
Hello! Im an artic!
Wanita itu tidak hanya pintar, tapi juga cukup teliti. Memang merupakan orang yang bisa dipertahankan.
Saat pertama kali melihat wanita itu, She Jingtian terkesima dengan mata jernih yang misterius itu.
Hello! Im an artic!
Wanita itu mengenakan pakaian polos, wajah cantiknya itu ditutupi, hanya menunjukkan sepasang mata yang seakan bisa melihat keseluruhan dunia.
Ketika Ye Wushuang melihat She Jingtian, dirinya juga sedikit terkejut dikarenakan She Jingtian begitu muda dan tampan.
Ye Wushuang berpikir She Jingtian sang Tuan penguasa kota yang akan ditemuinya ini jika bukan pria berusia 60 atau 70 tahun, maka merupakan seorang pria paruh baya berusia 30 atau 40 tahunan. Tapi dirinya tidak pernah menyangka bahwa pria tampan dan santai yang seakan keluar dari lukisan ini adalah sang Tuan Penguasa Kota yang membuat semua orang di kota Wuyou ini menghormatinya.
Mereka saling memandang satu sama lain, angin pelan berhembus, aroma rumput tercium di indera penciuman mereka, pada saat ini waktu seolah-olah berhenti.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Sesaat terdapat semacam ilusi, mereka merasa seakan mereka saling mengenal sebelumnnya. Momen ini seakan bukan perkenalan pertama, tapi sejak ribuan tahun yang lalu mereka sudah saling bertemu dalam mimpi.
Ye Wushuang berkata: “Apa kamu adalah orang yang ingin bertemu denganku?”
Mendengar suara Ye Wushuang yang anggun dan datar, She Jingtian tersenyum samar dan mengangguk, alis tajamnya itu menunjukkan kelembutan yang tak terlukiskan.
“Apa kita saling mengenal?” Jelas-jelas tahu itu adalah perkenalan pertama, tapi entah mengapa ketika melihat senyum dan ekspresi pria ini, Ye Wushuang merasa itu begitu familiar.
“Kalau begitu aku yang bertindak tidak sopan.” Ye Wushuang tersenyum pahit, terdapat sikap tenang di matanya yang jernih itu.
She Jingtian tampak sedikit terpesona melihatnya, sebagai penguasa Kota Wuyou, wanita cantik seperti apa yang belum pernah dilihatnya? Wanita cantik seperti apa yang belum pernah disentuhnya? Hanya saja wanita yang menutupi wajahnya di hadapannya, matanya ketika dia tersenyum benar-benar membuatnya memiliki sedikit ketertarikan.
Memiliki sepasang mata yang begiut menarik hati orang lain, benar-benar tidak tahu seberapa menakjubkannya wajah yang ada di balik cadar itu. She Jingtian membayangkannya, sedangkan Ye Wushuang malah sedikit mengernyit dan berkata: “Tidak tahu ada urusan apa Tuan Penguasa Kota mengundangku kemari?”
__ADS_1
Bahkan meski tahu pria yang memiliki kekuasaan besar di hadapannya ini tidak akan memiliki pemikiran lain padanya, tapi ketika ditatap lekat seperti itu olehnya, Ye Wushuang sedikit banyak juga memiliki beban psikologis. Terutama karena tatapan dalam dan misterius di mata pria ini membuat hatinya merasa bimbang.
Melihat tatapan mata Ye Wushuang yang sudah berubah menjadi sedikit tidak enak dilihat, She Jingtian baru menyadari bahwa dirinya sudah bersikap tidak sopan. Apa karena dirinya sudah lama tidak menyentuh seorang wanita? Kenapa dirinya begitu tertarik saat pertama kali melihat wanita di hadapannya yang wajahnya ditutupi ini?
Pada saat itu juga, She Jingtian menggelengkan kepalanya dan berkata: “Apa aku boleh menanyakan nama Nona?”
“Margaku Ye, namaku Wushuang.”
“Wushuang… Wushuang… Wushuang …” Tidak hanya namanya saja yang memiliki makna hanya satu-satunya, sepertinya bahkan orangnya juga seperti itu… She Jingtian bergumam berulang kali.
Ye Wushuang merasa itu sedikit konyol dan balik bertanya: “Apa Tuan mengundangku kemari hanya untuk menanyakan namaku?”
Terpicu oleh tatapan mata Ye Wushuang yang agak menghina, She Jingtian tahu bahwa dirinya sudah bersikap terlalu tidak sopan hari ini, She Jingtian menarik kembali senyum santainya kemudian menggantinya dengan sikap tenang dan berwibawa. Mengibaskan lengan pakaiannya yang panjang kemudian menunjukkan raut tegas: “Kudengar He Laosan berkata bahwa kamu menggunakan metode cerdik untuk mengubah kumpulan sutra yang ternoda oleh air hujan menjadi pakaian yang begitu indah. Apa semua itu benar?”
“Ya.” Ye Wushuang menjawab dengan ringan, tidak memiliki banyak emosi.
__ADS_1
Sedangkan She Jintian hanya menatapnya dalam, berdiri diam di tempat dan bertepuk tangan dengan lembut: “Tidak buruk, kamu melakukannya dengan sangat baik.”