Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 693 Mana Berani Dirinya Memanjat Lebih Tinggi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Nona tidak tahu, tidak semua orang bisa bertemu dengan Tuan Penguasa Kota. Meskipun dia hanya seorang penguasa kota, tapi keluarga kerajaan dan bangsawan dari beberapa negara juga harus memberi hormat padanya ketika mereka bertemu dengannya. Karena kekuatan miliknya tersebar di seluruh dunia, banyak Raja bahkan harus bersikap hormat padanya.”


“Begitu hebatnya?”


Hello! Im an artic!


“Tentu saja.” Kata Yuner dengan hormat.


“Tidak heran ada orang yang begitu luar biasa di bawah orang seperti itu.”


Melihat wajah Nona An Yiqiu yang penuh dengan pemikiran, Yun’er menyeringai dan berkata: “Nona maish memikirkan Tuan Muda yang kemarin bukan?”


“Huh, di kemudian hari dia akan menjadi orang milikku, aku harus meminta Tuan Penguasa Kota untuk memberikan orang itu padaku.”


Hello! Im an artic!


Setelah An Yiqiu selesai mengucapkan kata-katanya, mereka mendengar suara yang kuat dan mengesankan dari arah belakang.


“Kamu ingin aku menyerahkan siapa?”

__ADS_1


Nona dan pelayan itu menoleh ketika mereka mendengar suara itu, mereka melihat pria berpakaian ungu di depan, sosoknya tinggi tegap. Alisnya tajam, matanya berbinar, benar-benar sangat tampan, sikap itu sangat anggun dan mulia, membuat orang lain yang melihatnya seketika merasa malu.


“Ternyata… ternyata… itu kamu …”


“Tuan… Tuan Penguasa Kota?”


Keduanya seakan menelan seekor katak hidup-hidup, kata-kata mereka tercekat di tenggorokan, mereka sama sekali tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun untuk beberapa saat.


Qing Ting yang berada di samping melihat lalu berkata sedangan raut kesal dan dingin: “Masih tidak memberi hormat setelah bertemu dengan Tuan Penguasa Kota.”


Setelah diingatkan seperti itu, pelayan yang bernama Yun’er itu segera menarik Nona Besarnya dan berlutut memberi hormat.


“An Yiqiu memberi hormat pada Tuan Penguasa Kota…”


Lagipula dia adalah penguasa Kota Wuoyou yang paling dikagumi dan dihormati, jika tidak menunjukkan rasa hormat ketika bertemu, maka itu sama saja bersikap tidak sopan terhadap Tuan Penguasa Kota dan juga akan dimaki oleh para rakyat.


“Bangunlah, tidak perlu begitu hormat.”


Berkata tidak perlu begitu hormat, bagaimana mungkin bisa bersikap tidak hormat? Orang yang dianggap sebagai calon suaminya kemarin, hari ini malah menjadi pria paling mulia di Kota Wuyou, mana berani dirinya memanjat lebih tinggi?


Tapi An Yiqiu bukanlah orang biasa, sebelum masuk ke dlaam dia bahkan bisa mengabaikan nyawanya, sekarang bahkan meski pihak lain adalah seorang penguasa kota, An Yiqiu juga tidak mau bersikap mengalah.

__ADS_1


“Ternyata kamu adalah penguasa kota, mengapa kamu tidak mengatakannya lebih awal kemarin.” Sifat Nona Besar milik An Yiqiu kembali, dia bertanya dengan sedikit tidak puas pada She Jingtian.


Yun’er di sebelahnya segera menarik pakaian An Yiqiu, memberi isyarat padanya untuk tidak bersikap keterlaluan.


Tapi She Jingtian tidak marah dikarenakan perilaku An Yiqiu, dia malah menunjukkan sikap penghargaan: “Aku bukan seorang penguasa kota kemarin, tapi hanya seorang manusia biasa yang pergi ke Kuil Yuelao untuk meminta berkat pernikahan.”


“Oh, lalu mengapa kamu berbohong padaku berkata kamu sudah menikah, kamu bahkan mengatakan bahwa wanita bercadar itu adalah Istrimu.”


Setelah mengetahui dirinya ditipi, An Yiqiu sudah tidak peduli lagi dengan identitas pihak lain, dia langsung melampiaskan amarahnya.


“Lancang, bagaimana kamu berbicara dengan Tuan Penguasa Kota?” Qing Ting berkata mengingatkan dengan dingin.


An Yiqiu mengerutkan bibirnya dengan tidak senang: “Apa yang kukatakan itu fakta.”


“Qing Ting, pergilah lebih dulu.”


Qing Ting hanya bisa menurut dan pergi setelah mendengar perintah She Jingtian.


“Aku yang bersikap keterlaluan kemarin, kumohon Nona An tidak tersinggung.”


Suasana hati An Yiqiu sudah jauh lebih membaik setelah melihat sikap sopan She Jingtian sebagai seorang penguasa kota.

__ADS_1


“Aku tidak menyalahkanmu, tapi kemarin jelas-jelas kamu sudah menangkap bola pernikahanku di depan Kuil Yuelao, kamu juga tahu apa artinya hal itu bagi seorang gadis. Kamu jangan harap bisa menyangkal, Dewa Yuelao sebagai mak comblang, bahkan orangtua kandung pun tidak akan bisa menghalangi.”


“Nona… Jangan sembarangan…” Mendengarkan ucapan An Yiqiu, tampaknya dia ingin secara paksa menikah dengan She Jingtian, sang penguasa Kota Wuyou. Wajah Yun’er benar-benar ketakutan, mau tidak mau dirinya bersuara untuk mengingatkan.


__ADS_2