Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 470 Dapat Dibunuh Secara Kasat Mata


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dari dua mata hitam yang agak memicing itu bisa dilihat bahwa mereka sedang mencari sesuatu dan masing-masing tidak ada yang mau menunjukkan kelemahan mereka. Seolah-olah ekspresi itu, penampilan itu, sudah menganggap pihak lain sebagai musuh terbesar satu sama lain.


Di posisi tinggi di aula, Kaisar Zhaolie duduk di kursi naga miliknya yang megah, ekspresinya dingin, tidak terlihat marah tapi terlihat mengancam, membuat para menteri yang ada di aula itu saling menatap satu sama lain, suasana yang tadinya gembira sudah digantikan menjadi kebosanan yang tak berujung, kabut yang tak berujung.


Hello! Im an artic!


Tentu saja Leng Bingxin dengan cerdik mundur ke belakang, berdiri dengan tenang di samping Bei Fengchen, menuangkan teh untuk Bei Fengchen, memijat pundak dan bahu Bei Fengchen, benar-benar bersikap seperti layaknya seorang pelayan.


Pria yang duduk di ketinggian itu tidak mengatakan sepatah kata pun, tapi hanya menatap lekat pada dua orang itu, mengangkat dagunya dan meminum habis minuman yang ada di gelasnya.


Tatapan tajam di matanya menunjukkan betapa buruknya momen tersebut. Tampaknya jika ada orang yang tidak berhati-hati maka dapat dibunuh secara kasat mata.

__ADS_1


Liqing mengikuti tatapan Kaisar Zhaolie, perlahan-lahan berpindah ke sosok Leng Bingxin.


Hello! Im an artic!


Gadis yang berdiri di samping yang sedang menuangkan anggur itu mengenakan gaun berwarna putih, dengan pola kupu-kupu di gaunnya, terdapat sutra biru dengan motif kupu-kupu yang melengkapinya, terdapat pola kupu-kupu yang diukir di dahinya, samar-samar memancarkan sinar, wajahnya itu polos, sama sekali tidak memakai riasan, tapi tetap tidak bisa menyembunyikan wajah yang begitu menakjubkan itu. Sebuah kalung kristal terjuntai di leher, makin menunjukkan tulang selangkanya yang indah, memakai gelang giok putih di pergelangan tangannya yang makin membuat kulitnya terlihat begitu putih seperti salju, memakai sepasang sepatu berlapis emas yang dihiasi dengan batu mulia, matanya begitu indah, bahkan meski wanita itu berdiri di sudut yang redup, tapi masih bisa memancarkan auranya yang luar biasa. Sudut-sudut gaunnya berkibar, seolah seperti kupu-kupu pucat yang kehilangan nafasnya dalam kegelapan, ekspresinya acuh, seolah bukan Dewi yang turun ke dunia fana, mengulas senyum di bibirnya, begitu indah dan menawan.


Wanita cantik seperti ini sangat jarang terlihat, aura yang begitu luar biasa seperti itu juga sangat jarang ada di dunia.


Demi menyenangkan dirinya, para pelayan Istana secara pribadi pernah berkata padanya bahwa Kaisar berbuat demikian karena tidak ingin menyebabkan kekacauan di harem, ingin melindungi dirinya. Tapi hanya Liqing yang tahu bahwa Kaisar Zhaolie sudah tidak berniat mencintai wanita lain lagi, hatinya sudah diambil oleh wanita lain.


Setiap hari ketika bermimpi di tengah malam, ketika Kaisar Zhaolie mengerutkan kening dengan penuh kasih sayang sambil memanggil nama seseorang, Kaisar Zhaolie tidak tahu seberapa hancur hati Liqing.


Pada awalnya, mereka berdua jatuh cinta pada pandangan pertama, selama bertahun-tahun, Liqing mengharapkan Kaisar Zhaolie naik tahkta dan kemudian menikahinya sebagai Ratu.

__ADS_1


Tidak disangka Kaisar Zhaolie malah menikahi wanita lain dan menobatkannya sebagai Ratu. Liqing ingin menikah dengannya, bukan demi kemuliaan dan kekayaan, tapi dirinya ingin menjadi wanita resminya, setidaknya menjadi wanita yang ingin dinikahinya dengan sepenuh hati di depan dunia.


Tapi Kaisar Zhaolie tidak melakukannya. Liqing menunggunya dengan getir, dan juga mengerti akan ketidakberdayaannya sebagai Kaisar. Tapi suatu hari nanti, Kaisar Zhaolie pasti akan tetap datang untuk menikahinya.


Namun Liqing tidak tahu berapa banyak hal yang telah berubah selama bertahun-tahun ini, ketika dirinya menikah dengan Kaisar Zhaolie, hati Kaisar Zhaolie telah menjadi milik wanita lain.


Liqing berpikir meski hati Kaisar Zhaolie sudah mati seumur hidup ini dan tidak akan lagi mencintainya, tapi setidaknya Kaisar Zhaolie tidak akan jatuh cinta pada wanita lain.


Tapi … tapi … apa semuanya akan berubah dikarenakan kedatangan Paman kali ini?


Wanita yang tampak lembut dan dingin itu, apa benar-benar sedingin dan acuh seperti yang baru saja ditunjukkannnya? Cahaya di matanya itu samar-samar dipenuhi dengan cahaya dingin, diam-diam terlihat mengencang.


Bei Fengchen mengantar Leng Bingxin kembali ke “Paviliun Ruyi”, langit sudah sedikit meredup.

__ADS_1


__ADS_2