahumu siapa dia adalah karena aku masih belum memahami perasaanku sendiri, aku masih tidak yakin sebenarnya bagaimana perasaanku terhadapnya. Tunggu ketika aku sudah benar-benar yakin, tidak terlambat bagiku untuk memberitahumu.”


Melihat She Jingtian yang tidak mau mengatakan apa-apa, Pangeran Liang juga merupakan orang yang cerdas, dia menepuk pundak She Jingtian dengan pelan lalu berkata memberi semangat: “Baiklah, meski wanita cantik itu bagus, tapi aku masih harus mengatakan padamu bahwa jangan sampai dirimu lupa untuk melangkah maju hanya demi wanita. Karena kita hanya memiliki satu kesempatan untuk mencapai puncak, sedangkan saat menghadapi wanita cantik, kita masih memiliki banyak pilihan.”


“Kata-kata Pangeran Liang akan selalu kuingat.”


Fu Zhongrong melihat She Jingtian sudah tidak tertekan seperti tadi, dia kemudian baru menghela nafas lega, menatap bintang-bintang di langit, matanya berbinar lalu tersenyum ceria dan berkata: “Melihat bintang-bintang di langit malam ini, sepertinya cuaca besok tidak buruk. Kak She, apa kamu bisa melepaskan pekerjaanmu yang sibuk itu untuk sementara waktu dan menemaniku untuk pergi bersantai?”

__ADS_1


__ADS_2