
Zhao Xueyan tidak berekspresi, menepuk-nepuk bahu Selir Zhen dengan dingin, senyum aneh terulas di sudut bibirnya: “Jangan takut, jangan takut, semuanya sudah berlalu, ada aku yang melindungimu, tidak akan ada apa-apa….”
Hello! Im an artic!
“Kakak Sepupu, sebenarnya siapa yang memaksa Selir Chang hingga mati? Aku tidak percaya dia meninggal karena bunuh diri, dia tidak mungkin bunuh diri…” Selir Zhen marah, dirinya sudah tidak mampu mengendalikan emosinya, Selir Zhen sudah berteriak kencang.
“Aku juga tidak tahu, Kaisar juga tidak mendapatkan hasil apa pun. Tapi aku berpikir pasti ada alasan di balik kematiannya.”
Hello! Im an artic!
“Aku juga berpikir demikian, pasti ada seseorang yang membunuh Selir Chang.”
Zhao Xueyan memalingkan matanya lalu berkata dengan raut jahat dan licik: “Di Istana, hanya ada satu orang yang berani bertindak pada Selir Chang.”
Zhao Xueyan tidak menyebut nama, tapi malah berkata dengan memberi petunjuka.
__ADS_1
Wajah Selir Zhen menggelap, dia menyeka air matanya dan berkata: “Pasti Selir Ye yang melakukannya.”
Hello! Im an artic!
“Aku juga mencurigainya, diam-diam dia pasti melakukan sesuatu pada Selir Chang hingga membuat Selir Chang mati dengan begitu mengenaskan.”
“Kakak Sepupu, kamu harus balas dendam untuknya. Dan lagi jika Kakak tidak memikirkan cara, takutnya kita juga akan berakhir seperti itu. Aku tidak mau mati, aku tidak mau mati seperti Selir Chang yang mati dengan begitu tidak jelas…” Semakim memikirkannya, Selir Zhen semakin takut, dirinya menangis sejadi-jadinya, benar-benar sudah akan gila.
Melihat kondisinya tidak benar, Zhao Xueyan bergegas berkata menenangkan: “Zhen’er, jangan takut, masih ada aku, aku akan memikirkan cara.”
“Kakak Sepupu, aku tidak peduli, aku tidak peduli, aku ingin wanita itu mati sekarang, jika dia hidup maka itu adalah mimpi burukku. Pasti karena waktu itu kita berurusan dengan Ratu Qin, jadinya setelah Ratu Qin mati, rohnya meminta bantuan padanya, dia sengaja memintanya datang untuk membalas dendam pada kita.”
“Apa bukan begitu? Dia terlihat persis sama dengan Ratu Qin, Kaisar tidak mencintai siapapun tapi malah mencintainya, ini pasti reinkarnasi karma, ini adalah pembalasan…”
“Selir Zhen, diam!” Zhao Xueyan memarahi, karena kata-kata Selir Zhen juga membuatnya takut.
__ADS_1
“Kakak Sepupu, aku… aku…”
“Aku tidak percaya pada reinkarnasi karma, aku juga tidak percaya pada pembalasan. Aku pasti akan mengalahkan wanita ****** bernama Ye Wushuang itu, aku tidak akan kalah!”
Ya, di mata Zhao Xueyan, tidak ada kata “kalah”, sama sekali tidak ada. Selama dirinya menginginkannya, maka tidak ada yang tidak mungkin!
Cahaya matahari di pagi hari menembus jendela, memapari wajah Ye Wushuang yang cantik, membuat kulitnya yang sedingin es dan salju itu tampak seperti peri.
Ye Wushuang sedang tertidur, rambut hitamnya tergerai menutupi kedua sisi wajahnya, tampak berantakan tapi rambut itu sangat halus. Jika diusap dengan lembut, rambut itu senyaman dan selembut sutra.
Matahari menyinari fitur wajahnya yang cantik, memberikan bayangan samar, bulu matanya panjang sudah seperti sayap kupu-kupu.
Meskipun Ye Wushuang tertidur, tapi alisnya masih saja berkerut, seolah dirinya tampak sedih dan muram, matanya yang terpejam membuat orang lain sangat mengasihi wajah yang sangat cantik ini.
Bibir yang tidak ternoda dan berwarna merah cerah terkatup ringan menjadi seulas garis, mengingatkan orang pada kuncup bunga yang akan mekar. Selimut dari benang beludru emas dengan lembut menutupi tubuhnya, betisnya yang ramping terlihat dari tepi selimut, begitu putih seperti batu giok, dan juga begitu lembut seperti akar teratai.
__ADS_1
Kedua tangannya terkatup ringan dan diletakkan di depan dadanya yang naik turun seiring dengan deru nafasnya. Tampilan itu sudah seperti peri yang jatuh dari langit, peri yang tertidur karena kutukan jahat, wajahnya itu menampilkan kecantikan yang sulit untuk diungkapkan.
Kaisar Qi menatap setiap inci kulit Ye Wushuang, mengulurkan tangannya dan dengan lembut mengusap dahi Ye Wushuang dengan telapak tangannya, terdapat kerinduan dan kasih sayang di tatapan matanya.