Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 800 Kaisar Bei Datang Untuk Mendesak Pernikahan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mengetahui bahwa She Jingtian tidak senang, Paman Long tidak pergi tapi malah dengan hormat mengeluarkan surat berstempel dari balik lengan pakaiannya dan berkata: “Tuan Penguasa Kota, ini adalah surat yang dikirim oleh Kaisar dari Negara Bei.”


“Bukankah aku sudah menyerahkan hal-hal ini padamu sebelumnya? Aku hanya ingin minum hari ini.” Setelah selesai berbicara, She Jingtian kembali minum dengan ganas, matanya sudah terlihat sedikit kabur, melihat ke arah kejauhan dengan ekspresi mabuk. Seolah kata-kata Paman Long itu hanyalah angin lalu baginya.


Hello! Im an artic!


“Tuan Penguasa Kota, apa kamu tahu apa isi surat ini?” Paman Long menatap She Jingtian dengan cemas, dirinya begitu tak berdaya.


Setelah Ye Wushuang pergi, Tuan Penguasa Kota menderita sakit parah, setelah sembuh dari penyakitnya, dari permukaan memang tampak baik-baik saja, namun ternyata penyakit hatinya masih belum juga sembuh.


Setiap kali hujan badai petir, seolah-olah She Jingtian telah dikutuk dan akan mengurung dirinya di sini sepanjang hari, kemudian membius dirinya sendiri dengan menggunakan alkohol.


“Haha, apa isinya?” She Jingtian menjawab dengan senyum samar, tampilannya yang mabuk itu benar-benar seperti anak yang tidak berperasaan.


Hello! Im an artic!


Paman Long menatap semua ini dengan tidak berdaya, pada akhirnya hanya bisa berkata dengan raut wajah serius: “Kaisar Bei datang untuk mendesak pernikahan, bulan Maret tahun lalu Tuan seharusnya sudah menikahi Tuan Putri Negara Bei. Tapi pada saat itu Tuan dengan sopan menolaknya lalu menetapkan tanggal pernikahan menjadi tahun ini. Sekarang waktunya sudah hampir tiba, Kaisar Bei bermaksud meminta Tuan untuk menikahi Tuan Putri negara Bei secepat mungkin.”

__ADS_1


“Tanggal pernikahan?” She Jingtian mengangkat dagunya, menatap ke arah Paman Long dengan ekspresi jenaka di wajahnya, pupil matanya yang gelap menunjukkan ekspresi senyum yang samar.


Paman Long mengangguk lalu berkata dengan cara yang meyakinkan: “Ya, tanggal pernikahan, di sisi Tuan memang kekurangan seorang wanita.”


“Mana Wushuang?” Pembicaraan itu dialihkan, She Jingtian kembali mengungkit Wushuang lagi.


Paman Long yang mendengarnya menjadi sedikit kaku, akhirnya dia menghela nafas dan berkata: “Nona Wushuang sudah pergi, Tuan hanya bisa menikahi Tuan Putri Negara Bei.”


“Tidak mau.” Bahkan meski dirinya mabuk, She Jingtian tetap menolak dengan tegas.


“Ini…” Paman Long menatapnya dengan kesulitan, tapi dirinya juga tidak berdaya: “Tuan, kita tidak bisa mengingkari janji terhadap Negara Bei lagi.”


“Tuan ingin mengundurnya sampai kapan?”


“Dua tahun lagi.”


“Dua tahun lagi?” Paman Long ketakutan dan bergegas berkata: “Tuan Putri Negara Bei sudah berumur 20 tahun pada saat itu, Kaisar Bei tidak bisa menunggu selama itu.”


“Kalau begitu tahun depan.”

__ADS_1


She Jingtian berkata dengan mabuk, untungnya tampilannya yang seperti ini tidak dilihat secara langsung oleh Kaisar Bei, jika tidak maka Kaisar Bei pasti akan mengamuk.


“Tuan, masalah ini tidak dapat diundur lagi, jika berulang kali diundur seperti ini, takutnya…”


“Paman Long, karena kamu begitu terburu-buru, atau tidak Paman saja yang menjadi penganti prianya, aku akan menyerahkan Tuan Putri padamu, bagaimana?”


“Aku… Tuan, kamu…”


“Kenapa? Kamu tidak menyukai Tuan Putri? Kamu bahkan tidak menyukainya, lalu kenapa harus memaksaku untuk menikahinya?”


Kali ini, Paman Long benar-benar dikalahkan, wajah tuanya memerah karena malu, sepertinya dirinya sudah tidak bisa berkomunikasi dengan She Jingtian lagi, mengenai masalah menikahi Tuan Putri Negara Bei, harus dibicarakan kembali setelah She Jingtian tersadar dari mabuknya.


Setelah upacara pemberkatan Kaisar selesai, Ji Xingfeng lalu berpamitan pada Ji Xingyun dan langsung pergi ke wilayah Pingzhou.


Tentu saja, Ye Wushuang juga berada di bawah perlindungannya dan pergi bersamanya dalam keadaan aman.


Di sepanjang perjalanan, dikarenakan makan tidak baik, tidur tidak nyenyak, ditambah kereta kuda yang terus menerus berguncang, Ye Wushuang beberapa kali muntah dan hampir saja pingsan.


Ye Wushuang tidak begitu makan selama beberapa hari ini, dengan tidak mudah akhirnya dia memakan makanan kering di siang hari, setelah beberapa jam perjalanan di sore hari, Ye Wushuang kembali memuntahkan semua yang ada di perutnya sampai bersih, hanya dalam waktu beberapa hari, pipinya yang temban itu sudah hilang tidak berbekas.

__ADS_1


__ADS_2