
Hello! Im an artic!
Setelah kaisar Zhaolie pergi, suasana istana Fengyi menjadi menyedihkan.
Baju-baju tergeletak berantakan di atas lantai, Qin Ruojiu yang sedang bersandar di atas ranjang seperti sebuah boneka yang tidak memiliki nyawa, tatapan kedua matanya yang kosong seperti tidak memiliki hawa kehidupan.
Hello! Im an artic!
Angin dingin berhembus di badannya, tapi dia tidak merasakan apa-apa. Biru dari leher sampai tangannya sudah cukup membuktikan kekerasan yang dilakukan oleh kaisar Zhaolie kali ini.
Setelah melihat kaisar Zhaolie pergi, Lu’Er dan Yan’er baru masuk ke dalam terburu-buru.
Melihat permaisuri di atas ranjang dengan badan setengah telanjang, kekerasan kaisar seperti sudah menghisap seluruh nyawa yang tersisa di badan Qin Ruojiu.
“Permaisui, anda kenapa?” teriak Lu’Er sambil menangis, permaisuri di depannya ini membuat hatinya sakit.
Hello! Im an artic!
“Permaisuri……” Yan’er berteriak, tapi tidak berani mendekatinya, kedua matanya terlihat sangat cemas dan panik.
Qin Ruojiu tidak berkata apa-apa, dia hanya berdiri dari ranjangnya dan menatap kejauhan, “Tuntun aku, aku mau mandi……”
__ADS_1
Setelah kaisar Zhaolie pergi, dia langsung pergi ke istana Wenxuan.
Sepanjang perjalanan, muka Zhaolie tetap terlihat kesal.
Wanita ini kenapa selalu melawan dia, kenapa tetap tidak mau tunduk kepadanya walaupun sudah menderita?
Kaisar Zhaolie semakin kesal memikirkannya, kedua tangannya dikepalkannya dan ditonjok ke tembok dengan keras, suara “brak” yang keras itu membuat dayang di kedua sisinya gemetar ketakutan.
Di saat ini, ada seorang pria kasim berlari ke arahnya, walaupun dia belum melihat muka kaisar, tapi dia sudah bisa merasakan kemarahannya.
Dengan badan yang gemetar dia berlutut: “Kaisar!”
Mendengar suara panggilan itu, kaisar Zhaolie melihat dia dengan muka yang semakin kesal, “Ada urusan apa?”
Mendengar itu, kaisar Zhaolie menjadi semakin marah, dia benar-benar ingin merobek-robek pria kasim di depannya ini, “Aku bukannya sudah bilang aku tidak mau bertemu dengan siapapun? Kenapa? Kamu juga mau melawan aku?”
Muka pria kasim tersebut memucat, hampir saja dia pingsan.
“Menjawab kaisar……dia bilang mau bicara sesuatu yang penting dengan anda……”
“Apa?”
__ADS_1
“Tentang pernikahan tuan putri Liqing!”
“Liqing……” mendengar nama itu, amarah di muka kaisar Zhaolie perlahan-lahan menghilang, seperti kabut tebal yang terhisap oleh matahari. Setelah beberapa saat, dia menatap pria kasim yang berkeringat itu, “Suruh dia masuk!”
“Baik……” setelah mendengar itu, pria kasim baru merasa tenang dan bisa mengelap keringatnya.
Setelah Liu Yuan masuk ke dalam istana, dia yang bisa membaca suasana hati seseorang langsung bisa melihat kaisar Zhaolie hari ini sedang sedikit tidak beres.
Bab selanjutnya Bab 355 Hanya Ada Satu Syarat
Hello! Im an artic!
Dari langkah kaki dia bisa terlihat dia sedang kesal. Dan dari aura dingin yang dikeluarkannya, cukup membuktikan kalau dia sedang menahan amarah.
Liu Yuan kebingungan, hal apa yang bisa membuat kaisar Zhaolie yang biasanya tenang bisa semarah ini?
Hello! Im an artic!
Seketika Liu Yuan berubah menjadi hati-hati.
“Kaisar!” sapa Liu Yuan sambil berlutut.
__ADS_1
Kaisar Zhaolie menatap dia dengan dingin dan tanpa ekspresi, setelah itu dia berteriak: “Liu Yuan, berdiri saja!”