Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 234 Pasti Terlibat Dalam Tugas Resmi


__ADS_3

Selesai mendengar ucapan itu, Qin Ruojiu juga sudah hampir selesai makan, Qin Ruojiu meletakkan mangkuknya perlahan, menyeka sudut bibirnya kemudian mengangkat tatapannya dan berkata: “Berkemas dengan asal saja, aku yakin Pangeran ke-9 pasti membawa barang bawaan yang cukup. Kalian tidak perlu berkemas terlalu banyak, cukup membawa beberapa pakaian sederhana saja. Ada lagi, jangan membawa barang-barang di kediaman ini agar tidak membuat Kaisar Zhaolie curiga sebelum pergi, jika tidak pasti akan ada perubahan yang tidak perlu.”


Setelah Lu’er dan Yan’er mendengar ucapan itu, mereka mengangguk serempak, melihat tindakan itu, Qin Ruojiu tersenyum ringan kemudian berjalan melewati tirai dan memasuki kamarnya, menatap pemandangan dan benda yang ada di dalam, ada semacam perasaan sedih yang tak terlukiskan di dalam hatinya.


Di depan ranjang, samar-samar terlihat sosok Kaisar Zhaolie yang sedang duduk, tatapan matanya, serta sosok punggungnya, sosok itu tercetak begitu jelas di sana.


Tatapan mata Kaisar Zhaolie yang penuh kasih sayang padanya, dan juga sikapnya yang begitu mendominasi, teringat dengan sangat jelas oleh Qin Ruojiu.


Sudut bibirnya tanpa sadar mengulas senyum getir, besok yang menyambut dirinya adalah sebuah kehidupan baru. Tidak ada lagi kekhawatiran, tidak ada lagi ketakutan, yang mengelilinginya adalah kebebasan tanpa akhir. Tapi mengapa hatinya pada saat ini seperti terbelenggu oleh orang lain, mengapa Qin Ruojiu tidak bisa merasakan kegembiraan?


Kang Yin memilih pergi hari ini, itu menunjukkan bahwa Kang Yin sudah tahu bahwa Kaisar Zhaolie harus terlibat dalam tugas resmi dalam dua hari terakhir, Kaisar Zhaolie pasti akan sangat sibuk hingga tidak bisa menyisihkan waktu untuk mempedulikan Qin Ruojiu.

__ADS_1


Tidak salah, setelah Pangeran Beifeng diusir, Kaisar Zhaolie menerima banyak nasihat satu per satu dari para Menteri.


Beberapa Menteri yang tamak dan takut mati berpikir, kali ini dikarenakan menyinggung Pangeran Beifeng, maka sudah pasti akan menyebabkan ketidakharmonisan di antara kedua negara dan juga menimbulkan perang. Oleh karena itu, mereka memohon pada Kaisar untuk memanggil memberi perintah dan mengambil inisiatif untuk menunjukkan niat baik pada Beifeng. Untuk menyelesaikan kesalahpahaman di antara kedua negara dan membangun kembali hubungan lama.


Tentu saja, Kaisar Zhaolie yang begitu tinggi hati, bagaimana mungkin bisa memperlakukan dengan baik negara yang sudah menyakiti saudaranya dan juga mempermainkan Istrinya? Bahkan jika tidak ada semua ini, dengan sifatnya yang arogan, Kaisar Zhaolie pasti juga tidak akan bersikap menyenangkan orang lain.


Jadi para Menteri itu tentu saja menerima teguran, jika kasusnya lebih parah lagi, mungkin gelar resmi mereka akan dicabut.


Tapi bukannya tidak berdasar jika para Menteri tersebut berani mengambil resiko untuk menuliskan kalimat-kalimat itu.


Di saat bersamaan, di banyak daerah perbatasan, sering terjadi tindakan kependudukan akhir-akhir ini. Orang barbar berkelahi dan berperang di mana-mana, mengganggu dan menyerang negara. Tidak sulit untuk menebak bahwa para pemimpin dari orang-orang ini menerima keuntungan atau dihasut oleh Negara Beifeng, jika tidak maka mana mungkin serangan yang merajalela terjadi di Negara Kangqing di saat bersamaan.

__ADS_1


Benar, beberapa hari ini Kaisar Zhaolie memang cukup menemui masalah.


Meskipun tempat-tempat yang ditempati itu semuanya terpencil dan juga merupakan pegunungan tandus, tapi seiring waktu, mereka juga dapat mengumpulkan kekuatan yang tak terbayangkan. Bukan tidak mungkin jika nantinya bisa menghancurkan negara Kangqing.


Jadi untuk menaklukkan kekejaman para pencuri ini, maka harus menyerang selagi masih panas, terjebak dalam satu gerakan ketika memiliki kesempatan. Jika tidak maka kekuatan brutal yang tak terbayangkan akan tercipta di kemudian hari.


Memikirkan hal ini, Kaisar Zhaolie sekali lagi mengumpulkan para pejabatnya dan duduk untuk berdiskusi di Istana Zhaolie sepanjang hari, mendiskusikan metode untuk melawan musuh dengan sungguh-sungguh dengan para bawahannya yang banyak akal, brilian dan cerdik ini.


Dalam sekejap mata, setengah hari sudah berlalu.


Qin Ruojiu duduk di depan cermin, tatapan matanya dipenuhi dengan kecemasam, hari-hari menunggu dengan gelisah semacam ini membuat hati Qin Ruojiu sedikit panik.

__ADS_1


Tatapan mata Qin Ruojiu melihat keluar melalui tirai jendela yang disulam dengan corak bunga peony.


Ya, Qin Ruojiu menantikan kedatangan Kaisar Zhaolie tapi juga takut jika dia datang.


__ADS_2