
Melihat keragu-raguan di mata Qin Ruojiu, Kang Yin menjadi cemburu, “Tidak, tidak mungkin, dia sudah seperti ini terhadap kamu, bagaimana mungkin kamu bisa cinta dengan dia……”
Dari pertanyaan itu Qin Ruojiu bisa melihat keanehan Kang Yin, “Mungkin dulu dia sangat kejam dengan aku, tapi sekarang dia menyukai aku, dia mencintai aku. Semua orang tahu kalau dia baik dengan aku, memangnya aku masih bisa tidak puas?”
Kang Yin tiba-tiba tertawa, “Oh ya? Itu yang namanya cinta atau suka?”
Qin Ruojiu menganggukkan kepalanya, “Ini masih tidak bisa menjelaskan semuanya?”
Kang Yin mau bicara sesuatu, tapi setelah melihat mata Qin Ruojiu yang dingin, seketika dada dia menjadi sakit.
“Pangeran ke-9, aku tahu kamu menginginkan yang terbaik untuk aku, tapi kaisar sekarang benar-benar sangat baik dengan aku, kamu tidak perlu khawatir. Mulai hari ini, kamu bisa anggap aku sebagai kakak ipar kamu tidak? Aku tidak mau kalian berdua bermusuhan!” hasrat kepemilikan kaisar Zhaolie sangat kuat, dia benar-benar takut, walaupun saudara, dia juga bisa menjadi kejam. Sampai sekarang bahkan dia sendiri tidak bisa membedakan dia menyukai dirinya atau hanya ingin memiliki dirinya. Dia hanya tahu, kalau dirinya melawan, maka dia maka akan semakin kejam dengan dirinya.
__ADS_1
Tiba-tiba Kang Yin mengangkat kepalanya, “Baik, aku percaya kamu, kamu cinta dengan dia, bukan takut dengan dia. Jadi kamu mengira dia benar-benar menyukai kamu?”
“Maksudnya apa?”
Dia sebenarnya tidak mau memberitahu semuanya ini kepada dia karena takut dia akan sakit hati. Tapi melihat perasaan palsu kakaknya dianggap serius oleh Qin Ruojiu, maka dia merasa dia tidak bisa menyembunyikan ini lagi.
Karena tidak tahu sejak kapan dia mulai memiliki perasaan yang berbeda terhadap Qin Ruojiu, perasaan seperti itu terisi secara perlahan seperti aliran air yang memenuhi hatinya. Dia mau melindunginya, selamanya tidak mau membuat dia terluka. Dia mengira seumur hidup ini dia tidak akan mencintai orang lagi. Tapi setelah bertemu dengannya, dia baru tahu ternyata masih ada orang yang bisa mengerti dengannya.
Dulu dia pernah membayangkan, kalau saat itu dirinya tidak melepaskan tahta itu, apakah sekarang yang menemani dan melindungi Qin Ruojiu adalah dirinya?
Sayangnya, semuanya sudah terlambat……
__ADS_1
Setiap kali membayangkan luka yang dia alami, membayangkan dia disiksa oleh kakaknya, rasa sakit itu seperti kegelapan yang menyelimuti dirinya. Dia benci dengan dirinya karena tidak bisa membantunya, dia benci dengan dirinya karena tidak bisa membawa dia pergi. sekarang demi keegoisan dirinya, dia mau tidak mau menggunakan cara lain untuk melukainya.
Dia menghela nafasnya dan berkata: “Apakah kakak aku sudah pernah melihat muka kamu?”
Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya, “Tidak, dia tidak pernah melihatnya!”
Bab selanjutnya Bab 165 Kamu Sebenarnya Kenapa
“Aku tidak percaya, dari pemahaman aku terhadap kakak aku, dia tidak mungkin seperti ini terhadap kamu kalau dia belum melihat muka kamu!”
“Selain kamu, belum ada pria lain yang pernah melihat muka aku, hari ini dia mencoba untuk melepaskan kain hitam aku, tapi aku larang!”
__ADS_1