
“Kalau gitu anda coba saja!” Selesai bicara, Zhuo Ying langsung bergerak mundur, mengeluarkan pedangnya dan langsung mengarahkan pedangnya ke arah Pangeran Funing. Melihat hal itu, Beifeng Funing langsung terkejut dan wajahnya terlihat pucat. Kemudian, tangannya yang sedang menarik Qin Ruojiu itu pun langsung dilepaskannya. Setelah itu dia langsung mendorong Qin Ruojiu dan melepaskannya dari dalam cengkramannya.
Setelah berhasil melepaskan dirinya dari cengkraman Beifeng Funing, Qin Ruojiu langsung berlari ke arah Zhuo Ying. Dia menggunakan tangannya untuk menggenggam pergelangan tangannya yang sakit itu lau melihat ke arah Zhuo Ying dan berkata, “Komandan Zhuo, terima kasih!”
Zhuo Ying sedikit canggung melihat tatapan mata Qin Ruojiu yang begitu lembut. Kemudian dia langsung melotot ke arah Beifeng Funing dengan tatapan marah dan berkata, “Bagaimana seorang Pangeran bisa memiliki sikap tidak bermartabat seperti ini. Berani-beraninya anda melecehkan Ratu dari kerajaan Kangqing. Kamu tahu tidak, kesalahan apa yang sudah anda perbuat?”
Setelah mendengar ancaman itu, Beifeng Funing hanya tersenyum acuh tak acuh ke arah Zhuo Ying dan berkata, “Kamu ini cuman seorang komandan yang nggak berguna, berani sekali kamu memperingati Pangeran? Ada lagi, beraninya kamu mengarahkan pedangmu padaku. Tunggu aku laporkan perbuatan anda ini pada Kaisar, waktu itu ….”
“Sampai waktu itu, Pangeran Funing rasa apa yang akan terjadi?”
__ADS_1
Tidak menunggu Pangeran Funing selesai berbicara, tiba-tiba dari samping mereka terdengar suara seorang pria yang geram dan dingin.
Qin Ruojiu dan Zhuo Ying pun langsung melihat ke arah suara itu. Pria itu mengenakan jubah berwarna putih. Di bawah cahaya bulan, mereka bisa melihat wajah pria yang begitu tegas dan berkharisma. Mereka melihat sebuah senyuman licik yang jelas di bibirnya– itu adalah senyuman menggoda yang ada di dalam legenda. Benar, pria itu adalah Kang Ying. Pria dengan tatapan mata yang suci tanpa niat jahat sama sekali dan mampu menahan segala macam penderitaan seperti itu juga hanya ada dia seorang di dunia ini. Tetapi ketika dia melihat ke arah Beifeng Funing, tatapan matanya itu malah langsung berubah menjadi tatapan yang sangat dingin dan penuh dengan kebencian.
“Pangeran?” Kang Yin berkata dengan nada kecil.
Qin Ruojiu melihatnya dengan tatapan terkejut dan bertanya, “Kenapa kamu bisa ada di sini?”
Mendengar sampai sana, Qin Ruojiu menundukkan kepalanya dengan perlahan. Dia terlihat sangat bersyukur dan berkata, “Aku tidak apa-apa ….”
__ADS_1
“Heng, ini bukannya Pangeran Kesembilan dari Negara Kangqing? Kenapa kamu juga ada maksud tertentu pada kakak iparmu?” Beifeng Funing sama sekali tidak tahu dia sudah melakukan kesalahan apa. Dia masih terus berbicara dengan nada mengejek dan melihat ke arah Kang Yin dengan tatapan meledek.
Begitu kata-kata itu selesai dikatakan, wajah Qin Ruojiu langsung berubah pucat. Dia mengangkat kepalanya dan terlihat terkejut. Tiba-tiba dia melihat mata Kang Yin yang hangat itu menyimpan sedikit perasaan marah. Tatapan mata itu adalah tatapan marah yang belum pernah dilihat Qin Ruojiu sebelumnya. Qin Ruojiu yang melihat tatapan mata itu pun terbengong dan sama sekali tidak habis pikir.
“Kamu bilang apa?” Siapa pun bisa mendengar kalau di dalam nada bicara Kang Yin yang datar itu tersimpan kemarahan dan kesedihan yang besar.
Zhuo Ying seolah juga bisa merasakan ada yang tidak beres. Kemudian dia langsung menarik lengan baju Kang Yin dan berkata dengan nada rendah, “Pangeran Kesembilan.” Tetapi dia malah didorong oleh Kang Yin.
Beifeng Funing langsung melihat Kang Yin dengan tatapan dingin. Kemudian dia melangkah maju ke depan dan berkata, “Menurut legenda, pahlawan sulit melewati rintangan wanita cantik. Apakah Ratu ini benar-benar punya raut yang sangat cantik, atau dia hanyalah wanita murahan yang suka menggoda pria? Sampai-sampai kalian berdua berani melawan Pangeran demi dirinya? Kalian mau pikirkan baik-baik, Pangeran ini adalah calon Kaisar kerajaan Beifeng, kalau kalian berani macam-macam ….”
__ADS_1
Sebelum Beifeng Funing selesai bicara, Kang Yin sudah tidak bisa menahan dirinya dan langsung menerobos ke arahnya. Sebuah pukulan yang keras itu pun langsung melandas di wajah Beifeng Funing yang sedang tertawa bangga itu.