
Hello! Im an artic!
“Hei, aku sangat beruntung. Kemarin adalah hari ketika Pangeran Liang meninggalkan Kastil Wuyou, aku melihatmu tidak memakan apa-apa di siang hari, aku khawatir kamu lapar di malam hari jadi aku membawakan sedikit makanan dari dapur. Siapa tahu, di tengah malam tiba-tiba melihat sosok yang sedang mabuk, pada saat itu aku mengira itu adalah pencuri yang masuk, itu benar-benar membuatku takut.” Berbicara sampai di sini, Bibi Hua tampak sangat ketakutan, dia menepuk dadanya dengan ringan, tampilannya itu seakan ketakutan itu masih tersisa.
Ye Wushuang malah berkata dengan tidak sabar: “Lalu bagaimana setelahnya?”
Hello! Im an artic!
“Lalu ketika aku melihat sosok itu, bukankah itu adalah Tuan Penguasa Kota. Aku melihatnya meraba-raba dan memasuki kamarmu di tengah malam, aku tidak perlu membicarakan lagi mengenai hal selanjutnya bukan. Hehe…” Bibi Hua tersenyum penuh kemenangan, kemudian dia kembali berkata: “Untungnya aku datang ke kamarmu lebih lambat dibanding Tuan Penguasa Kota, kalau tidak maka hal baik seperti ini tidak akan tercapai.”
“Bibi Hua…”
Ye Wushuang benar-benar merasa sangat malu, tatapannya yang malu-malu itu, ketika menatap Bibi Hua saja dirinya merasa itu adalah sebuah dosa.
__ADS_1
“Wushuang, kamu benar-benar sangat beruntung karena Tuan Penguasa Kota menyukaimu, kamu harus menghargainya dengan baik.”
Hello! Im an artic!
“Bibi Hua, terima kasih, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari.”
“Apanya? Nasi sudah menjadi bubur, tentu saja kalian harus menikah.” Bibi Hua mengeluarkan nada suara layaknya senior yang lebih tua, dan berkata dengan nada sedikit mencela.
Ye Wushuang tahu Bibi Hua melakukannya demi dirinya, Ye Wushuang tersenyum samar lalu berkata dengan sedikit bingung: “Apa menurut Bibi aku layak untuknya?” Bahkan meski Ye Wushuang mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dirinya boleh tidak merasa rendah diri di hadapan She Jingtian, tapi bagaimana pemikiran orang luar? Dirinya tidak memiliki wajah cantik tanpa cela, tidak memiliki tidak memiliki latar belakang dan kekayaan, apa dirinya layak bagi pria yang begitu menakjubkan ini?
“Tapi……”
“Tapi apa? Kamu pintar, baik hati, terampil dan berbudi luhur, tidak hanya membuat Nona Min’er menyerah dengan senang hati, tapi juga membuat orang-orang di seluruh Kastil Wuyou ini menyukaimu. Wajar saja jika orang sepertimu menjadi Istri dari Tuan Penguasa Kota.”
__ADS_1
Mendengarkan Bibi Hua terus-menerus memujinya, Ye Wushuang tidak merasa lupa diri dikarenakan hal itu, Ye Wushuang hanya menjawab dengan lembut: “Bibi Hua, jangan berkata seperti itu, jika orang lain mendengarnya maka akan berpikir macam-macam.”
“Baik, baik, Nyonya Penguasa Kota, mulai sekarang aku akan mendengarkan ucapanmu.”
“Bibi Hua, jangan seperti itu, aku masih belum, dan lagi aku menyukai Tuan Penguasa Kota bukan karena dia memiliki latar belakang yang menonjol dan yang lainnya. Aku hanya merasa bahwa dia adalah pria yang memiliki kemampuan, memiliki pesona dan juga bertanggung jawab.”
Ya, sejak pertama kali melihat She Jingtian, demi bisa mempertahankan dirinya, She Jingtian membuat janji untuk melindunginya seumur hidup, hati Ye Wushuang sudah bergetar pada saat itu. Kemudian melihat She Jingtian yang merawat Min’er dengan begitu sabar dan lembut, membuat Ye Wushuang merasa pria ini bisa diandalkan seumur hidup.
“Aku mengerti, Wushuang, kamu adalah gadis yang baik, yang pasti dengarkan ucapanku, jangan terlalu mempedulikan pandangan di sekitarmu, selama kamu dan Tuan Penguasa Kota benar-benar saling mencintai, maka itu sudah cukup.”
“Ya, aku akan mengingatnya.” Ye Wushuang menundukkan kepalanya, mengatupkan bibir merahnya, wajah kecilnya itu terlihat teguh dan dipenuhi dengan keindahan untuk menyongsong masa depan.
“Kemarilah, aku akan meriasmu, nanti Tuan Penguasa Kota seharusnya akan menunjukkan niatannya, kamu harus merias diri dengan benar, dengan begitu kamu tidak akan kehilangan statusmu di Kastil Wuyou.”
__ADS_1
Menghadapi Bibi Hua yang secara tidak sadar sudah menganggap dirinya sebagai Istri Tuan Penguasa Kota, Ye Wushuang benar-benar tidak berdaya, tapi melihat niat baik Bibi Hua, Ye Wushuang juga hanya bisa menerimanya dengan senang hati.