Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 223 Kamu Jangan Mempersulitnya


__ADS_3

Tepat ketika mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba terdengar suara yang rendah dan arogan dari luar paviliun itu. Kemudian mereka melihat sosok seorang pria yang muncul di hadapan mereka.


Di saat mereka berdua masih berbicara, Kaisar Zhaolie yang dingin dan arogan itu sudah berjalan sampai di depan mereka berdua.


“Kaisar ….” Di dalam tatapan mata Qin Ruojiu terlihat dirinya yang ketakutan dan terkejut.


Ekspresi wajah Kang Yin juga berubah, dia terlihat sedikit canggung dan berkata, “Kaisar, anda sudah datang!”


Kaisar Zhaolie melihat sekilas ke sekeliling lalu pada akhirnya tatapan matanya itu jatuh ke arah pinggang Qin Ruojiu yang ramping itu. Dia menyipirkan matanya yang panjang dan sipit itu, lalu dia mendeketi Qin Ruojiu dan berhenti di jarak kurang lebih sisa lima langkah.

__ADS_1


“Kaisar, apa yang hendak anda lakukan? Aku dan Qin Ruojiu hanya datang untuk melihat pemandangan, kita tidak melakukan apa-apa. Mohon anda jangan mempersulitnya yah?” Melihat tatapan mata Kaisar Zhaolie yang sedikit berubah, Kang Yin langsung beranjak berdiri dan memotong.


Tatapan mata Kaisar Zhaolie yang tadinya dingin dan tegas itu pun langsung beralih ke arah Kang Yin. Di bawah sinar matahari, wajah yang dimiliki Kang Yin terlihat begitu sempurna dan kulitnya sangat lembut tiada noda, wajahnya itu bisa membuat kagum semua orang yang melihatnya. Kang Yin terlahir begitu indah, sama seperti ibunya. Pria dengan wajah seperti ini tentu saja mampu membuat seluruh wanita yang ada di dunia ini jatuh cinta dengannya. Bahkan dirinya yang ama-sama seorang pria pun bisa kagum dengan ketampanan wajahnya.


Kemudian, Kaisar Zhaolie berkata dengan nada serak, “Yin, Kaisar tidak peduli apa yang mau anda lakukan kedepannya. Tetapi Kaisar mau kamu ingat kalimat ini, dia adalah kakak iparmu, sampai kapan pun juga dia itu tetap kakak iparmu. Kamu tidak boleh ada pemikiran untuk hidup dengannya. Dia itu milik Kaisar, dia adalah wanita milik Kaisar seorang.”


Qin Ruojiu yang tiba-tiba dipeluk erat dengannya itu pun merasa sedikit kesakitan. Qin Ruojiu melihat ke arahnya dengan tatapan bengong dan matanya mulai memerah. Memangnya pria ini hanya bisa menunjukkan dirinya yang begitu mendominasi dan menunjukkan bahwa dia adalah miliknya sepenuhnya di saat seperti ini? Waktu biasa, ketika tidak ada ancaman apa-apa, kenapa dia tidak pernah memperlakukannya seperti itu ?


Kang Yin mengira Qin Ruojiu merasa kesakitan ketika melihat matanya yang memerah karena diperlakukan paksa oleh Kasar Zhaolie seperti itu. Maka dari itu hatinya terasa sakit, dia melihat Qin Ruojiu dengan tatapan kasihan dan tidak berdaya. Benar, besok malam mereka akan meninggalkan tempat ini, dia harus menahan dirinya. Setelah dia berhasil melewati hari ini, besok dia baru bisa membawa Qin Ruojiu meninggalkan istana ini dengan tenang dan selamat.

__ADS_1


Kemudian, Kang Yin pun menundukkan kepalanya dan berkata dengan nada yang sangat rendah, “Hamba sudah mengingat jelas kata-kata yang Kaisar ucapkan. Sampai kapan pun dia itu adalah kakak iparku, aku tidak akan pernah melakukan hal yang tidak benar padanya lagi!”


Setelah mendengar perkataannya itu, bukan hanya Qin Ruojiu yang terlihat terkejut, bahkan Kaisar Zhaolie juga terlihat terkejut.


Setelah lewat beberapa saat, Qin Ruojiu baru ngerti akan apa yang sedang direncanakannya. Lalu dia memejamkan kedua matanya dengan perlahan. Setelah dia bertekad, dia baru membuka matanya lagi dan menatap dengan tegas.


Awalnya Kaisar Zhaolie menundukkan kepalanya untuk melihat lembut ke arah Qin Ruojiu, lalu dia bertanya, “Akhirnya kamu sudah mengerti?” Kalimat yang dia ucapkan ini seolah dia sedang bertanya pada Kang Yin, tetapi juga terdengar seolah dia sedang bertanya pada dirinya sendiri.


Benar, adik kesembilan yang ada diingatannya itu bukanlah orang yang bisa mengubah keputusannya segampang itu. Sejak lahir dia memiliki sikap yang acuh tak acuh. Tetapi untuk apa yang benar-benar dia inginkan, meskipun harus sampai mempertaruhkan nyawanya pun dia tidak akan pernah menyerah. Dari apa yang dia lakukan sebelumnya, Kaisar Zhaolie bila melihat kalau adik ke sembilannya itu benar-benar sangat suka dengan Qin Ruojiu, kalau tidak dia tidak mungkin menusuknya dari belakang dan mencari musuh dengan negara tetangga. Tetapi sekarang, dia juga jelas-jelas baru dengan dia menganggapnya sebagai kakak iparnya, selain itu dia juga menunjukkan dia sudah mengerti dan berniat untuk menyerah.

__ADS_1


__ADS_2