
Hello! Im an artic!
Itu sudah seperti binatang buas yang haus darah, menatap ke arah seekor domba yang lemah dan menunggu untuk disembelih, tampilannya begitu dingin dan serakah.
Yuya gemetar melihat tatapan mata seperti itu, Ye Wushuang sudah melalui begitu banyak selama bertahun-tahun ini, dirinya sudah pernah melihat orang yang jauh lebih jahat dan lebih ganas dibanding Putri Yongping, Ye Wushuang tidak peduli dan berkata: “Katakan secara langsung saja apa yang ingin kamu lakukan.”
Hello! Im an artic!
Putri Yongping tersenyum dingin, dia berkata dengan wajah cantiknya yang memasang raut gembira di atas penderitaan orang lain: “Aku tidak ingin melakukan apa-apa, tapi Kakak sepupuku berkata bahwa aku boleh memilih satu pelayan di kediaman ini untuk melayaniku. Selama aku menyukainya maka aku boleh memilih siapa saja.”
“Jadi, kamu memilihku?” Ye Wushuang bertanya dengan lugas, sepertinya dirinya mengerti apa maksud wanita ini.
Pihak lain mengangkat alisnya dan memasang sikap seakan itu sudah sewajarnya: “Ya, bukankah kamu juga seorang wanita yang tinggal di kediaman ini, aku memilihmu.”
__ADS_1
“Putri Yongping, kamu salah paham, Nona Wushuang bukan pelayan, aku yang terbaik dalam melayani orang. Jika Tuan Putri ingin memilih, maka pilih aku saja…” Yuya berkata dengan ramah, tapi tidak disangka, begitu ucapannya baru saja terlontar, pihak lain sudah menyela tanpa ampun dan dingin: “Pelayan sial, tutup mulutmu.”
Hello! Im an artic!
“Aku…” Yuya awalnya berbaik hati tapi malah diteriaki seperti itu, dia bahkan sudah tidak berani mengucapkan apapun lagi.
Putri Yongping ini memang terlihat lemah lembut, tapi ketika sudah bersikap galak, dia benar-benar terlihat seperti harimau yang ingin memakan orang, benar-benar sangat berbeda dengan tampilannya.
“Untuk apa kamu berteriak padanya, dia hanya seorang pelayan yang polos, dia bahkan belum genap berusia 16 tahun. Kamu sudah berusia 20 tahunan, untuk apa begitu perhitungan dengan seorang pelayan?”
“Apa maksudmu?”
“Maksudku adalah kamu yang merupakan seorang gadis berusia 20 tahunan, apa sikapmu itu tidak bisa sedikit lebih lembut?”
__ADS_1
“Beraninya kamu mengatakan bahwa aku sudah tua…” Putri Yongping mengepalkan tinjunya, matanya melotot marah, jika bukan karena mengkhawatirkan reputasinya, takutnya sedari tadi dirinya sudah menerjang dengan menggunakan cakarnya.
Memang benar, di jaman ini, jika seorang wanita belum menikah setelah berumur 18 tahun maka sudah akan dihina oleh orang lain. Dan bagi Tuan Putri Yongping yang sudah mencapai usia 20 tahun dan masih belum menikah, merupakan hal tabu jika orang lain mengungkit usianya. Putri Yongping tidak peduli apa yang orang lain katakan di belakangnya, tapi sekarang, Ye Wushuang malah menyindir fakta ini secara langsung di hadapannya, dirinya benar-benar merasa malu dan inign membunuhnya.
“Kamu sendiri yang berpikir demikian, aku tidak berkata seperti itu!” Ye Wushuang mengangkat bahu dan dengan sengaja menepis fakta.
Putri Yongping mengertakkan gigi dan ingin mengamuk, tapi tiba-tiba dirinya teringat akan sesuatu, dia memicingkan matanya dengan dingin dan berteriak: “Huh, sejauh yang kutahu, kamu juga sudah tidak muda lagi. Jika berdasarkan usia, bukankah kamu lebih tua dibanding diriku?”
“Ya, aku hampir berumur 24 tahun, menurut logika aku sedikit lebih tua darimu. Tapi itu tidak masalah, aku tidak peduli jika aku tidak menikah seumur hidup. Dan lagi, Pangeran Ping ingin mengirimku ke Istana, bahkan jika Kaisar tidak sayang padaku, tidak masalah aku masih bisa terus menjalani seumur hidupku di Istana. Sedangkan kamu berbeda denganku, kamu adalah Tuan Putri, identitas dan latar belakangmu terpapar dengan jelas, jika menjadi Tuan Putri pertama yang tidak menikah, lihatlah di mana wajah Ayahmu itu akan diletakkan.”
“Kamu……”
“Apa kamu berani berkata bahwa kamu tidak peduli?”
__ADS_1
Ye Wushuang memprovokasi sambil tersenyum tipis, seketika langsung mengalahkan semua kesombongan dan martabat Putri Yongping.
Apa dirinya bisa berkata bahwa dirinya tidak peduli? Dirinya sudah hampir menjadi gila dikarenakan dengan masalah ini. Dirinya begitu mencintai Kakak sepupunya dan menolak untuk melihat pria lain. Tapi Kakak sepupunya itu malah tidak mengerti akan perasaannya… Hal ini sudah bertahun-tahun, kecuali Kakak sepupunya itu, dirinya tidak rela untuk menikah dengan orang lain.