Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 88 Kenapa Masih Mau Mempersulitku


__ADS_3

Istana Fengyi.


Malam itu terasa sunyi, api unggun yang ada di dalam kamar itu pun menghangatkan isi ruangan seperti sutra berwarna merah yang menari-nari ….


Qin Ruojiu yang berbaring di atas kasur itu tidak bisa tidur, wajahnya itu terlihat sedikit senang dan sedikit khawatir. Tangannya yang putih bagaikan salju itu pun mengusap-ngusap perutnya dengan lembut dan dia merasa senang di dalam hatinya, tetapi ketika dia terpikir dengan wajah Kaisar Zhaolie yang mengerikan dan dingin itu, hatinya pun langsung berubah khawatir dan suram.


Benar, sejak dia tahu dia sedang mengandung anak Kaisar Zhaolie, rasa khawatir dan takut itu terus menghantuinya.


Kasih sayang yang diberikan seorang ibu kepada anaknya itu tidak ada batasnya, apalagi bagi Qin Ruojiu yang terlahir dengan hatinya yang begitu baik dan suci. Anak ini tidak bersalah, walaupun dia adalah anak dari iblis itu, tetapi di dalam hatinya, dia juga sudah mulai menerima anak ini.


Bagus juga, sekarang dia tidak hidup sendirian lagi tetapi berdua. Itu tandanya, nantinya akan ada yang menemaninya dan mengerti perasaannya, ia tak harus menanggung semua rasa sedihnya sendirian, ada anaknya di dalam perutnya yang akan membantunya menanggung rasa sedih itu. Ia tidak akan merasa kesepian lagi.


Malam itu dia tidak bisa tidur. Dia terus berbicara di dalam hati dengan anak yang ada di dalam perutnya. Walaupun dia adalah anak Kaisar Zhaolie, tetapi anak ini juga anaknya. Tidak mungkin karena ia benci dengan Kaisar Zhaolie, dia tidak menolak anak ini.

__ADS_1


Qin Ruoji mengusap perutnya itu dengan perlahan. Dia mulai tersenyum dan merasa senang dengan keberadaan anak yang ada di dalam perutnya ini.


Tiba-tiba di dalam kesunyian malam itu, terdengar langkah kaki seseorang yang berjalan mendekati kamarnya.


Suara langkah kaki itu terdengar begitu keras dan mengerikan.


Pada saat itu, Qin Ruojiu pun ketakutan dan bersembunyi di bawah selimutnya. Dia pun berusaha untuk melihat ke arah luar pintu.


“Peng ….” Terdengar suara orang membuka pintu yang keras dan semua orang yang ada di luar sana pun terlihat dengan jelas.


“Permaisuri ….” Lu’Er pun memanggilnya dengan nada kecil dan sedikit ketakutan. Wajahnya menunjukkan ekspresi yang sangat rumit.


Qin Ruojiu pun melepaskan selimutnya lalu turun dari kasurnya dan menyapa Kaisar, “Kaisar.”

__ADS_1


Kaisar Zhaolie pun melihatnya dengan tatapan dingin yang tidak berperasaan sama sekali.


Suasana di dalam ruangan itu pun menjadi sangat dingin dan mengerikan. Bahkan tidak ada satu orang pun yang ada di sana bersuara. Semua orang yang ada di sana pun terlihat ketakutan dan menggenggam tangan mereka sendiri.


“Kamu hamil?” Laki-laki itu pun melontarkan langsung pertanyaan seperti itu. Singkat, padat dan jelas tidak berbelit-belit.


Qin Ruojiu pun mengangkat kepalanya dan melihat ke dalam matanya. Tatapan matanya itu sangat dalam dan mengerikan, dingin bagaikan salju. Seolah kalau dilihat lebih lama lagi, semua harapan yang ada di dalam hidupmu itu akan sirna.


Qin Ruojiu pun menganggukkan kepalanya dan berusaha untuk membuat dirinya tetap tenang. Benar, dia bisa mengandung juga bukan karena salah dia sendiri. Dan ia bisa sampai mengandung, itu adalah anugerah dari Tuhan. Dia tidak seharusnya merasa takut. Walaupun Kangyong adalah seorang Kaisar, tetapi dia juga tidak bisa mencegah hal ini untuk terjadi.


Kaisar Zhaolie pun menghela nafas lalu melihat ke arah wanita yang berusaha untuk terlihat tenang dan datar itu. Dia menggunakan nada bicara yang lembut dan hangat, “Kamu tahu tidak Selir Mulia Zhao baru saja keguguran?”


Dia tidak tahu apa hubungannya masalah ini dengan kaguguran Selir Mulia Zhao, bukankah orang di balik semua masalah ini sudah ditangkap? Kenapa masih mau mempersulitnya lagi? Qin Ruojiu pun melihat ke arahnya lalu mengangguk kan kepalanya dan berkata, “Tahu.”

__ADS_1


“Dia sangat terpukul.”


“Aku ingin memberinya nasehat, tapi ….”


__ADS_2