
Bulan di malam hari itu bersinar terang.
Tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu, Qin Ruojiu yang bersandar di dalam pelukan Kaisar Zhaolie itu sudah tertidur. Namun, Kaisar Zhaolie masih merasa khawatir dan tidak bisa tidur.
Setelah beberapa saat, dia mengulurkan tangannya untuk menyingkirkan kelambu yang ada di atas kasur dan menatap ke arah wanita yang ada di dalam pelukannya.
Cahaya bulan masuk ke dalam ruangan itu lewat jendela kamar dan menyinari dahi Qin Ruojiu yang putih itu. Qin Ruojiu terlihat begitu tenang dan tentram!
Bulu matanya yang lentik itu pun terlihat sangat indah dan mampu memabukkan setiap orang yang melihatnya.
Pada saat ini, Kaisar Zhaolie beranjak untuk duduk dan meletakkan kepala Qin Ruojiu dengan hati-hati di atas kakinya. Pandangan matanya tertuju pada wanita yang sedang tertidur pulas di atas kakinya itu. Lalu dia berkata dengan lembut, “Kenapa kamu bukan Liqing. Kalau kamu itu Liqing, semua ini akan terasa lebih indah lagi. Kaisar juga ingin terus memeluknya seperti ini dan bisa memeluknya selamanya ….”
__ADS_1
Kaisar Zhaolie pun menghela nafas lalu membuka cadar hitam yang menutupi wajah Qin Ruojiu itu dengan perlahan. Kemudian dia mengusap pipi Qin Ruojiu yang merah dan lembut itu dengan perlahan. Kulitnya terasa lembut seperti kapas.
Kaisar Zhaolie terus bertanya, “Liqing … Liqing … kapan kamu baru bisa kembali ke sisi Kaisar ….”
Lalu dia lanjut berkata, “Kalau kamu kembali ke sisi Kaisar, apa Kaisar masih bisa jatuh cinta dengan wanita ini? Apakah Kaisar masih bisa melirik wanita lain?”
Suara Kaisar yang terdengar serak itu pun menghilang dengan perlahan. Tangannya yang besar itu pun membelai bibir Qin Ruojiu yang merona itu. Tiba-tiba tatapan matanya terlihat berubah.
Akhirnya Kaisar Zhaolie menundukkan kepalanya dan mencium bibir Qin Ruojiu. Sosok Kaisar Zhaolie itu pun menghilang di dalam kegelapan malam itu. Dia terlihat seperti hantu yang datang dan pergi sesukanya.
Pada saat itu, Lu’er pun datang dan membawa air panas yang sudah dia siapkan untuk Qin Ruojiu. Ketika melihat Qin Ruojiu sudah terbangun, dia pun berkata dengan bahagia, “Nyonya, anda sudah bangun?”
__ADS_1
Qin Ruojiu pun menganggukkan kepalanya lalu melihat ke sampingnya dan sekeliling kamarnya. Kenapa dia tidak melihat siapa-siapa? Dia menundukkan kepalanya dan merasa kebingungan. Dia berpikir di dalam hati, kenapa dia pergi begitu saja, kenapa dia sama sekali tidak tahu apa-apa?
Tadi malam, Kaisar benar-benar menepati janjinya dan tidak melakukan apa-apa padanya. Memikirkan itu, Qin Ruojiu pun merasa lega dan tidak mau banyak berpikir lagi. Karena dia tidak melukainya, jadi kenapa dia masih harus banyak berpikir? Hanya karena dia baru selamat dari siksaan Kaisar Zhaolie, jadi di dalam hatinya dia merasa sedikit tidak tenang.
“Nyonya, anda lagi mikirin apa?” Lu’er yang melihat Nyonyanya kelihatan kebingungan itu dan langsung merasa khawatir dan bertanya.
Qin Ruojiu pun tersadar dari lamunannya. Lalu dia tersenyum lembut dan menggeleng-gelengkan kepalanya, “Pagi tadi, kamu ada lihat orang yang keluar dari kamarku tidak?”
Setelah mendengar itu, Lu’er terlihat sedikit kebingungan lalu melihat sekitar. Lalu dia meletakkan handuk yang ada di tangannya dan bertanya, “Nyonya, ada apa? Apakah kamu kehilangan sesuatu?”
Melihat Lu’er yang khawatir begitu, Qin Ruojiu pun tersenyum lagi dan berkata, “Tidak kok, aku kira ada orang yang datang ke kamarku, makanya aku tanya!”
__ADS_1
Bagaimana mungkin dia memberitahukan orang lain kalau kemarin malam dia bermalam dengan iblis itu di kamar ini? Tetapi, membahas tentang iblis itu, dia benar-benar tidak mengerti. Kenapa sekarang dia memperlakukannya dengan begitu lembut dan sopan. Hal ini benar-benar membuat dia tidak habis pikir.
Sikapnya yang berubah ini membuat dia merasa Kaisar Zhaolie itu berubah menjadi orang lain. Dia tidak lagi menyiksanya dan memperlakukannya dengan kejam dan malahan memperlakukannya layaknya seorang istri dengan lembut dan penuh perasaan.