
Qin Ruojiu berjalan pelan di dalam taman bunga, suasana hatinya pun membaik. Tiba-tiba, terdengar suara seruling yang merdu.
Suara seruling yang merdu ini bagaikan air yang bersih dan bening, juga seperti pelangi yang misterius.
Di saat bersamaan, dalam suara seruling itu terdengar rasa sedih dan sepi, membuat orang yang mendengarnya menjadi terhipnotis dan ikut merasakan kesedihannya.
Suara seruling adalah suara hati yang alami, suara seruling bisa menunjukkan suasana hati seseorang dengan jelas. Qin Ruojiu mendengar dengan seksama sambil bertanya dalam hati, siapa yang sedang meniup seruling itu? Masalah apa yang sedang ia alami? Kenapa suara seruling ini terdengar begitu sedih dan membuat orang yang mendengarnya ikut bersedih?
Qin Ruojiu pun melangkah cepat sampai ke sebuah paviliun, dia duduk di samping guqinnya, mendengarkan suara seruling sambil memejamkan matanya.
Saat membuka mata, tangannya terangkat dan mulai memetik senar guqinnya. Kedua tangannya terus menari-nari di atas guqin, suara guqin yang merdu bergabung dengan suara seruling yang indah, bagaikan suara yang turun dari surga.
Suara seruling berhenti, sepertinya orang yang meniup seruling merasakan kedatangannya, karena terkejut, ia pun berhenti meniup serulingnya. Tetapi tidak lama kemudian, suara seruling mulai terdengar lagi. Suara seruling dan guqin terdengar begitu harmonis.
__ADS_1
Walaupun mereka berdua tidak pernah bertemu, tetapi mereka bisa bersatu melalui melodi musik.
Musik “Angsa Greylag Pingsha” dimainkan, suaranya begitu harmonis dan indah…
Sama seperti kesedihan dan kesepian suara seruling, suara guqin Qin Ruojiu juga terasa sedih dan sepi. Suara guqinnya bagaikan hujan di malam musim gugur, walaupun indah, tetapi membawa rasa sedih dan dingin, suara guqinnya ini merasuki hati dan membuat orang yang mendengarnya merasakan semua yang ia rasakan.
Mereka menumpahkan seluruh keluh kesah mereka dalam musik ini, mereka bermain hingga puas. Alunan guqin dan seruling menggema indah ke seluruh penjuru istana, bagaikan naga air dan naga api yang bersatu, kemudian memancarkan sinar 7 warna yang indah.
Kang Yin yang terlihat tampan dengan pakaian putihnya itu, memasukkan serulingnya ke pinggangnya, mata meraknya yang panjang dan terlihat galau itu menatap ke tempat yang jauh.
Siapa dia? Suara yang memainkan guqin itu? Siapa yang bisa memahami suara serulingnya dan menggabungkannya dengan suara guqinnya? Sepertinya orang itu bisa melihat luka di hatinya, sehingga ia menggunakan cara yang spesial ini untuk menghiburnya.
Kangyong merasa seperti menemukan sahabat karib, hatinya yang galau pun membaik.
__ADS_1
Dia ingin menemukan orang yang memainkan guqin itu.
Matanya yang bagaikan air danau di musim dingin itu mulai mencari ke tempat di sekitarnya. Pandangan matanya terlihat gembira, tetapi rasa kesepian di matanya itu, tidak bisa disembunyikan.
Ia melihat ke segala arah, tapi tetap bisa menemukan asal guqin itu. Ia menaikkan alisnya, menunjukkan ketegaran hatinya.
Tapi tak peduli bagaimanapun ekspresi wajahnya, aura berwibawa yang sudah dimilikinya sejak lahir itu, tetap tak bisa hilang. Dia adalah pangeran kesembilan Negeri Kangqing, Kang Yin.
Adik kesembilan dan adik yang paling disayangi Kang Yong, kaisar yang sedang bertahta. Apapun yang dia mau, Kaisar Zhaolie akan memenuhinya. Tidak ada yang tidak bisa ia dapatkan.
Di mata orang biasa, mungkin dia sangat beruntung, dan ia juga tahu, bahwa sebenarnya ia harus bersyukur dengan apa yang dimilikinya.
Tetapi, pada kenyataannya, dia adalah orang yang paling tidak bahagia di dunia ini, dia selalu terlihat galau, sepertinya sejak beberapa tahun yang lalu, dia sudah lupa cara tersenyum. Sejak Kang Yong naik singgasana, dia pun menjadi anak burung yang kesepian dan kehilangan sayap, dia tidak bisa menemukan sarangnya lagi, dia sudah kehilangan kebahagiaannya.
__ADS_1