
Hello! Im an artic!
Dan lagi orang ini adalah wanita yang telah ditaklukkan olehnya dan juga wanita yang sangat mencintainya, mengapa wanita ini bisa menatapnya dengan menggunakan tatapan mata yang begitu asing dan juga membuat orang lain tidak senang seperti ini?
Bagaimana mungkin kebanggaan seorang Kaisar bisa diserang seperti ini? Detik berikutnya Ji Xingyun sudah maju dengan lepas kendali dan meraih lengan ramping Qin Ruchen, matanya yang sedikit memerah itu dengan marah berkata tanpa terkendali: “Qin Ruchen, apa kamu tahu apa yang kamu lakukan? Kamu berani bersikap tidak menyukaiku seperti ini?”
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang tidak pernah berpikir tindakan naluriahnya itu akan membuat Ji Xingyun begitu tidak senang, dirinya sudah tidak mempedulikan hidup dan mati, dan hanya menjawab dengan dingin: “Kaisar yang tidak menyukaiku lebih dulu, dari sudut pandang Kaisar, aku sekarang tidak ada bedanya dengan narapidana yang diberi hukuman mati. Jika demikian maka Kaisar bisa menganggapku mati saja, untuk apa masih menyiksaku? Apa hanya ini satu-satunya hal yang bisa Kaisar lakukan terhadap hubungan 3 tahun sebagai suami istri?”
Ketika kata-kata ini terucap, Ji Xingyun sedikit terkejut.
Seketika wajah tampannya itu kembali menjadi dingin.
__ADS_1
Ji Xingyun berkata: “Bahkan jika kamu adalah terpidana mati, bahkan jika kamu ditinggalkan olehku, aku juga tidak bisa mentolerir jenis tatapanmu yang menatap ke arahku seperti itu.”
Hello! Im an artic!
“Apa aku boleh bertanya pada Kaisar, jenis tatapan seperti apa itu?” Ye Wushuang bertanya dengan dingin, di saat bersamaan tatapan mata Ye Wushuang kembali terlihat jijik sama seperti ketika menatap Ji Xingyun tadi.
Ji Xingyun tahu bahwa Qin Ruchen sedang memprovokasi dirinya, di bawah amarahnya, Ji Xingyun mengertakkan gigi dan mengangkat telapak tangannya, tapi tiba-tiba gerakan itu terhenti pada posisi berjarak setengah sentimeter dari wajah cantik Qin Ruchen.
“Kalau begitu sebaiknya membunuhku saja.” Memikirkan kehidupan yang menyedihkan dan hampa di Istana Dingin ini, Ye Wushuang tidak pernah benar-benar merasa bahwa hidup ternyata begitu putus asa. Enam bulan saja sudah cukup, jika seumur hidup, dirinya lebih baik mati saja.
Akhirnya bisa membuat kata-kata Qin Ruchen terdengar marah dan sedih, entah mengapa Ji Xingyun merasa sangat puas, dia sedikit mengangkat kelopak matanya kemudian berkata dengan ekspresi merendahkan: “Karena kamu tahu betapa menderitanya hal itu, maka pikirkan Yun Ji dan Xiang Fei pada waktu itu, mereka tidak melakukan kesalahan tapi malah mati dikarenakan kecemburuanmu, apa kamu tidak merasa bersalah?”
“Meskipun Yun Ji dan Xiang Fei mati setelah meminum anggur yang kutuangkan, tapi aku tidak meracuni anggur itu, dan lagi orang yang mengantarkan anggur itu adalah Zhao Xueyan, dia adalah orang yang mungkin melakukannya, kenapa Kaisar hanya mencurigaiku?”
__ADS_1
“Cukup, membunuh mereka tidak akan untungnya bagi Xueyan, dia tidak akan melakukannya. Dan lagi dia juga tidak perlu repot-repot melakukannya, hatinya itu murni.” Ketika mengungkit Zhao Xueyan, wajah Ji Xingyun yang awalnya sedikit tenang itu tiba-tiba menjadi buas, dari hal ini saja bisa dilihat betapa dia melindungi Zhao Xueyan.
Ye Wushuang benar-benar mengasihani Qin Ruchen dari dalam lubuk hatinya, ini adalah pria yang dicintainya seumur hidup dan juga pria yang telah menghabiskan seluruh kerja kerasnya.
“Zhao Xueyan bersamamu hanya beberapa bulan, tapi kamu begitu percaya padanya, sedangkan aku ini adalah Ratumu.”
“Bahkan jika hanya mengenal Xueyan satu hari saja, aku juga tahu bagaimana kepribadiannya. Sedangkan kamu, bagaimana kamu bersikap pada Selir Shu, Selir Chen, aku masih mengingatnya dengan sangat jelas.”
“Selir Shu dan Selir Chen adalah selir favorit Kaisar sebelumya, mereka diam-diam menggunakan banyak konspirasi untuk mencegahmu menjadi Kaisar. Demi melindungimu, aku tidak ragu menggunakan segala cara untuk membuat mereka gila, semua itu demi dirimu.”
“Diam, aku tidak ingin mendengar kamu menggunakanku sebagai alasan untuk semua jenis kejahatan yang kamu lakukan. Kamu terus berkata semua itu demi diriku, tapi itu semua tidak lebih demi dirimu sendiri, kamu hanya menginginkan posisi Ratu, posisi Ibu Negara. Kamu adalah seseorang wanita yang ambisius, aku benar-benar sangat ingin membunuhmu.”
Mendengar kata “bunuh”, Ye Wushuang bisa merasakan dengan dalam betapa dinginnya pria ini terhadap dirinya. Ye Wushuang percaya jika dirinya kembali memprovokasi pria ini, maka takutnya dirinya akan benar-benar mati. Karena kekejaman pria ini pada dirinya masih terasa begitu jelas dalam ingatannya.
__ADS_1