
Tanpa diduga, mata tajam wanita itu malah menyadari keberadaan Qin Ruojiu dia langsung memimpin sekelompok pelayan dan bergegas berjalan menghampiri.
Qin Ruojiu ingin pergi saat itu juga tapi dirinya tidak bisa pergi. Ya, orang itu sudah berinisiatif untuk menghampirinya, jika Qin Ruojiu berbalik dan pergi, bukankah itu terlalu tidak sipan? Dalam ketidakberdayaan, Qin Ruojiu hanya bisa bertahan dan berdiri diam di tempat, dengan tenang menilai orang-orang yang menhampirinya itu.
Orang yang datang bukanlah orang lain, tapi merupakan Selir Mulia Zhao, Zhao Yuanran.
Hari ini dia berpakaian dengan begitu mencolok, gaun istana berwarna merah muda yang sangat jarang, pakaiannya itu terlihat segar tapi tidak menusuk mata, mewah dan tidak terbuka. Ditambah dengan kulitnya yang putih cerah, makin membuat orang lain terpana.
Ketika dia melihat Qin Ruojiu, dia tersenyum dan berkata: “Hei, Kakak juga datang untuk melihat bunga? Kebetulan sekali, aku tidak menyangka akan bertemu dengan Kakak di sini.”
__ADS_1
Saat Zhao Yuanran berbicara, pupil matanya yang gelap itu tampak sangat jernih dan tidak kehilangan cahayanya, tapi malah menunjukkan semacam misteri yang membuat orang lain sulit untuk menebaknya. Alisnya yang begitu indah seperti pohon willow, sudut alis dan sudut mata yang dipenuhi dengan senyuman manis, itu tampak begitu cantik, hidungnya yang kecil dan indah, mulut kecilnya yang tipis seperti buah ceri, senyum di wajahnya yang halus dan tanpa cela itu begitu menawan, dengan bentuk tubuh dan juga hati yang begitu menggoda, ada rona merah samar di pipinya yang begitu putih, kulitnya yang kenyal seperti kulit seorang bayi, benar-benar sangat menggemaskan, rambut hitam halus yang tergerai dengan asal di sekitar pinggang, sosok ramping, pinggang kecil, benar-benar tampak sangat menawan, sebagian rambut yang diikat menjadi sanggul dan sisanya tergerai di lehernya, makin menegaskan lehernya yang begitu ramping dan putih.
Setelah mendengar ucapan itu, Qin Ruojiu menatap sekilas dan dengan datar berkata: “Ya, kebetulan sekali, tidak kusangka bisa bertemu denganmu di sini.”
Dibandingkan dengan ketidakpedulian Qin Ruojiu, Zhao Yuanran malah melangkah maju tanpa takut dan berkata: “Kakak, wajahmu terlihat begitu sedih hari ini, apa Kakak memiliki masalah?”
Setelah mendengarkan ucapan itu, Zhao Yuanran mengangguk pelan dan berkata: “Ternyata begitu.”
Qin Ruojiu tidak mengeluarkan suara tapi hanya mengangguk.
__ADS_1
Melihat suasananya yang agak membosankan, Zhao Yuanran tidak mempedulikan apa Qin Ruojiu bersedia atau tidak, dia langsung menarik tangan Qin Ruojiu dan berkata: “Kakak, belakangan ini tubuhmu terlihat jauh lebih berisi. Sepertinya Kaisar memperlakukan Kakak dengan sangat baik bukan?”
Qin Ruojiu tidak menyangka Zhao Yuanran akan bertanya seperti itu, Qin Ruojiu kemudian berkata dengan wajah bingung: “Selir Mulia Zhao, ucapan apa itu? Kaisar memperlakukan kita semua sama. Tidak bisa dikatakan memperlakukan dengan sangat baik atau tidak.” Ketika Qin Ruojiu mengatakan ucapan ini, yang terucap di bibirnya itu hanyalah kerendahan hati, dan tidak ada rasa angkuh dan sombong yang seharusnya ada.
Tapi Zhao Yuanran merasa ucapan itu sangat menusuk ketika mendengarnya, Zhao Yuanran berkata dengan sedikit tidak senang: “Bagaimana bisa berkata seperti itu, siapa di Istana ini yang tidak tahu kebaikan Kaisar pada Kakak? Berapa banyak Selir dan juga wanita lainnya yang merasa iri.”
“Selir Mulia Zhao benar-benar sedang bercanda.” Qin Ruojiu melepaskan tangannya, tidak menyukai sikap Zhao Yuanran yang begitu bersemangat sekarang, seolah-olah sedang membuatnya sekali lagi melihat Selir Lan yang jahat itu.
Seolah dapat melihat rasa keterasingan Qin Ruojiu, Zhao Yuanran tidak merasa kesal, tapi malah dengan santai berkata: “Apa Kakak masih tidak percaya? Jangan lupa pada hari itu demi Kakak, Kaisar malah mengirim kembali Pangeran Funing yang datang dari Beifeng untuk menjalin persahabatan.” Ucapan ini tampak seakan Zhao Yuanran sedang mengatakan betapa Qin Ruojiu sangat dihargai dan dicintai oleh Kaisar. Tapi sebenarnya ucapan itu sedang mengingatkan Qin Ruojiu bahwa jika bukan karena dirinya maka kedua negara akan menjalin persahabatan yang baik. Jika bukan karena Qin Ruojiu maka Pangeran Funing dari Beifeng tidak akan dipermalukan dan pergi, dan tidak akan memimpin pasukannya untuk menyerang Negara Kangqing.
__ADS_1