
“Aku tidak berani, hanya saja kaisar setiap malam datang ke istana Fengyi, aku juga tidak bisa melayani kaisar, tapi aku selalu memiliki kaisar sendirian, selir lainnya akan merasa tidak adil.”
Melihat senyuman dia yang dingin, kaisar berkata: “Oh ya? Lalu kalau malam ini aku mau kamu bagaimana?”
Mendengar itu, muka Qin Ruojiu langsung memucat, dengan penuh rasa takut dia menggelengkan kepalanya, “Jangan……” membayangkan rasa sakit dan bau darah yang pekat itu, kepala dia menjadi pusing. Dia tidak mau mencoba kekasaran dan keganasan kaisar ini untuk kedua kalinya.
Melihat respon Qin Ruojiu sebesar ini, bagian bawah badan Zhaolie malah semakin mengeras. Tapi sekarang dia juga tidak bisa memaksanya, tidak tahu kenapa dia tidak bisa memperlakukan wanita ini seperti wanita lain, biasanya dia tidak akan peduli dengan perasaan mereka.
Mau tidak mau kaisar Zhaolie hanya menepuk-nepuk bahunya, “Kenapa? Masih belum sembuh?”
Sebenarnya luka di bawahnya itu sudah sembuh sangat lama, tapi agar bisa menghindari kaisar, dia mau tidak mau menganggukkan kepalanya, “Ya!”
Kaisar Zhaolie mengerutkan alisnya, “Sudah selama ini masih belum sembuh? Apakah karena tidak pakai obat?”
__ADS_1
Muka Qin Ruojiu langsung memerah mendengar ucapan kaisar itu, bahkan dahinya sampai sedikit panas. Dulu saat dirinya dilukai secara paksa olehnya, luka di bagian bawah badannya selalu diolesi obat oleh dia sendiri. Sekarang dia bertanya seperti itu, walaupun dia tidak melihatnya secara langsung, tapi dengan membayangkannya saja sudah membuat dia malu sampai mau bersembunyi.
“Kenapa? Dahi kamu sepanas ini, kamu sakit?” melihat muka dia yang aneh, maka kaisar Zhaolie memegang dahinya, merasakan dahinya yang panas itu, hati dia menjadi tidak tenang.
Qin Ruojiu tidak tahu harus menjelaskan apa, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya, “Aku tidak apa-apa, tidak apa-apa……”
“Oh ya? Tapi aku sekarang masih ada apa-apa.”
“Ya?”
Muka Qin Ruojiu langsung memerah, “Kenapa kaisar bisa bercanda seperti itu terhadap aku?”
Menatap mata Qin Ruojiu yang malu, mata kaisar menggelap, “Aku tidak bercanda, aku bicara serius, aku benar-benar sudah tidak tahan lagi.”
__ADS_1
Muka Qin Ruojiu sudah sangat merah.
Setelah beberapa saat dia baru berkata: “Kaisar, bagaimana kalau aku tidur di tempat lain?” dia tidak mau membuat pria ini melakukan yang macam-macam karena dirinya sendiri, kalau tidak, bagaimana badan dia ini bisa sanggup?
Melihat kekhawatiran dia, kaisar Zhaolie tersenyum lembut sambil menatap dia.
Dia berkata: “Tidak perlu, aku suka seperti ini!”
Qin Ruojiu melihatnya dengan lembut dan penuh dengan rasa cinta. Pandangannya seperti ini benar-benar tidak seperti dia yang kejam dan tidak berperasaan dulu. Qin Ruojiu merasa pria di sebelahnya ini sangat tidak nyata.
Dia jadi sedikit melamun, setelah beberapa saat, dia baru sadar ternyata kaisar juga sedang melamun, tidak lama kemudian dia berkata: “Kaisaar? Kaisar, Kaisar……”
Bab selanjutnya Bab 143 Aku Bukan Liqing
__ADS_1
“Liqing, apakah ini kamu?” tiba-tiba mata hitam dia mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Dia menggenggam tangan Qin Ruojiu dan diletakkan di dadanya.
Ya, ada suatu saat Qin Ruojiu melihat mata hitam dia berwarna biru pudar seperti lautan biru, matanya itu bisa membuat banyak wanita mabuk kepayang, tapi sayangnya dia memanggil nama orang lain.