
Hello! Im an artic!
“Paman Long, aku tahu bersikap seperti ini demi kebaikanku, tapi Paman harus percaya bahwa aku tidak pernah salah menilai seseorang.”
Paman Long juga tidak lagi membantah dan berkata dengan datar: “Kuharap seperti itu.”
Hello! Im an artic!
Keesokan harinya…
He Laosan pagi-pagi sekali sudah menunggu di Aula Jubao untuk bertemu dengan Ye Wushuang.
__ADS_1
Ye Wushuang mulai berpikir He Laosan sepertinya ingin melakukan beberapa trik lagi padanya, jadi dirinya harus lebih waspada.
Tapi ketika mereka bertemu, pria yang bertubuh besar itu tiba-tiba berlutut di hadapannya, dia bahkan memegang sepiring emas berkilauan untuk diberikan padanya, hal itu membuat Ye Wushuang terkejut untuk beberapa saat.
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang terpaku sejenak lalu berkata: “Apa yang ingin kamu lakukan?”
He Laosan tersenyum ingin mencari muka dan berkata: “Nona, ini adalah niatanku, tolong diterima.”
Bukan karena Ye Wushuang tidak mencintai harta, hanya saja ada beberapa hal yang berada di luar kuasanya, dirinya tidak akan pernah mengacaukannya.
__ADS_1
“Nona, ini pantas Nona dapatkan. Apa Nona ingat beberapa waktu lalu Nona pernah menjadikan sutra rusak menjadi pakaian yang sangat cantik dan luar biasa, tidak disangka begitu pergi ke Jalur Yuanbao, pakaian itu disukai oleh para bangsawan dan keluarga terhormat dari seluruh kota. Bahkan seorang Jenderal dari Negara Bei juga melihatnya dan sangat menyukainya, selain itu dia juga memerintahkan orang untuk memesan ribuan set pakaian di tokoku, dia berkata bahwa dia ingin memberikannya sebagai hadiah kepada beberapa tentara yang sudah membuat kontribusi dalam militer.”
Setelah mendengar ucapan He Laosan, Ye Wushuang sedikit banyak merasa agak bangga, keberhasilan penjualan bahan pakaian ini dapat membuktikan bahwa usahanya itu tidak sia-sia, dan juga dapat membuktikan bahwa seleranya yang unik itu masih dapat diterima oleh dunia.
Ada sedikit rasa lega yang terlintas di tatapan matanya, tapi Ye Wushuang tidak terlalu menunjukkannya: “He Laosan, kamu tidak perlu begitu segan.”
“Ini sudah seharusnya, Nona adalah orang yang memiliki budi padaku, sebelum rombonganku berangkat, aku mencari seorang peramal untuk membaca nasibku, dia berkata bahwa aku akan menemui banyak masalah di sepanjang perjalanan, tapi selama aku bertahan maka aku pasti akan bertemu dengan orang mulia, selama ini aku berpikir bahwa orang itu adalah Tuan Penguasa Kota, tapi setelah aku memikirkannya dengan cermat, orang itu adalah Nona. Sekarang bisa dikatakan aku mendapatkan kekayaan, jadi tentu saja aku tidak boleh melupakan kebaikan Nona. Seribu tael emas ini, kumohon Nona menerimanya.”
Melihat He Laosan yang berbicara dengan tulus dan juga tatapan mata yang begitu jujur itu, benar-benar membuat orang lain sulit untuk menolaknya. Ye Wushuang masih belum tergerak, dirinya masih berkata dengan raut datar: “Sebenarnya ada banyak hal yang bukanlah bantuanku, itu semua adalah keberuntunganmu sendiri. Jika kamu tidak menyelamatkanku pada hari itu, sepertinya nasibmu juga tidak akan seperti ini.”
“Ya, ya, yang Nona katakan itu benar sekali, aku ini memang bukan manusia, aku sudah menyelamatkan Nona tapi malah hampir saja menjual Nona, kumohon Nona jangan memasukkannya ke dalam hati, salahku karena terlalu brengsek, kumohon Nona tidak mempermasalahkan karena Nona berhati besar.” He Laosan takut Ye Wushuang menyimpan dendam di dalam hatinya dikarenakan masalah ini, beberapa waktu lalu tidak masalah jika seperti ini, tapi baru-baru ini, dirinya mendengar bahwa Nona Ye Wushuang memenangkan perhatian dari Tuan Penguasa Kota Wuyou, jika di kemudian hari Nona Ye Wushuang menjadi wanita di sisi sang Tuan Penguasa Kota dan teringat kembali dendam lamanya, diperkirakan dirinya tidak akan bisa mendapatkan pijakan di kota ini.
__ADS_1
“Aku sudah berkata bahwa masa lalu biarkanlah berlalu, kamu tidak perlu terus menerus memikirkannya.”
Melihat pihak lain begitu mudah melupakan dosa masa lalunya, hati He Laosan masih merasa sedikit gelisah. Ketika mengangkat kepalanya dan diam-diam menatap Ye Wushuang, dia menemukan bahwa tidak ada kebencian atau dendam di tatapan matanya yang jernih, akhirnya dirinya baru merasa sedikit lega. Diam-diam berpikir bahwa akhirnya dirinya bertemu dengan majikan yang begitu murah hati dan baik hati.