Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 53 Pria Yang Kesepian dan Galau


__ADS_3

Qin Ruojiu merasa orang itu adalah seorang pria, pria yang kesepian dan galau.


Qin Ruojiu sering memimpikan untuk bertemu dengannya. Hanya saja, mereka hanya bisa bertemu dlaam musik, belum bertatap muka langsung.


Tetapi, Qin Ruojiu tidak merasa menyesal. Dirinya menganggap pria itu sebagai tempat menumpahkan segala resah hatinya, dan mungkin pria itu juga merasa seperti itu. Jika bertemu, mereka bisa saja kehilangan satu sama lain.


Pertama, dia adalah permaisuri, jika orang itu tahu, pasti orang itu akan menghindar. Hidup di dalam istana memang tidak mudah, jika mereka bertemu, pasti akan timbul banyak masalah. Sedangkan Kaisar Zhaolie sangat membencinya, jika sampai ketahuan, akibatnya akan sangat buruk .


Kedua, semua orang mengira dia adalah penyihir, mana pantas dia menjadi teman karib orang pria yang bertalenta ini?


Ketiga, jika mereka bertemu, dan orang itu melihatnya memakai cadar, mana mungkin orang itu mau berteman dengannya secara sepenuh hati.

__ADS_1


Karena ketiga alasan itu, Qin Ruojiu pun mengurungkan niat untuk mencari peniup seruling itu.


Setiap mereka selesai bermain musik bersama, hatinya pun akan lebih tenang, kemudian ia akan pergi dengan buru-buru.


Mungkin, mereka memang ditakdirkan untuk tidak pernah bertemu. Asal saling mengetahui bahwa orang ini ada, walaupun tidak saling melihat, walaupun dipisahkan oleh lautan sekalipun, tetapi kedua hati mereka terasa begitu dekat.


Malam yang dingin bagaikan es, hanya ada beberapa bintang yang menghiasi langit.


Wajah Su Zhen’er seperti bunga di musim semi, di tubuh yang langsing pun terlihat ada bercak-bercak merah, siapapun yang melihatnya akan tahu bahwa itu adalah jejak-jejak yang ditinggalkan setelah bercinta. Saat ini, tubuhnya hanya dibalut oleh kain sutera yang tipis, bagian dalam tubuhnya masih bisa terlihat. Begitu angin bertiup, dadanya yang putih itu pun terlihat.


“Yang Mulia Kaisar, bukan aku dalang dibalik kejadian Selir Mulia, kamu harus percaya padaku!” ucap Su Zhen’er sedih, kemudian tiarap di punggung Kang Yong, sambil menatap wajah Kang Yong dari samping, ia berkata, “Yang Mulia Kaisar, jika aku berniat menjahati Selir Mulia, untuk apa aku menggunakan orang bawahanku sendiri? Iya kan? aku rasa pasti ada orang yang mau menjebakku.”

__ADS_1


“Zhen’er, aku juga tahu kamu bukan orang yang sembrono seperti itu, makanya aku tidak menghukummu,” ucap Kang Yong sambil meliriknya dengan dingin dan tidak berperasaan. Walaupun wanita ini baru bercinta saja selesai dengannya, dia tetap sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap wanita ini.


Su Zhen’er akhirnya merasa lega, kemudian mendorongnya dengan manja, “aku sudah tahu kalau Yang Mulia Kaisar akan menegakkan keadilan untukku.”


“Tetapi aku akan memperingati kamu, jangan sampai berbuat bodoh. Aku tidak ingin hal yang aku anggap penting ini, dihancurkan olehmu.”


Pada detik berikutnya, senyuman Su Zhen’er pun membeku, kemudian muncul ekspresi ketakutan, tangannya sampai menggengam kain sutera yang lembut itu, “Aku akan selalu mengingat omongan Yang Mulia Kaisar.”


“Bagus. Apakah kamu tahu kenapa aku begitu mencintaimu?” ucap Kang Yong sambil menaikkan dagunya, nada yang datar membuat orang merasa dingin, “Karena kamu tahu diri, tidak mengecewakanku, paham?”


“Aku paham!” ucap Su Zhen’er dengan manja, kemudian tangannya melilit ke tubuh Kang Yong dan menggelitik-gelitik, dengan nada yang menggoda ia berkata, “Yang Mulia Kaisar, aku sudah bertahun-tahun tinggal di istana, selama ini , aku selalu melayani Yang Mulia Kaisar dengan sepenuh hati, tidak pernah berbuat salah. Yang Mulia Kaisar, tolong kasihani aku. Kali ini, jangan berikan aku obat itu ya? Aku juga ingin seperti Selir Mulia, Yang Mulia Kaisar…”

__ADS_1


__ADS_2