Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 86 Aku Bukan Sengaja Mau Membohongimu


__ADS_3

Tabib Liu datang dan memeriksa Qin Ruojiu.


Setelah sesaat, Tabib Liu bersujud dan memberitahukan sebuah kabar gembira. Semua orang yang ada di sana pun terkejut.


Zhao Yuanran pun langsung merasa dunia seakan berputar, kalau saja dia tidak bersandar di samping kayu tempat tidur, mungkin dia sudah jatuh ke lantai.


Qin Ruojiu yang bersandar di kasur itu pun terlihat bingung dan ragu. Walaupun wajahnya masih tertutup cadar hitam, tetapi kerutan di keningnya itu terlihat jelas. Dia menggigit bibirnya dan wajahnya itu langsung tampak pucat. Dia sangat sedih sampai termenung sesaat, dan bertanya, “Tabib Liu, apa mungkin anda salah?”


Tabib Liu itu pun menjawabnya dengan serius, “Permaisuri, aku sudah bekerja di dalam istana selama 20 tahun lebih. aku sudah pernah mengecek kehamilan begitu banyak selir dan sama sekali tidak pernah salah. Lagi pula, detak jantung bayi kecil itu sangat jelas, aku tidak mungkin salah.”


Kalimat ini adalah sebuah mimpi buruk bagi semua orang. Semua orang yang ada di sana pun terpaku dan tidak berani bergerak sama sekali.

__ADS_1


Lu’Er pun tampak ketakutan dan mengepalkan tangannya dengan erat sampai-sampai kukunya itu hampir menembus kulitnya. Benar, Permaisuri benar-benar hamil. Kalau saja Kaisar tahu hal ini, resikonya sepertinya … dia tidak berani membayangkannya lagi. Semakin memikirkannya, ia semakin ketakutkan.


Qin Ruojiu pun membeku di atas kasurnya. Dia terlihat begitu gelisah, ia lalu mengusapkan tangannya di perutnya. Dia benar-benar hamil? Tidak … tidak … ini tidak mungkin, bagaimana dia bisa mengandung anak dari iblis itu?


Pada saat ini, dia sama sekali tidak memiliki perasaan bahagia seorang wanita hendak menjadi ibu, tetapi dia malah dipenuhi dengan perasaan marah. Benar, bagaimana dia bisa menganduk anak dari iblis itu, bagaimana mungkin ….


Pada saat ini, Zhao Yuanran pun berjalan ke sampingnya dan menggenggam bahunya. Dia melihat Qin Ruojiu dengan tatapan marah dan kecewa. Ketika dia berhasil mengontrol emosinya dia berkata, “Kamu sudah hamil, kamu sudah mengandung anak Kaisar. Kenapa waktu aku tanya tadi, apakah aisar datang kemari dan bercinta denganmu, kamu menjawab tidak. Kita ini masih kakak adik, bukan? Apakah kamu masih menganggapku sebagai adikmu? Kenapa kamu membohongiku?” Saat itu wajahnya terlihat begitu marah dan penuh dengan perasaan kecewa.


Pada saat itu Zhao Yuanran terlihat seperti orang gila dan hendak menerkam Qin Ruojiu. Lu’Er dan para pelayan yang ada di dalam istana itu pun langsung datang menghalanginya.


Setelah mereka berhasil menahan Zhao Yuanran dengan susah payah. Qin Ruojiu malah memejamkan matanya dengan sedih dan mencubit perutnya dengan erat. Dia kira, mungkin dengan cara ini dia bisa menghilangkan keberadaan anak ini. Tetapi selain menahan rasa sakit yang amat sangat itu, dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi.

__ADS_1


Qin Ruojiu berkata, “Aku tidak tahu semua ini akan menjadi seperti ini. Aku bukan senjaga mau membohongimu. Aku hanya ….”


Zhao Yuanran yang marah besar itu langsung mendorong Lu’Er ke samping dan memelototi Qin Ruojiu, “Anggap saja aku salah menilai orang, Permaisuri.”


“Yuanran, aku ….”


“Selir Mulia Zhao, ini semua bukan salah Permaisuri, kalau mau menyalahkan seseorang, salahkan kami saja. Ini semua salah kita, Permaisuri tidak tahu apa-apa. Jangan marah Permaisuri lagi.” Lu’Er tahu semua masalah ini terjadi karena salahnya. Kalau saja waktu itu dia tidak membuang obat itu, hari ini Permaisuri juga tidak akan hamil, dimarahi dan oleh Selir Mulia. Dan mungkin, karena masalah ini, hubungan kakak dan adik di antara mereka akan hancur.


“Heng, jangan pura-pura lagi. Anggap saja aku sudah tahu semuanya. Permaisuri, jangan selalu menganggap, karena kamu itu memiliki status yang lebih tinggi, jadi kamu merasa dirimu itu lebih hebat dari orang lain. Ternyata kamu juga tidak ada bedanya, kamu ini hanya mau menjaga kedudukan kamu sendiri. Baiklah, sekarang kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan, sekarang kamu sudah mengandung keturunan Kaisar dan kedudukanmu itu tidak akan terganggu lagi. Tetapi, mulai sekarang kita bukan kakak beradik lagi!”


Zhao Yuanran pun berkata dengan marah. Tatapan matanya terlihat kecewa dan marah. Lalu dia tersenyum dingin ke arah Qin Ruojiu dan pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2